Najib Ajak Warga Fahami Nilai Dasar Berbangsa

BANDUNG — Anggota MPR RI,.Ahmad Najib Qodratullah kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kegiatan ini menegaskan bahwa Empat Pilar bukan sekadar materi formal, melainkan pedoman hidup yang harus dihayati dan diamalkan dalam keseharian.
Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika disampaikan secara sistematis dan kontekstual kepada peserta yang berasal dari berbagai latar belakang masyarakat.
Dalam pemaparannya, Najib Qodratullah menekankan pentingnya memahami Empat Pilar secara utuh, tidak hanya sebagai hafalan, tetapi sebagai nilai yang membentuk karakter bangsa.
Ia menilai, tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks, mulai dari menguatnya individualisme hingga lunturnya semangat persatuan.
“Empat Pilar adalah fondasi. Jika fondasi ini rapuh, maka bangunan kebangsaan kita ikut goyah,” tegasnya di Bandung, (09/12).
Menurutnya, Pancasila harus hadir dalam tindakan nyata, bukan hanya slogan.
Begitu pula UUD 1945 harus dipahami sebagai rujukan hukum yang menjamin keadilan sosial, sementara NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi perekat keberagaman Indonesia.
Kegiatan sosialisasi ini juga membuka ruang dialog antara narasumber dan peserta.
Sejumlah warga menyampaikan pandangan dan kegelisahan mereka terkait kondisi sosial, ekonomi, hingga politik di tingkat lokal.
Diskusi berlangsung dinamis dan menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap isu kebangsaan.
Ahmad Najib Qodratullah menilai keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan sosialisasi Empat Pilar.
Ia menegaskan bahwa negara tidak bisa berdiri hanya dengan regulasi, tetapi membutuhkan kesadaran kolektif dari warganya.
“Kesadaran berbangsa tidak lahir dari paksaan, tetapi dari pemahaman. Inilah tujuan utama sosialisasi Empat Pilar,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, regenerasi pemahaman kebangsaan menjadi krusial di tengah arus globalisasi dan derasnya informasi digital.
Sosialisasi Empat Pilar ini diharapkan mampu memperkuat nilai persatuan, menumbuhkan sikap toleran, serta membangun komitmen bersama untuk menjaga keutuhan NKRI dalam bingkai kebhinekaan.



