Connect with us

News

PKS Tawarkan Dua Kandidat Calon Wakil Bupati Ciamis

Published

on

CIAMIS — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Ciamis mulai mengerucutkan pilihan untuk mengisi posisi Wakil Bupati Ciamis yang kini kosong.

PKS mengantongi dua nama potensial, yakni Gitta Griselda Jamil, istri mendiang Wakil Bupati Ciamis Yana Diana Putra, dan Dr. Heri Solehudin.

Ketua DPD PKS Kabupaten Ciamis Didi Sukardi mengatakan, proses pengisian kursi wakil bupati bermula dari surat Bupati Ciamis kepada DPRD Kabupaten Ciamis.

Melalui surat tersebut, bupati menyerahkan sepenuhnya proses penentuan calon wakil bupati kepada partai politik.

Menurut Didi, para ketua partai politik kemudian menggelar pertemuan pada 15 Agustus lalu di Cafe Doi.

Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan agar setiap partai menyampaikan sikap dan pilihan masing-masing terkait figur yang akan diusulkan.

“PKS sudah mengantongi dua nama, yaitu Bu Gitta Griselda Jamil dan Pak Heri Solehudin,” kata Didi.

PKS, kata Didi, mempertimbangkan Gitta bukan semata karena statusnya sebagai istri almarhum Yana Diana Putra.

Didi menegaskan, partainya juga melihat kapasitas, kemampuan, serta rekam kiprah Gitta di tengah masyarakat.

Menurutnya, pilihan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen PKS menjaga etika dan moral dalam politik.

Gitta saat ini juga menjabat sebagai Ketua Wanita PUI Kabupaten Ciamis.

“Bu Gitta memiliki kemampuan dan kapasitas. PKS juga ingin menjaga etika dan moral politik dalam proses ini,” ujarnya.

Sementara itu, Heri Solehudin telah menyampaikan visi dan misinya di hadapan jajaran pengurus DPD PKS Kabupaten Ciamis pada Minggu 16 Agustus.

“Jadi langkah PKS ini menjadi bagian penting dalam dinamika politik Ciamis setelah kursi wakil bupati mengalami kekosongan cukup lama. Kita berharap pilihan ini yang terbaik,”pungkasnya.

 

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

News

Kemerdekaan RI Jangan Ternoda Korupsi

Published

on

By

CIAMIS — Anggota DPRD Kabupaten Ciamis dari Fraksi PKS, Abu Bakar Sidik, menilai antusiasme masyarakat menjadi refleksi penting bahwa kemerdekaan harus menghadirkan kebahagiaan yang nyata dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat.

Menurutnya, kebahagiaan dalam merayakan kemerdekaan tidak boleh berhenti sebagai euforia sesaat.

Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus menghadirkan kemerdekaan melalui keadilan, kesejahteraan, pendidikan yang layak, serta rasa aman.

“Semoga kebahagiaan ini bukan kebahagiaan sesaat, tetapi kebahagiaan yang dapat dirasakan selama hayat masih dikandung badan,” ujarnya saat menghadiri upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Cikoneng, Ciamis, (17/08).

Pesan tersebut semakin kuat melalui aksi teatrikal yang mewarnai ragkaian upacara.

Salah seorang peserta mengenakan jas dan dasi dengan kepala menyerupai tikus. Simbol korupsi.

Adegan itu menyampaikan kritik terhadap pengkhianatan bangsa dan praktik korupsi yang merampas hak masyarakat.

Karena itu Abu Bakar menegaskan, korupsi bertentangan dengan cita-cita kemerdekaan.

“Seperti pesan Bung Hatta bahwa korupsi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap cita-cita proklamasi. Harus kita perangi,”tandasnya.

Abu Bakar berharap DPRD dan Pemerintah Kabupaten Ciamis terus memperkuat sinergi.

Ia mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Ciamis.

“Semoga sinergitas DPRD dan pemerintah Kabupaten Ciamis terus dibangun untuk melahirkan kebijakan-kebijakan yang mementingkan kesejahteraan rakyat Ciamis. Merdeka!” tutupnya.

Continue Reading

News

Menjaga Alam Wujud Hakiki Kemerdekaan

Published

on

By

CIAMIS — Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan momentum krusial.

Salah satu pesan utamanya adalah memperkuat kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Demikian disampaikan H. Ade Amran, M.H., anggota Komisi C DPRD Kabupaten Ciamis sekaligus Sekretaris Fraksi PKS, dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2, Senin, (17/08).

Menurut Ade, Kabupaten Ciamis memiliki potensi alam yang sangat besar. Kabupaten Ciamis tidak hanya memiliki kawasan pertanian, tetapi juga pegunungan, mata air, sungai dan sejumlah situ (danau) yang melengkapi alam Ciamis.

“Kalau kita bicara kemerdekaan, jangan hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan. Kita juga harus memerdekakan lingkungan kita dari kerusakan, dari sampah, dan dari perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab,” ujar Ade.

Ia mencontohkan keberadaan Gunung Sawal yang berada di kawasan utara Ciamis. Menurutnya, kawasan pegunungan tersebut memiliki fungsi ekologis yang jauh lebih besar daripada sekadar menjadi bentang alam.

Gunung Sawal merupakan salah satu kawasan penting bagi tata air dan kehidupan masyarakat di wilayah sekitarnya.

Kawasan hutan dan vegetasinya berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, menyimpan air dan menopang keberlangsungan sumber-sumber air.

“Gunung Sawal itu dapat dibilang sumber kehidupan. Ada air, ada kawasan resapan, ada oksigen dan ada ekosistem yang harus kita jaga. Kalau kawasan atasnya rusak, dampaknya akan dirasakan masyarakat di bawah,” katanya.

Ade juga menyoroti banyaknya situ yang dimiliki Kabupaten Ciamis. Salah satunya adalah Situ Lengkong Panjalu, yang menurutnya memiliki nilai ekologis, sosial, budaya sekaligus ekonomi.

Menurut dia, keberadaan situ harus dipandang lebih luas. Situ bukan sekadar destinasi wisata, tetapi bagian dari sistem lingkungan yang harus dijaga bersama.

“Kita memiliki banyak situ. Itu adalah kekayaan yang luar biasa. Jangan sampai kita hanya berpikir bagaimana situ menjadi objek wisata, tetapi lupa bagaimana menjaga kualitas air, kawasan sekitarnya dan ekosistemnya,” tuturnya.

Potensi tersebut, lanjut Ade, merupakan modal besar bagi Ciamis untuk membangun ekonomi daerah yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Sisi lain, Ciamis juga memiliki rekam jejak dalam bidang kebersihan dan lingkungan. Berbagai penghargaan bergensi pernah diraih Ciamis sebagai  bukti upaya pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan daerah.

“Namin itu bukan akhir cerita. Kita tentu bersyukur dan bangga ketika Ciamis mendapatkan penghargaan sebagai daerah yang bersih. Tetapi yang lebih penting lagi bagaimana penghargaan itu menjadi budaya hidup masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah.

Pangkal penguatan sesungguhnya ada dalam kesadaran mandiri masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah.

Ia menilai paradigma masyarakat perlu terus dibangun. Sampah bukan semata-mata urusan petugas kebersihan atau pemerintah daerah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang dimulai dari setiap rumah tangga.

“Sampah itu lahir dari aktivitas kita. Maka tanggung jawab pertama juga ada pada kita. Jangan semua sampah kita serahkan kepada pemerintah,” kata Ade.

Ia mendorong agar masyarakat mulai membiasakan memilah sampah, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, mengolah sampah organik dan memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.

Ade melihat semangat gotong royong yang menjadi karakter masyarakat Ciamis dapat menjadi kekuatan utama dalam gerakan lingkungan.

Menurutnya, pemerintah perlu hadir melalui regulasi, fasilitas, edukasi dan sistem pengelolaan sampah yang baik. Namun pada saat yang sama masyarakat harus menjadi subjek utama gerakan tersebut.

“Pemerintah tidak mungkin mengawasi setiap rumah selama 24 jam. Karena itu yang paling penting adalah kesadaran. Kalau kesadaran sudah tumbuh, masyarakat akan menjaga lingkungannya sendiri,” katanya.

Ia berharap momentum kemerdekaan dapat menjadi titik penguatan gerakan bersama menjaga lingkungan.

Bagi Ade, menjaga lingkungan juga merupakan bentuk investasi jangka panjang.

“Kita mungkin tidak menikmati seluruh hasilnya hari ini. Tetapi pohon yang kita tanam hari ini, sumber air yang kita jaga hari ini, sungai yang kita bersihkan hari ini, itu yang akan dinikmati anak cucu kita,” ujarnya.

Ade pun mengajak masyarakat Ciamis menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum membangun semangat baru: merdeka dari perilaku yang merusak lingkungan.

Ia mengajak masyarakat memulai dari hal-hal sederhana, mulai dari rumah, lingkungan tempat tinggal, sekolah, tempat kerja hingga ruang publik.

“Mari kita isi kemerdekaan dengan sesuatu yang konkret. Jangan membuang sampah sembarangan, jaga sungai, rawat mata air, tanam pohon dan jaga kawasan Gunung Sawal. Kalau kita mencintai Ciamis, salah satu buktinya adalah kita menjaga alam Ciamis,” tegasnya.

Ade berharap Ciamis ke depan tidak hanya dikenal sebagai daerah yang pernah mendapatkan penghargaan kebersihan, tetapi benar-benar menjadi kabupaten yang memiliki budaya hidup bersih dan kesadaran ekologis yang kuat.

“Ciamis ini dianugerahi alam yang luar biasa. Tugas kita bukan hanya menikmati kekayaan alam, tetapi memastikan alam tersebut tetap ada dan tetap sehat untuk generasi berikutnya. Itulah salah satu cara kita mengisi kemerdekaan,” pungkasnya.

Continue Reading

News

Kemerdekaan Momentum Membangun Ciamis Lebih Sejahtera

Published

on

By

CIAMIS — Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Ibnu Abdillah Hamam Fauzi mengatakan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan enjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk mengisi kemerdekaan melalui pengabdian, persatuan, dan kerja nyata.

Semangat tersebut, salah satunya,  menjadi pijakan dalam mendorong pembangunan Kabupaten Ciamis agar semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai bagian dari lembaga legislatif Kabupaten Ciamis, lanjut Ibnu, komitmen untuk menyerap aspirasi dan mengawal program pembangunan terus menjadi bagian penting dalam menjalankan amanah masyarakat.

“Pembangunan tidak cukup hanya tercatat dalam laporan, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Ciamis,”ucap politisi PKS itu.

lebih dalam Ibnu mengurai bahwa kemerdekaan juga memiliki makna yang lebih luas. Masyarakat perlu mendapatkan rasa aman, pendidikan yang layak, pelayanan kesehatan yang baik, serta kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga.

“Pembangunan Ciamis tentunya diharapkan tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi. Nilai agama, persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial juga perlu menjadi fondasi dalam membangun Ciamis yang kita cintai ini,”terangnya.

Karena itu, sambung Ibnu, pemerintah dan DPRD perlu terus memperkuat sinergi dengan tokoh agama, pemuda, dunia pendidikan, pelaku usaha, serta seluruh elemen masyarakat.

” Saya kira kita sangat sepakat bahwa kolaborasi menjadi modal penting untuk menjawab berbagai kebutuhan dan tantangan pembangunan di Ciamis saat ini dan seterusnya. Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka! Merdeka! Merdeka,”pungkasnya.

Continue Reading

Trending