Connect with us

News

Wabup Asep Sopari: Pendidikan Adalah Harga Mati dalam Mengukur Keberhasilan Pembangunan Daerah

Published

on

Pendidikan Adalah Harga Mati dalam Mengukur Keberhasilan Pembangunan Daerah

TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memberikan perhatian serius terhadap fenomena Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih menjadi tantangan dalam pembangunan sumber daya manusia. Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Asep Sopari Al Ayubi, S.P., M.I.R., menegaskan bahwa kemajuan ekonomi dan kesehatan tidak akan berarti banyak jika tingkat pendidikan masyarakatnya tertinggal.

Pesan tegas tersebut disampaikan Wabup Asep saat memimpin rapat koordinasi Tim Satuan Tugas Anak Tidak Sekolah (ATS) yang digelar di Aula Wiratanuningrat, Rabu (15/04/2026). Pertemuan strategis ini bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam merumuskan langkah konkret guna menarik kembali anak-anak yang putus sekolah ke bangku pendidikan.

Dalam arahannya, Wakil Bupati menyoroti pentingnya akurasi data sebagai fondasi pengambilan kebijakan. Beliau meminta Satgas ATS tidak hanya terpaku pada angka di atas kertas, tetapi melakukan pemetaan mendalam untuk memahami akar penyebab mengapa anak-anak tersebut tidak bersekolah.

“Data adalah peta jalan kita. Dari data yang ada menuju pelaksanaan, kita harus melakukan tindakan nyata. Kita petakan masalahnya satu per satu, apakah karena faktor ekonomi, akses, atau masalah sosial lainnya, sehingga kita bisa memberikan solusi yang benar-benar tepat sasaran,” ujar Wabup Asep di hadapan jajaran Dinas Pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya.

Beliau menambahkan bahwa intervensi pemerintah harus bersifat solutif. Jika masalahnya adalah biaya, maka skema bantuan harus disiapkan. Jika masalahnya adalah akses, maka jalur pendidikan non-formal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) harus diperkuat.

Pendidikan sebagai Indikator Utama Kesejahteraan

Wabup Asep menegaskan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tasikmalaya sangat bergantung pada sektor pendidikan. Ia membedah filosofi pembangunan dengan menyatakan bahwa SDM yang berkualitas adalah investasi jangka panjang yang paling berharga dibandingkan pembangunan infrastruktur fisik semata.

“Kalaupun ekonomi kita maju dan kesehatan kita bagus, pembangunan daerah tetap tidak akan dinilai berhasil jika kualitas SDM-nya tidak meningkat. Dan pintu utama pembangunan SDM tidak lain adalah melalui jalur pendidikan, baik itu jalur formal di sekolah maupun non-formal melalui kesetaraan,” tegasnya.

Salah satu poin penting yang diinstruksikan Wakil Bupati adalah kolaborasi yang lebih intensif antara Dinas Pendidikan dengan Kementerian Agama (Kemenag). Mengingat struktur pendidikan di bawah naungan Kemenag—seperti Madrasah dan Pesantren—sangat besar di Tasikmalaya, sinergi ini dianggap sebagai kunci untuk menjangkau anak-anak di pelosok.

“Saya sangat mendukung langkah Dinas Pendidikan untuk berkolaborasi dengan Kemenag. Kita harus berbagi data dan sumber daya karena kita memiliki tujuan yang sama, yaitu memastikan tidak ada anak Tasikmalaya yang tertinggal dalam hal pendidikan,” imbuhnya.

Rapat koordinasi ini juga melibatkan Forum PKBM sebagai mitra strategis untuk menampung anak-anak yang karena kondisi tertentu tidak bisa menempuh jalur formal. Kehadiran para Sekretaris Dinas dan Kepala SKPD terkait menunjukkan komitmen kolektif Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam menuntaskan isu ATS.

Melalui langkah proaktif ini, Wabup Asep berharap angka putus sekolah di Kabupaten Tasikmalaya dapat ditekan secara signifikan. Dengan SDM yang terdidik, Kabupaten Tasikmalaya optimis dapat mencetak generasi emas yang siap membawa daerah menuju kemajuan yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

News

TOP Dapil 4 PKS Ciamis Digelar, Ratusan Peserta Siap Perkuat Kaderisasi

Published

on

By

CIAMIS – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Ciamis kembali menggelar Training Orientasi Partai (TOP) sebagai bagian dari penguatan kaderisasi dan konsolidasi struktur partai di tingkat daerah pemilihan.

Kegiatan TOP Dapil 4 tersebut dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026, bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Huda 2.

Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta yang berasal dari wilayah Dapil 4 Kabupaten Ciamis.

Ketua DPD PKS Kabupaten Ciamis, Didi Sukardi, mengatakan kegiatan TOP menjadi salah satu sarana penting untuk memperkuat pemahaman kader terhadap nilai, visi, misi, serta arah perjuangan partai.

“TOP ini bukan sekadar kegiatan orientasi, tetapi menjadi bagian dari proses membangun kader yang memiliki pemahaman, komitmen, dan kesiapan untuk berkontribusi di tengah masyarakat,” ujar Didi Sukardi.

Menurutnya, kaderisasi merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan organisasi politik.

Karena itu, kegiatan seperti TOP perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan saksi di berbagai tingkatan.

Didi menambahkan, para peserta diharapkan tidak hanya memahami tugas dan fungsi sebagai bagian dari struktur PKS, tetapi juga mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat di lingkungan masing-masing.

Pelaksanaan TOP Dapil 4 ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antarkader.

Dengan jumlah peserta mencapai 200 orang, kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat soliditas struktur PKS di wilayah Dapil 4 Kabupaten Ciamis.

“Jadi PKS Kabupaten Ciamis ingin menegaskan bahwa penguatan kaderisasi akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun organisasi yang terstruktur, solid, dan dekat dengan masyarakat,”pungkasnya.

Continue Reading

News

PKS Ciamis Gelar TOP Relawan dan Saksi, Target Menang di Setiap Teritori

Published

on

By

CIAMIS – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Ciamis menggelar Training Orientasi Partai (TOP) bidang Relawan dan Saksi di STAI Al-Ma’arif Imbanagara, Ciamis, belum lama ini.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang berasal dari wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kabupaten Ciamis.

TOP menjadi bagian dari penguatan struktur dan kesiapan kader PKS menghadapi agenda politik mendatang.

Ketua DPD PKS Ciamis, Didi Sukardi, mengatakan pelatihan relawan dan saksi memiliki posisi penting dalam memperkuat kerja-kerja politik partai hingga tingkat teritorial.

Menurutnya, setiap peserta diharapkan mampu menjadi bagian dari kekuatan pemenangan PKS di wilayah masing-masing, bukan hanya saat momentum pemilu, tetapi juga dalam membangun kedekatan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Target kita adalah bagaimana PKS bisa menang di setiap teritori masing-masing. Karena itu, relawan dan saksi harus dipersiapkan dengan baik, memiliki kapasitas, solid, serta memahami tugas dan tanggung jawabnya,” ujar Didi.

Ia menambahkan, penguatan kader dan relawan juga diarahkan untuk mewujudkan target politik PKS Ciamis dalam jangka panjang, termasuk mendorong kader pelopor untuk maju dan menjadi Bupati Ciamis.

Didi menegaskan, target tersebut membutuhkan kerja politik yang terencana, konsisten dan dilakukan bersama-sama oleh seluruh struktur serta kader PKS.

“Cita-cita mencalonkan kader pelopor menjadi Bupati Ciamis bukan pekerjaan satu atau dua orang. Ini membutuhkan kekuatan seluruh kader, relawan, saksi dan struktur partai yang bekerja secara terukur,” katanya.

Continue Reading

News

PKS Ciamis Bidik Kemenangan, Targetkan Kader Jadi Bupati

Published

on

By

CIAMIS – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Ciamis terus memperkuat konsolidasi internal untuk menghadapi agenda politik mendatang.

Salah satunya melalui pelaksanaan Training Orientasi Partai (TOP) bidang Relawan dan Saksi se-Dapil 6 yang berlangsung di STAI Putra Galuh, Ciamis, pada 14 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai unsur kader dan struktur PKS di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 6.

Konsolidasi ini menjadi bagian dari upaya PKS memperkuat kesiapan relawan dan saksi hingga tingkat lapangan.

Ketua DPD PKS Kabupaten Ciamis, Didi Sukardi, menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan target politik partai di Kabupaten Ciamis.

Menurutnya, relawan dan saksi memiliki peran strategis dalam memastikan kerja-kerja politik PKS berjalan secara terorganisasi, terukur, dan memiliki kedekatan dengan masyarakat.

“Target kita jelas, PKS harus menjadi partai pemenang di Ciamis. Karena itu, seluruh kader harus memiliki kesiapan, militansi, dan kemampuan untuk bekerja bersama masyarakat,” ujar Didi.

Ia mengatakan, target tersebut tidak berhenti pada peningkatan perolehan kursi legislatif. PKS juga menargetkan lahirnya kader terbaik yang mampu memimpin Kabupaten Ciamis.

“Target akhirnya adalah bagaimana kader PKS bisa menjadi Bupati Ciamis. Ini memang bukan pekerjaan ringan, tetapi kalau dilakukan dengan kerja keras, konsolidasi yang kuat, dan niat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, insyaallah bisa diwujudkan,” katanya.

Didi menambahkan, TOP Relawan dan Saksi menjadi momentum untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi struktur partai. Para peserta diharapkan mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat dan menjaga integritas dalam setiap proses politik.

Dengan konsolidasi yang dilakukan secara berkelanjutan, PKS Ciamis optimistis dapat meningkatkan kekuatan politiknya sekaligus membuka peluang lebih besar untuk memenangkan kontestasi politik di Kabupaten Ciamis.

Continue Reading

Trending