Connect with us

News

Apresiasi Atlet Pelajar, Bupati Tasikmalaya Pacu Semangat Generasi Emas

Published

on

Apresiasi Atlet Pelajar, Bupati Tasikmalaya Pacu Semangat Generasi Emas

TASIKMALAYA – Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya menjadi saksi bisu apresiasi tertinggi pemerintah daerah terhadap sumber daya manusianya. Dalam apel pagi yang sarat makna, Senin (13/4/2026), Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., bersama Wakil Bupati H. Asep Sopari Al-Ayubi, S.P., secara khusus menyambut kepulangan pahlawan olahraga pelajar yang sukses memborong medali emas di tingkat nasional.

Momen ini bukan sekadar seremoni penyerahan bonus, melainkan panggung pembuktian bahwa arah pembangunan manusia di Kabupaten Tasikmalaya berada di jalur yang tepat. Bupati Cecep menegaskan bahwa gemilangnya prestasi atlet dan membaiknya indikator pembangunan adalah buah dari kerja kolektif yang ia sebut sebagai “Super Tim”.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memberikan “uang kadeudeuh” atau bonus secara simbolis kepada para atlet pelajar yang telah mengharumkan nama Bumi Sukapura sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026. Apresiasi ini diberikan sebagai stimulus agar para atlet muda tidak cepat berpuas diri dan terus mengasah kemampuan untuk level yang lebih tinggi.

“Kalian adalah bukti bahwa anak muda Tasikmalaya mampu bersaing di kancah nasional. Bonus ini adalah bentuk kecil dari rasa bangga kami. Namun yang lebih utama adalah semangat kalian untuk terus berlatih. Kami ingin prestasi ini menjadi virus positif bagi pelajar lainnya agar berani menggali potensi diri, baik di bidang akademik maupun olahraga,” tutur Bupati Cecep di hadapan ratusan ASN yang hadir.

Kehadiran Pj. Sekretaris Daerah beserta seluruh Kepala SKPD dalam prosesi ini menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat ekosistem olahraga prestasi sejak dini. Bagi Bupati, keberhasilan atlet pelajar adalah investasi jangka panjang untuk membangun karakter generasi muda yang tangguh dan sportif.

Capaian Makro: IPM dan Ekonomi yang Terus Menanjak

Di sela-sela pemberian apresiasi atlet, Bupati Cecep juga memaparkan data krusial terkait kemajuan daerah. Beliau mengungkapkan bahwa kerja keras jajaran birokrasi telah membuahkan hasil nyata yang terkonfirmasi oleh data Badan Pusat Statistik (BPS). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tasikmalaya mencatatkan tren kenaikan yang signifikan, sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi yang terus positif.

“Data BPS mengonfirmasi capaian yang sangat menggembirakan. Kenaikan IPM ini linier dengan prestasi-prestasi non-fisik yang kita raih, termasuk prestasi olahraga hari ini. Ini membuktikan bahwa program pemerintah daerah berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat dalam pengembangan sumber daya manusia,” jelasnya.

Bupati meminta seluruh jajaran ASN dan PPPK untuk tidak terlena dengan tren positif ini. Beliau menekankan pentingnya mempertahankan koordinasi dan kolaborasi lintas sektoral. “Mustahil kita bekerja sendiri-sendiri. Di era yang kompleks ini, kita harus menjadi super tim. Koordinasi harus diperkuat agar tren pembangunan ini tetap terjaga, bahkan meningkat di tahun-tahun mendatang,” tegas Bupati.

Membangun Masa Depan Tasikmalaya

Melalui perpaduan antara pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi, dan apresiasi terhadap prestasi pemuda, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya optimis dapat mencetak “Generasi Emas” yang siap bersaing di panggung global.

Bupati Cecep menutup arahannya dengan optimisme tinggi bahwa dengan semangat kebersamaan, Kabupaten Tasikmalaya akan terus menjadi daerah yang kompetitif, religius, dan sejahtera. Acara yang ditutup dengan sesi foto bersama para atlet peraih medali emas ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh aparatur pemerintah yang hadir, sebagai pengingat bahwa setiap peluh yang mengucur—baik di lapangan olahraga maupun di meja kerja birokrasi—adalah kontribusi bagi kemajuan daerah.

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

News

Poulasi Janda di Garut Melonjak Tajam

Published

on

By

GARUT – Tingginya angka perceraian di Kabupaten Garut menjadi perhatian berbagai pihak. Hingga April 2026, Pengadilan Agama Garut mencatat sekitar 2.600 perkara perceraian telah diajukan dan diproses melalui jalur hukum.

Humas Pengadilan Agama Garut, Asep Irpan Helmi, mengatakan sebagian besar perkara yang masuk merupakan gugatan cerai dari pihak istri.

Dari total kasus yang tercatat, lebih dari dua ribu perkara diajukan oleh perempuan, sementara sisanya merupakan permohonan cerai talak dari pihak suami.

Menurut Asep, kondisi tersebut bukan fenomena baru. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah gugatan cerai yang diajukan perempuan selalu mendominasi perkara perceraian di Kabupaten Garut.

Ia menjelaskan bahwa persoalan ekonomi masih menjadi penyebab paling dominan yang memicu keretakan rumah tangga.

Ketidakstabilan pendapatan, kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga, hingga persoalan pekerjaan kerap menjadi sumber konflik yang berujung pada perceraian.

Selain faktor ekonomi, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan praktik judi online juga turut memengaruhi meningkatnya angka perceraian.

Namun, menurutnya, kedua persoalan tersebut sering kali berkaitan erat dengan tekanan ekonomi yang dialami keluarga.

“Masalah ekonomi masih menjadi faktor yang paling banyak ditemukan dalam perkara perceraian yang kami tangani,” ujarnya.

Data Pengadilan Agama Garut menunjukkan tren perceraian terus mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Lonjakan jumlah perkara pada awal tahun 2026 menjadi sinyal perlunya langkah serius untuk memperkuat ketahanan keluarga di masyarakat.

Mayoritas pasangan yang mengajukan perceraian berada pada usia produktif, yakni antara 25 hingga 45 tahun.

Kelompok usia tersebut dinilai rentan menghadapi berbagai tekanan, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.

Pengadilan Agama Garut menilai upaya menekan angka perceraian tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga saja.

Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk memberikan pembinaan keluarga secara berkelanjutan.

Program edukasi pranikah, penguatan ekonomi keluarga, serta pendampingan rumah tangga dinilai dapat menjadi langkah preventif guna mengurangi angka perceraian di masa mendatang.

Dengan jumlah perkara yang sudah mencapai ribuan kasus dalam waktu empat bulan, berbagai pihak berharap upaya pencegahan dapat segera diperkuat agar tren perceraian di Kabupaten Garut tidak terus meningkat hingga akhir tahun.

Continue Reading

News

Temuan BPK Guncang Ciamis, Kekayaan Bupati & Sekda Dipertanyakan

Published

on

By

CIAMIS – Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Barat terkait pengelolaan APBD Kabupaten Ciamis Tahun Anggaran 2024 memicu sorotan publik.

Audit tersebut mengungkap penggunaan dana transfer yang memiliki peruntukan khusus untuk membiayai kegiatan lain senilai Rp191,21 miliar serta kekurangan kas daerah mencapai Rp197,97 miliar.

Temuan tersebut mendorong berbagai kalangan untuk mempertanyakan tata kelola keuangan Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Perhatian publik pun mengarah kepada jajaran pimpinan daerah yang memiliki kewenangan dalam pengambilan kebijakan, termasuk Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dan Sekretaris Daerah Andang Firman Triyadi.

Laporan hasil pemeriksaan BPK menunjukkan pemerintah daerah menggunakan dana earmarked atau dana yang telah ditetapkan penggunaannya untuk kebutuhan di luar peruntukan.

Kondisi tersebut berdampak pada munculnya kekurangan kas daerah yang nilainya mendekati Rp200 miliar.

Selain persoalan kas daerah, BPK juga menemukan sejumlah masalah lain dalam pengelolaan APBD. Auditor menyoroti defisit anggaran, lemahnya pengendalian kas, penerapan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) yang belum optimal, serta pekerjaan fisik yang mengalami kekurangan volume dan ketidaksesuaian spesifikasi.

Mantan pengurus HMI Ciamis, Siraj Naufal, menilai publik berhak memperoleh penjelasan yang transparan atas temuan tersebut.

Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui langkah yang akan ditempuh pemerintah daerah untuk menindaklanjuti rekomendasi BPK dan mencegah persoalan serupa terulang.

Sorotan publik juga menyentuh Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para pejabat daerah. Berdasarkan data yang tersedia, kekayaan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya tercatat sekitar Rp11,87 miliar pada 2020.

Nilai tersebut meningkat menjadi Rp13,97 miliar pada 2021 dan kembali naik menjadi Rp15,99 miliar pada 2022.

Pada laporan akhir masa jabatan tahun 2023, total kekayaan Herdiat tercatat sebesar Rp14,78 miliar setelah memperhitungkan kewajiban atau utang yang dimiliki.

Hingga pertengahan 2026, publik belum menemukan publikasi laporan LHKPN terbaru untuk periode pelaporan 2025 maupun 2026.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Andang Firman Triyadi melaporkan total kekayaan sebesar Rp1,37 miliar pada 2021 saat masih menjabat Kepala Dinas PUPRP Kabupaten Ciamis. Dalam laporan periodik terbaru tahun 2025, nilai kekayaannya tercatat sekitar Rp1,18 miliar.

Direktur Indonesia Anti Corruption Network (IACN), Igrissa Majid, menilai temuan BPK bernilai ratusan miliar rupiah tersebut memerlukan tindak lanjut yang serius.

Ia menegaskan bahwa posisi bupati dan sekretaris daerah memiliki peran penting dalam mengawasi pengelolaan keuangan daerah sehingga wajar apabila publik memberikan perhatian lebih terhadap persoalan tersebut.

Berbagai elemen masyarakat kini terus mengawal perkembangan kasus ini.

Mereka mendorong Pemerintah Kabupaten Ciamis segera menjalankan seluruh rekomendasi BPK guna memperbaiki tata kelola keuangan daerah, memperkuat pengawasan internal, serta mengembalikan kepercayaan publik.

Temuan penggunaan dana sebesar Rp191,21 miliar dan kekurangan kas daerah Rp197,97 miliar menjadi salah satu catatan terbesar dalam audit BPK terhadap Pemkab Ciamis.

Publik kini menanti langkah konkret pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan tersebut secara terbuka dan akuntabel.

Continue Reading

News

Didi Sukardi Dorong Musola Dusun Sukadana Jadi Pusat Pendidikan dan Persatuan

Published

on

By

CIAMIS – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pembangunan sarana ibadah kembali terlihat di Dusun Sukadana RT 006/RW 007 Desa Sukawening Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis.

Kegiatan peletakan batu pertama pembangunan musola berlangsung khidmat dan penuh antusiasme masyarakat setempat.

Hadir dalam kegiatan tersebut tokoh masyarakat, para pemuda, aparatur desa, serta anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Didi Sukardi yang turut memberikan dukungan moril terhadap pembangunan musola tersebut.

Didi Sukardi menyampaikan bahwa pembangunan musola bukan hanya sekadar mendirikan bangunan fisik, tetapi juga membangun pusat kebersamaan, pendidikan akhlak, dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

“Musola ini nantinya bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga tempat mempererat silaturahmi, pembinaan generasi muda, serta pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Saya sangat mengapresiasi kekompakan warga Dusun Sukadana yang masih menjaga budaya gotong royong,” ujar Didi.

Ia juga berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar dan mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat sehingga musola dapat segera dimanfaatkan oleh warga.

Suasana penuh kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan tersebut.

Warga bersama-sama mengikuti prosesi peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan rumah ibadah yang telah lama diharapkan masyarakat.

Tokoh masyarakat setempat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta dukungan semua pihak yang telah membantu terlaksananya pembangunan musola di wilayah mereka.

Dengan dimulainya pembangunan ini, masyarakat berharap keberadaan musola nantinya dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan yang membawa keberkahan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjadi sarana pendidikan spiritual bagi generasi muda di Dusun Sukadana Desa Sukawening Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis.

Continue Reading

Trending