Connect with us

News

Poulasi Janda di Garut Melonjak Tajam

Published

on

GARUT – Tingginya angka perceraian di Kabupaten Garut menjadi perhatian berbagai pihak. Hingga April 2026, Pengadilan Agama Garut mencatat sekitar 2.600 perkara perceraian telah diajukan dan diproses melalui jalur hukum.

Humas Pengadilan Agama Garut, Asep Irpan Helmi, mengatakan sebagian besar perkara yang masuk merupakan gugatan cerai dari pihak istri.

Dari total kasus yang tercatat, lebih dari dua ribu perkara diajukan oleh perempuan, sementara sisanya merupakan permohonan cerai talak dari pihak suami.

Menurut Asep, kondisi tersebut bukan fenomena baru. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah gugatan cerai yang diajukan perempuan selalu mendominasi perkara perceraian di Kabupaten Garut.

Ia menjelaskan bahwa persoalan ekonomi masih menjadi penyebab paling dominan yang memicu keretakan rumah tangga.

Ketidakstabilan pendapatan, kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga, hingga persoalan pekerjaan kerap menjadi sumber konflik yang berujung pada perceraian.

Selain faktor ekonomi, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan praktik judi online juga turut memengaruhi meningkatnya angka perceraian.

Namun, menurutnya, kedua persoalan tersebut sering kali berkaitan erat dengan tekanan ekonomi yang dialami keluarga.

“Masalah ekonomi masih menjadi faktor yang paling banyak ditemukan dalam perkara perceraian yang kami tangani,” ujarnya.

Data Pengadilan Agama Garut menunjukkan tren perceraian terus mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Lonjakan jumlah perkara pada awal tahun 2026 menjadi sinyal perlunya langkah serius untuk memperkuat ketahanan keluarga di masyarakat.

Mayoritas pasangan yang mengajukan perceraian berada pada usia produktif, yakni antara 25 hingga 45 tahun.

Kelompok usia tersebut dinilai rentan menghadapi berbagai tekanan, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.

Pengadilan Agama Garut menilai upaya menekan angka perceraian tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga saja.

Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk memberikan pembinaan keluarga secara berkelanjutan.

Program edukasi pranikah, penguatan ekonomi keluarga, serta pendampingan rumah tangga dinilai dapat menjadi langkah preventif guna mengurangi angka perceraian di masa mendatang.

Dengan jumlah perkara yang sudah mencapai ribuan kasus dalam waktu empat bulan, berbagai pihak berharap upaya pencegahan dapat segera diperkuat agar tren perceraian di Kabupaten Garut tidak terus meningkat hingga akhir tahun.

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

News

Fraksi PKS DPRD Ciamis Tegaskan KUA-PPAS Harus Berasas Manfaat di Tengah Himpitan Efisiensi Anggaran

Published

on

By

Ciamis —Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Ciamis menegaskan bahwa pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) harus bertumpu pada asas kemanfaatan bagi masyarakat.

Sikap tersebut disampaikan dalam Pandangan Umum Fraksi PKS pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Ciamis, Kamis (23/7/2026).

Dalam penyampaiannya, Anggota Fraksi PKS Ciamis, H. Dodi Efendi menilai bahwa penyusunan KUA-PPAS merupakan momentum krusial dalam  memastikan arah pembangunan daerah tetap berorietasi kepada kepentingan masyarakat.

Hal ini terutama di tengah gencarnya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat serta penyesuaian fiskal di tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Fraksi PKS tentu menilai efisiensi anggaran tidak boleh hanya dipahami sebagai upaya pengurangan belanja,”katanya.

“Justru sebaliknya, efisiensi harus dimaknai sebagai langkah mengoptimalkan penggunaan anggaran agar setiap program memberikan manfaat nyata, tepat sasaran, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik,”terangnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS Ciamis, Nana Sutisalna S.Ag menyatakan bahwa Fraksi PKS memiliki kesiapan untuk memberikan kritik konstruktif sekaligus solutif dalam pembahasan KUA-PPAS.

“Dan terkait hal ini, Fraksi PKS berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis mampu menyusun skala prioritas pembangunan yang adaptif terhadap tantangan fiskal, tanpa mengurangi kualitas layanan dasar maupun program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,”pungkasnya.

Continue Reading

News

Pendidikan Politik DPC Demokrat Kota Tasikmalaya 2026 Perkuat Kapasitas & Soliditas Kader

Published

on

By

Tasikmalaya – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Tasikmalaya menggelar Pendidikan Politik Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader sekaligus memperkuat soliditas organisasi.

Kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus, kader, serta simpatisan Partai Demokrat dari berbagai wilayah di Kota Tasikmalaya.

Acara berlangsung dalam suasana penuh semangat dengan menghadirkan pemateri anggota DPRD Provinsi Jawa H H. Saeful Bachri.

Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai peran kader dalam memperkuat demokrasi, membangun komunikasi politik yang efektif, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tasikmalaya, H. Anang Safaat menyampaikan bahwa pendidikan politik merupakan agenda strategis untuk membentuk kader yang memiliki wawasan kebangsaan, integritas, dan kemampuan memahami dinamika politik yang terus berkembang.

“Melalui kegiatan ini, kader diharapkan mampu menjadi ujung tombak partai dalam menyampaikan aspirasi masyarakat secara santun dan bertanggung jawab,”katanya.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Peserta diberikan kesempatan menyampaikan pandangan, bertukar pengalaman, hingga membahas berbagai tantangan politik yang dihadapi di tingkat daerah.

Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi sekaligus memperkuat sinergi antarstruktur partai.

H. Saeful Bachri menerangkan bahwa pendidikan politik juga menjadi bagian dari komitmen Partai Demokrat dalam mencetak kader yang tidak hanya memahami mekanisme organisasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial, ekonomi, dan pembangunan daerah.

“Tentunya dengan bekal tersebut, kader diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang demokratis dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,”terangnya.

Lebih dalam Saeful menyapaikan semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan ini menjadi modal penting bagi Partai Demokrat Kota Tasikmalaya khussnya untuk memperkuat organisasi hingga tingkat akar rumput.

Ia berharap partai dapat melahirkan kader-kader yang adaptif, berintegritas, dan siap menghadapi berbagai tantangan politik di masa mendatang.

“Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Partai Demokrat dalam membangun budaya politik yang edukatif, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat,”pungkasnya.

Continue Reading

News

GAM Kibarkan Spirit Keislaman & Kebangsaan di Priangan Timur

Published

on

By

Tasikmalaya – Gerakan Ajengan Muda (GAM) Priangan Timur memasuki babak baru dengan mengukuhkan kepengurusan periode 2026–2031 di kawasan Yudanagara, Kota Tasikmalaya, Minggu (19/7/2026).

Momentum tersebut menjadi titik awal penguatan peran ajengan muda dalam membangun pendidikan, ekonomi umat, dan politik kebangsaan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Ketua Dewan Pembina GAM Priangan Timur, H. Amir Mahpud, mengingatkan seluruh pengurus agar memaknai jabatan sebagai amanah, bukan sekadar posisi organisasi.

Ia menegaskan setiap langkah pengurus harus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada Allah SWT.

Amir menuturkan, GAM tumbuh dari semangat pesantren yang berpadu dengan energi generasi muda dan kepedulian terhadap persoalan sosial kemasyarakatan.

Karena itu, organisasi harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang menjadi fondasinya.

Menurutnya, ajengan muda kini memegang peran yang jauh lebih luas daripada sekadar menyampaikan dakwah.

Mereka perlu hadir sebagai penggerak pemberdayaan ekonomi umat, pembina karakter generasi muda, pendamping ketahanan keluarga, sekaligus penguat eksistensi pesantren sebagai pusat pendidikan dan perubahan sosial.

Mengusung tema “Ajengan Muda Berkhidmat untuk Negeri, Membangun Politik Kebangsaan yang Berkeadilan dan Berkeagamaan,” GAM mengajak seluruh pengurus memperkuat persatuan, menjaga integritas, serta membangun organisasi yang profesional, transparan, dan memiliki tata kelola yang baik.

Ketua DPP GAM, Hadits Munawir, menjelaskan bahwa organisasi telah menetapkan tiga prioritas utama selama lima tahun ke depan.

Ketiga fokus tersebut meliputi pengembangan pendidikan dan kegiatan sosial, penguatan ekonomi keumatan, serta pembangunan politik kebangsaan yang inklusif.

Ia menegaskan, GAM ingin menghadirkan wajah Islam yang moderat, terbuka, dan mampu merangkul seluruh elemen masyarakat.

Dengan semangat tersebut, organisasi berupaya menyelaraskan nilai keislaman, kebangsaan, kemanusiaan, dan kemajuan agar melahirkan peradaban yang beretika, berbudaya, dan berlandaskan spiritualitas.

Melalui kepengurusan baru ini, GAM Priangan Timur menargetkan lahirnya berbagai program nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Organisasi berharap dapat menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus menjadi wadah bagi ajengan muda untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan kebangsaan di wilayah Priangan Timur.

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat dan mendapat dukungan dari berbagai unsur pemerintah serta tokoh masyarakat.

Hadir dalam acara tersebut Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim, Wakil Bupati Tasikmalaya H. Asep Sopari, Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Budi Ahdiat, jajaran partai politik, serta sejumlah tamu undangan.

Continue Reading

Trending