Connect with us

News

Pojok Sehat Jiwa, Inovasi Humanis Dinkes Ciamis untuk Kesehatan Mental

Pojok Sehat Jiwa, sebuah inisiatif di Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, mengintegrasikan seni lukis untuk menjaga kesehatan mental pegawai. Diciptakan oleh dr. Eni Rochaeni, ruang ini menjadi simbol ekspresi emosional dan dialog batin, serta memperkuat nilai estetika di tempat kerja. Kesehatan jiwa dipandang vital dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Published

on

Pojok Sehat Jiwa, Inovasi Humanis Dinkes Ciamis untuk Kesehatan Mental

Upaya menjaga kesehatan jiwa tidak selalu harus dimulai dari ruang klinis atau pendekatan medis semata. Di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, sebuah inovasi humanis justru lahir dari ruang kerja, melalui medium seni lukis yang sederhana namun sarat makna.

Inovasi tersebut diberi nama Pojok Sehat Jiwa, sebuah ruang ekspresi yang menggabungkan seni, empati, dan semangat pelayanan kesehatan masyarakat.

Pojok Sehat Jiwa hadir sebagai bentuk kesadaran bahwa kesehatan mental merupakan fondasi penting dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Deretan lukisan yang terpajang rapi di salah satu dinding kantor Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Ciamis bukan sekadar elemen dekoratif.

Puluhan karya tersebut menjadi simbol dialog batin, ruang refleksi, sekaligus media menjaga keseimbangan emosional para pegawai.

Inisiatif ini digagas oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Ciamis, dr. Eni Rochaeni.

Bersama para stafnya, ia menghadirkan karya-karya lukisan yang sebagian besar merupakan hasil ekspresi pribadi para pegawai.

Setiap lukisan dibingkai dengan baik dan dilengkapi identitas pembuatnya, sebagai bentuk apresiasi terhadap proses kreatif dan keberanian mengekspresikan perasaan.

Beragam aliran seni mewarnai Pojok Sehat Jiwa. Lukisan realis dan surealis berpadu menggambarkan harmoni manusia dengan alam, nuansa romantisme, hingga sentuhan melankolis.

Keberagaman tersebut menciptakan suasana ruang kerja yang lebih hidup, hangat, dan menenangkan, sekaligus memperkuat nilai estetika lingkungan kantor.

Menurut dr. Eni Rochaeni, Pojok Sehat Jiwa merupakan media untuk mengekspresikan jiwa sekaligus menjaga kesehatan mental para petugas kesehatan.

Ia menegaskan bahwa sebagai pelaksana program kesehatan masyarakat, pihaknya harus mampu menjadi teladan dalam menjaga kesehatan fisik dan jiwa.

“Kami membuat Pojok Sehat Jiwa yang berisi puluhan lukisan hasil karya saya dan para staf di Bidang Kesehatan Masyarakat. Setiap lukisan ada nama pelukisnya. Ini adalah cara kami mengekspresikan jiwa agar tetap sehat, produktif, bahagia, dan penuh cinta,” ujar Eni.

Ia menambahkan, tanggung jawab petugas kesehatan tidak hanya berkutat pada pelayanan fisik, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan mental masyarakat.

Hal ini sejalan dengan tugas Bidang Kesehatan Masyarakat yang menaungi 37 puskesmas di Kabupaten Ciamis dalam melakukan skrining kesehatan fisik dan jiwa.

Kesehatan jiwa, lanjut Eni, menjadi perhatian khusus dalam kebijakan dan program yang dijalankan.

Seluruh puskesmas di Kabupaten Ciamis telah memiliki petugas yang siap menangani gangguan kesehatan jiwa dan melayani masyarakat yang membutuhkan pendampingan.

“Di seluruh puskesmas sudah tersedia petugas penanganan gangguan jiwa. Mereka siap melayani warga masyarakat, mulai dari pencegahan hingga pengobatan,” jelasnya.

Pendekatan yang dilakukan tidak bersifat parsial, melainkan mencakup siklus kehidupan secara menyeluruh.

Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga ibu hamil, seluruh kelompok usia menjadi sasaran perhatian dalam upaya menjaga kesehatan jiwa.

“Dengan pendekatan siklus hidup, kami harus memastikan kesehatan jiwa masyarakat tetap baik. Karena itu, di beberapa puskesmas kami juga mengajak penyintas gangguan kesehatan mental untuk berolahraga bersama dan berkomunikasi secara aktif sebagai bagian dari proses pemulihan,” ungkap Eni.

Beragam program kesehatan masyarakat yang dijalankan kerap menuntut kesiapan fisik dan mental para petugas.

Menyadari hal tersebut, pendekatan humanis melalui seni dipilih sebagai salah satu cara untuk menjaga ketahanan mental di lingkungan kerja.

Seni lukis dipandang mampu menjadi ruang dialog batin yang efektif, baik bagi petugas kesehatan maupun masyarakat.

Menurut Eni, seni hanyalah salah satu dari banyak pendekatan yang bisa digunakan untuk menjaga kesehatan jiwa.

Media ekspresi lain pun memiliki nilai yang sama selama mampu membuka ruang keberagaman, empati, dan kemanusiaan.

“Banyak cara yang bisa dilakukan, lewat seni melukis atau media lainnya. Semua itu baik, selama dapat membantu menjaga kesehatan jiwa. Dalam menjalankan program kesehatan pemerintah, kami sering kali harus hadir di ruang-ruang keberagaman dan humanisme,” tuturnya.

Meski bukan berlatar belakang sebagai seniman, dr. Eni Rochaeni dan para stafnya menunjukkan bahwa inovasi dapat lahir dari kepekaan terhadap kebutuhan dasar manusia.

Pojok Sehat Jiwa menjadi bukti bahwa ruang kerja dapat diubah menjadi ruang pemulihan, refleksi, dan penguatan mental.

Inovasi ini sekaligus menegaskan bahwa pelayanan kesehatan yang efektif tidak hanya bertumpu pada prosedur dan kebijakan, tetapi juga pada sentuhan kemanusiaan.

Melalui Pojok Sehat Jiwa, Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis menghadirkan pendekatan yang lentur, inklusif, dan menyentuh fitrah manusia yang selalu mendambakan keindahan dan ketenangan jiwa.

Continue Reading

News

Didi Sukardi Serukan Pers Profesional dan Berintegritas

Published

on

By

Ciamis — Didi Sukardi menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga kebebasan pers yang bertanggung jawab dalam momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia yang diperingati setiap 3 Mei.

Didi mengajak insan pers untuk tetap profesional, independen, dan berpihak pada kebenaran di tengah derasnya arus informasi digital.

Dalam pernyataannya, Didi Sukardi menegaskan bahwa pers memiliki peran penting sebagai penjaga demokrasi dan penyambung suara masyarakat.

Menurutnya, kebebasan pers bukan hanya soal kebebasan menyampaikan informasi, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral dan etika jurnalistik.

“Pers yang bebas adalah cahaya bagi kebenaran, penjaga demokrasi, dan suara bagi yang tak terdengar,” demikian kutipan pesan yang disampaikan dalam peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026.

Tokoh muda asal Ciamis itu juga berharap insan pers di Indonesia semakin profesional dan berintegritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Ia menilai media memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan mampu mencerdaskan masyarakat.

Di era digital saat ini, menurut Didi, tantangan dunia pers semakin kompleks. Penyebaran informasi yang cepat sering kali diiringi munculnya hoaks, disinformasi, hingga konten yang memecah belah masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kebebasan pers dengan tanggung jawab dan etika.

Selain menyoroti pentingnya profesionalisme, Didi Sukardi juga menekankan bahwa pers yang independen menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat demokrasi di Indonesia.

Pers yang sehat diyakini mampu menciptakan ruang publik yang kritis, edukatif, dan bermartabat.

Pesan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 yang disampaikan Didi Sukardi mendapat perhatian dari berbagai kalangan masyarakat dan pegiat media di Kabupaten Ciamis.

Ucapan tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa pers memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi sekaligus membangun bangsa yang lebih maju.

Dengan mengusung semangat “Pers Bebas, Demokrasi Kuat, Bangsa Bermartabat”, peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia tahun ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara media, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa dalam menjaga ruang informasi yang sehat dan terpercaya.

Continue Reading

News

Strategi Bupati Tasikmalaya Sulap Infrastruktur Jadi Magnet Wisata

Published

on

By

Strategi Bupati Tasikmalaya Sulap Infrastruktur Jadi Magnet Wisata

TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tengah melakukan langkah berani dalam membenahi wajah infrastrukturnya. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 32 ruas jalan strategis kini menjadi target prioritas peningkatan kualitas. Langkah ini merupakan strategi besar pemerintah daerah untuk menjadikan sektor pariwisata dan pertanian sebagai motor utama penggerak ekonomi warga.

Guna merealisasikan ambisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menjalin kerja sama strategis melalui skema pinjaman daerah senilai Rp230 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). Dana segar ini dialokasikan khusus untuk mempercepat pembenahan jalur-jalur “urat nadi” yang selama ini kondisinya menghambat mobilitas warga dan wisatawan.

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur bukan sekadar urusan teknis pengaspalan, melainkan tentang membangun fondasi kesejahteraan. Ia memprioritaskan jalur-jalur yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi ekonomi, terutama di wilayah yang memiliki potensi alam melimpah.

“Kami tidak hanya memperbaiki jalan yang rusak, tapi kami membidik ruas yang mampu menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru. Wilayah wisata harus lebih hidup, dan pemerintah wajib menunjangnya dengan akses jalan yang layak. Jika aksesnya sulit, potensi seindah apa pun akan tetap tersembunyi,” ujar Cecep di Pendopo Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (30/4/2026).

Data teknis menunjukkan bahwa 32 ruas tersebut tersebar di wilayah krusial, mulai dari jalur Papayan–Cikalong, Ciawi–Singaparna, Manonjaya–Salopa, hingga Cineam–Rajadatu. Pengerjaan ini diharapkan mampu memangkas waktu distribusi hasil bumi dari desa ke pusat kota, sekaligus memberikan kenyamanan bagi pelancong yang ingin mengeksplorasi keindahan alam Tasikmalaya.

Menjual Pesona Tasikmalaya Lewat Rute Tematik

Salah satu terobosan menarik dalam kebijakan ini adalah perancangan jalur wisata khusus yang menyasar komunitas otomotif berskala nasional. Cecep telah menjalin komunikasi intensif dengan berbagai komunitas, termasuk Mercedes Jip Indonesia (MJI), untuk menjadikan Tasikmalaya sebagai rute touring utama di Jawa Barat.

Konsepnya bukan sekadar melintas, melainkan sebuah perjalanan naratif. Rute dirancang mulai dari gerbang masuk Kampung Naga di Salawu yang ikonik dengan kearifan lokalnya, berlanjut ke sentra manggis di Puspahiang untuk agrowisata, melintasi hamparan hijau kebun teh di desa wisata Taraju, hingga menembus kawasan asri Bojonggambir. Perjalanan ini diproyeksikan berakhir di eksotisme pantai selatan Cipatujah.

“Pemilihan rute ini bertujuan agar seluruh kawasan wisata yang dilalui mendapatkan dampak ekonomi langsung. Wisatawan bisa berhenti di Puspahiang untuk mencicipi manggis, atau menyeruput teh di Taraju. Inilah cara kita menghidupkan ekonomi rakyat melalui infrastruktur,” tegas Cecep.

Komitmen Transparansi dan Kualitas

Menyadari bahwa proyek ini menggunakan dana pinjaman, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memberikan jaminan ketat terkait transparansi dan kualitas pengerjaan. Proyek ini tidak hanya dikejar kecepatannya, tetapi juga daya tahannya agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya dalam jangka panjang tanpa perlu perbaikan berulang setiap tahun.

Melalui infrastruktur yang mantap, Kabupaten Tasikmalaya optimistis mampu meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional. Harapannya, akses jalan yang mulus akan mengundang investor, menciptakan lapangan kerja baru di sektor jasa pariwisata, dan pada akhirnya, meningkatkan taraf hidup masyarakat Kabupaten Tasikmalaya secara menyeluruh.

Continue Reading

News

Pesan Mendalam Bupati Tasikmalaya untuk Jemaah Haji Kloter 11

Published

on

By

Pesan Mendalam Bupati Tasikmalaya untuk Jemaah Haji Kloter 11

TASIKMALAYA – Halaman Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya berubah menjadi lautan emosi pada Rabu (29/04/2026). Di bawah langit yang khidmat, sebanyak 438 jemaah calon haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 11 KJT resmi dilepas untuk menunaikan rukun Islam kelima. Isak tangis haru dari keluarga yang melepas dan binar bahagia dari para jemaah berpadu dalam prosesi keberangkatan yang sakral.

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, yang hadir langsung untuk melepas para tamu Allah tersebut, tampak tak kuasa menahan rasa harunya. Saat berdiri di podium, suaranya sesekali bergetar, mencerminkan beratnya amanah sekaligus rasa syukur atas keberangkatan warganya ke Tanah Suci.

Dalam sambutannya, Bupati Cecep memberikan pesan yang melampaui sekadar wejangan formal birokrasi. Ia menekankan bahwa perjalanan haji adalah sebuah perjalanan batin yang menuntut transformasi karakter.

“Bapak dan Ibu sekalian adalah orang-orang pilihan yang telah dipanggil oleh Allah SWT. Oleh karena itu, niatkanlah ibadah ini murni karena-Nya. Buang jauh-jauh rasa bangga diri atau keinginan untuk dipuji. Haji adalah ujian keikhlasan dan kesabaran hati yang paling nyata,” tutur Cecep.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik daerah. Sebagai duta bangsa, khususnya perwakilan dari Kabupaten Tasikmalaya yang dikenal religius, jemaah diminta untuk selalu mengedepankan kesantunan dan sikap saling menolong. “Di sana nanti, ego akan diuji. Jangan biarkan perbedaan pendapat merusak kekompakan. Saling jaga, saling bantu, karena kalian adalah satu keluarga besar Agri Tasik,” tambahnya.

Potret Perjuangan dan Penantian

Momen emosional memuncak saat bus mulai dipanaskan. Di antara kerumunan, tampak Ny. Kurniasih (70), seorang jemaah lansia yang telah menanti keberangkatan ini selama belasan tahun. Dengan tangan gemetar, ia berkali-kali mendekap cucunya, seolah ingin menitipkan doa terakhir sebelum berangkat. Pemandangan serupa terlihat di sepanjang barisan bus; pelukan erat antara anak dan orang tua menjadi penutup perjumpaan fisik untuk sementara waktu.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memastikan bahwa setiap jemaah, termasuk lansia seperti Ny. Kurniasih, telah mendapatkan pengawalan kesehatan yang intensif. Persiapan matang mulai dari bimbingan manasik hingga simulasi keberangkatan telah dilakukan jauh-jauh hari guna meminimalisir kendala di Tanah Suci yang cuacanya diprediksi cukup menantang tahun ini.

Rincian Keberangkatan

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Hj. Iin Ufairoh, memberikan rincian teknis terkait perjalanan ini. Ia menjelaskan bahwa jemaah Kloter 11 KJT akan terlebih dahulu memasuki Embarkasi Indramayu sebelum bertolak menuju Arab Saudi melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati pada Kamis (30/04/2026) sore.

“Hari ini adalah gelombang besar pertama kami dengan 438 jemaah. Setelah ini, kami juga tetap fokus mempersiapkan keberangkatan 177 jemaah sisanya yang tergabung dalam Kloter 29 KJT, yang dijadwalkan berangkat pada Rabu, 13 Mei 2026 mendatang,” jelas Iin.

Prosesi ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Bupati. Saat bus-bus mulai perlahan meninggalkan area Islamic Center, lambaian tangan dan sapaan “Labbaik Allahumma Labbaik” sayup-sayup terdengar, mengiringi langkah para tamu Allah menuju perjalanan paling berarti dalam hidup mereka.

Continue Reading

Trending