News
Apresiasi Bupati Cecep untuk NPCI: Bukti Bahwa Kemauan Mengalahkan Keterbatasan
TASIKMALAYA – Di tengah suasana hangat perayaan Idulfitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memberikan penghormatan khusus bagi para pejuang olahraga disabilitas. Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, menghadiri langsung kegiatan Halalbihalal bersama kontingen bayangan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat VII Tahun 2026 yang tergabung dalam National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Tasikmalaya, bertempat di Hotel Grand Metro, Jumat (17/04/2026).
Momentum ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa, melainkan panggung apresiasi bagi para atlet yang tengah mempersiapkan diri mengharumkan nama Bumi Sukapura di ajang bergengsi Peparda Jabar VII mendatang. Kehadiran Bupati menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi para atlet, pelatih, hingga jajaran official yang selama ini bekerja keras melampaui keterbatasan.
Dalam pidatonya yang sarat akan rasa bangga, Bupati Cecep menegaskan bahwa standar prestasi yang ditorehkan oleh keluarga besar NPCI Kabupaten Tasikmalaya telah berada di level yang luar biasa. Beliau menolak pandangan yang membedakan prestasi atlet disabilitas dengan atlet pada umumnya.
“Sesungguhnya semangat keluarga besar NPCI layak mendapatkan apresiasi yang jauh lebih besar. Prestasi yang kalian torehkan bukan lagi sekadar level lokal atau regional. Kalian telah membuktikan bahwa atlet Kabupaten Tasikmalaya mampu bicara banyak di level global. Semangat inilah yang menjadi inspirasi bagi seluruh warga kami,” ujar Bupati Cecep dengan nada mantap.
Apresiasi ini didasari oleh konsistensi para atlet NPCI dalam menyumbangkan medali dan mengharumkan nama daerah di berbagai kompetisi, yang membuktikan bahwa dedikasi dan latihan keras mampu mengalahkan segala hambatan fisik.
Silaturahmi Tanpa Batas
Mengambil hikmah dari bulan suci Ramadan dan Idulfitri, Bupati juga menitipkan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga kebersamaan. Beliau menekankan bahwa hubungan kemanusiaan dan semangat kolaborasi harus terus dipupuk tanpa melihat kekurangan masing-masing.
“Saya mengajak seluruh keluarga besar NPCI untuk terus mempererat silaturahmi. Jangan jadikan keterbatasan fisik membuat silaturahmi kita menjadi terbatas. Silaturahmi itu sifatnya tidak terbatas, melintasi sekat-sekat kondisi apa pun,” tambahnya.
Bupati meyakini bahwa kekuatan utama kontingen Kabupaten Tasikmalaya dalam menghadapi Peparda VII nanti bukan hanya terletak pada keahlian teknis, melainkan pada soliditas dan rasa kekeluargaan yang kuat antara atlet, manajer, pelatih, hingga tim satgas.
Dukungan Penuh Menuju Peparda VII 2026
Kegiatan yang juga dihadiri oleh unsur Forkopimda, Kepala Disparpora, serta perwakilan NPCI dari wilayah tetangga seperti Kota Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar ini, mempertegas dukungan lintas sektoral terhadap ekosistem olahraga disabilitas.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga berkomitmen untuk terus mengawal persiapan kontingen bayangan ini agar mampu tampil maksimal. Bupati berharap, motivasi yang diberikan dalam momen Halalbihalal ini dapat menjadi bahan bakar semangat bagi para atlet untuk terus berlatih dengan disiplin tinggi guna meraih prestasi tertinggi dan kembali mengharumkan nama Kabupaten Tasikmalaya di kancah Jawa Barat maupun nasional.
News
Putera Baubau Persembahkan Rambut Sewu: Satu Langkah Getih
JAKARTA — Industri perfilman horor Indonesia kembali menghadirkan karya yang mengeksplorasi kekayaan mitologi Nusantara. Film RAMBUT SEWU – Satu Langkah Getih siap menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.
Film ini menghadirkan atmosfer horor yang berpijak pada kearifan lokal dan mitos Jawa. Di balik produksi film tersebut terdapat sosok M. Zakir Rasyidin, putra asli Baubau, Sulawesi Tenggara, yang membawa perspektif Indonesia Timur ke panggung perfilman nasional.
Zakir memadukan kekuatan narasi tradisional dengan teknologi sinema modern.
Perpaduan tersebut menghasilkan pengalaman sinematik yang tidak sekadar mengandalkan kejutan, tetapi juga membangun ketegangan melalui atmosfer, visual, dan permainan audio.
Menurut Zakir, judul Rambut Sewu – Satu Langkah Getih memiliki filosofi yang kuat.
“Sewu berarti seribu. Ini bukan soal satu helai rambut, tetapi tentang ribuan kutukan dan ribuan dendam yang saling mengikat dan menjerat. Satu langkah saja salah, darah menjadi taruhannya. Itu makna dari Satu Langkah Getih,” ujar Zakir.
Pemilihan tema tersebut memperlihatkan upaya film dalam mengartikulasikan mitologi Jawa melalui medium sinema kontemporer. Unsur tradisi tidak sekadar menjadi latar, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun konflik dan karakter cerita.
Launching Trailer di XXI Metropole
Menjelang penayangan perdana, tim produksi akan menggelar Launching Trailer & Poster Resmi pada Selasa, 6 Oktober 2026, mulai pukul 12.00 WIB hingga selesai di XXI Metropole, Menteng, Jakarta Pusat.
Acara tersebut akan menghadirkan para pemain, tim kreatif, serta puluhan media nasional. Penonton dan awak media juga akan menyaksikan trailer perdana dengan dukungan tata suara Dolby Surround.
Teknologi audio tersebut memperkuat atmosfer teror dari berbagai penjuru ruang, sementara visual film menawarkan lanskap hutan berkabut, nuansa kelam, serta teror rambut yang terus menghantui.
Kehadiran Rambut Sewu – Satu Langkah Getih sekaligus mempertegas eksistensi talenta dari Indonesia Timur dalam industri film nasional.
Zakir membuktikan bahwa kreativitas tidak mengenal batas geografis ketika bertemu dengan keberanian mengangkat cerita lokal ke dalam kemasan sinema modern.
RAMBUT SEWU – Satu Langkah Getih tayang serentak di bioskop Indonesia pada 5 November 2026.
News
Kekeringan Mengancam, Nana Sutisna Desak Pemkab Ciamis Gerakkan Penghijauan
CIAMIS – Krisis air akibat darurat kekeringan menjadi perhatian serius di sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis.
Kondisi tersebut mendorong perlunya langkah jangka panjang untuk menjaga ketersediaan sumber air, salah satunya melalui gerakan penghijauan dan penanaman pohon resapan secara masif di kawasan pedesaan.
Anggota DPRD PKS Ciamis, Nana Sutisna, menilai gerakan menanam pohon yang berfungsi menjaga resapan air belum menjadi gerakan bersama yang masif dan terencana di tingkat pemerintah daerah.
Nana mengungkapkan, dirinya pernah menyampaikan usulan tersebut dalam rapat kerja bersama Dinas Lingkungan Hidup.
Ia mendorong pemerintah menginisiasi penanaman pohon resapan di sekitar sumber mata air, lembah, serta kawasan hulu atau lebak yang tersebar di pelosok desa.
“Pohon seperti picung dan aren bisa ditanam di sekitar sumber mata air maupun lembah-lembah. Tujuannya untuk membantu menjaga ketersediaan air, terutama ketika memasuki musim kemarau,” ujar Nana Sutisna.
Menurutnya, kondisi geografis dan siklus cuaca di Ciamis membuat masyarakat perlu mempersiapkan ketersediaan air sejak musim penghujan.
Air hujan yang turun perlu dikelola agar tidak seluruhnya mengalir begitu saja, tetapi sebagian dapat terserap dan tersimpan di dalam tanah.
Nana mengajak pemerintah daerah, pemerintah desa, komunitas, serta masyarakat untuk menjadikan penghijauan sebagai gerakan bersama.
Penanaman pohon tidak cukup dilakukan secara seremonial, tetapi perlu dirancang berkelanjutan dengan menentukan lokasi, jenis tanaman, serta pemeliharaannya.
“Karena kita memiliki musim hujan dan musim kemarau, maka dari sekarang ayo kita mulai masifkan penghijauan di kampung-kampung,” katanya.
Gerakan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga sumber mata air sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan dan ketersediaan air masyarakat Ciamis dalam menghadapi musim kemarau.
News
TOP Dapil 5, KDS Tekankan Pengabdian Terbaik bagi Masyarakat
CIAMIS – Bidang Relawan dan Saksi Nasional DPD PKS Kabupaten Ciamis menggelar Training Orientasi Partai (TOP) Dapil 5 di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Selasa, 29 September 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari wilayah daerah pemilihan (dapil) 5.
TOP menjadi bagian dari pembekalan dan penguatan kapasitas relawan serta saksi PKS di tingkat wilayah.
Ketua DPD PKS Kabupaten Ciamis, Didi Sukardi, dalam arahannya menekankan pentingnya kesiapan seluruh peserta untuk bergerak dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat.
Menurut Didi, aktivitas politik tidak cukup hanya berorientasi pada agenda internal organisasi.
Relawan dan kader juga perlu hadir di tengah masyarakat melalui kerja dan pengabdian yang memberikan manfaat.
“Harus siap bergerak dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat,” ujar Didi dalam arahannya.
Didi menilai keberadaan relawan dan saksi memiliki peran penting dalam membangun komunikasi organisasi dengan masyarakat sekaligus memastikan kesiapan struktur menghadapi berbagai agenda politik yang akan datang.
Sementara itu, Dony Sugandi menyampaikan pentingnya mengaktivasi saksi sejak dini.
Menurutnya, kesiapan saksi tidak seharusnya dibangun menjelang pelaksanaan pemilu saja, tetapi perlu dipersiapkan jauh sebelumnya.
“Untuk mengaktivasi saksi dilakukan sejak dini, karena kemenangan PKS harus dipersiapkan dari sekarang,” kata Dony.
-
News5 bulan agoDPD PKS Ciamis Ajukan PAW Anggota DPRD, Ibnu Abdillah Fauzi Diusulkan Gantikan Almarhum Dede Herli
-
News9 bulan agoKomisi I DPRD Jabar Dorong Profesionalisme ASN dan Reformasi Kepegawaian
-
News6 bulan agoTriple S Tundukkan KILLA dengan Skor Telak
-
News4 bulan agoDidi Sukardi Dorong Musola Dusun Sukadana Jadi Pusat Pendidikan dan Persatuan
-
News6 bulan agoLeuwi Keris Hari Ini, Potensi Besar yang Masih Menunggu ‘Sentuhan’
-
News9 bulan agoKDM Rangkul PDIP, Ada Apa?
-
News6 bulan agoPKS Ciamis Apresiasi Perjuangan Nelayan
-
News5 bulan agoMilad PKS ke-24, KDS Borong Jajanan Pedagang Keliling
