News
Nyalakan Cahaya dari Rumah, Frustasi Bukan Akhir Cerita
Jomantara.com – Di tengah derasnya informasi kejahatan, korupsi, kesulitan ekonomi, ketimpangan sosial, hingga kemerosotan akhlak, tidak sedikit masyarakat yang akhirnya merasa pesimis. Seolah-olah keadaan semakin sulit diperbaiki.
Yang lebih memprihatinkan, di tengah suasana seperti itu muncul persoalan lain: masyarakat semakin mudah terjebak dalam kegaduhan.
Hoaks dan informasi yang belum jelas kebenarannya disebarkan, orang saling menuduh, saling mencaci, mencemooh dan mempermalukan.
Banyak energi habis untuk berdebat dan menyalahkan, sementara persoalan sesungguhnya tetap tidak terselesaikan.
Padahal, jika setiap persoalan dibalas dengan kemarahan, setiap perbedaan dijadikan pertengkaran, dan setiap berita langsung disebarkan tanpa tabayyun, kita justru ikut memperbesar masalah.
Masyarakat menjadi lelah, hubungan sosial rusak, persaudaraan melemah, dan ruang publik dipenuhi kebisingan.
Di sinilah pentingnya kedewasaan tidak semua yang kita dengar harus kita sebarkan, tidak semua yang kita baca harus kita percayai, dan tidak setiap kesalahan harus dijawab dengan caci maki.
Namun, menurut H. Ade Amran, S.Pd.I, M.H., melihat kondisi zaman tidak boleh berhenti pada keluhan dan frustrasi.
Justru, semakin berat tantangan kehidupan, semakin besar pula kebutuhan umat untuk kembali membangun kekuatan dari fondasi paling dasar yakni keluarga.
Jangan sampai kita terlalu sibuk mengutuk keadaan, tetapi lupa bertanya: apa yang sudah kita lakukan untuk memperbaikinya?.
Saya melihat bahwa berbagai persoalan bangsa tidak semata-mata dapat diselesaikan dengan kebijakan politik.
Ada persoalan yang jauh lebih mendasar, yakni ketahanan moral dan spiritual masyarakat.
Dalam perspektif Islam, Rasulullah ﷺ telah memberikan gambaran tentang berbagai fitnah dan tantangan yang akan muncul menjelang akhir zaman.
Tetapi nubuwah tentang beratnya zaman bukanlah alasan untuk menyerah. Sebaliknya, ia menjadi pengingat agar orang beriman semakin kokoh, menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari kerusakan.
Perubahan dimulai dari rumah
Keluarga perlu kembali menjadi tempat tumbuhnya iman, ibadah, akhlak, kasih sayang, disiplin dan produktivitas.
Anak-anak tidak cukup hanya diberi pendidikan akademik, tetapi juga keteladanan.
Orang tua tidak cukup meminta anak menjadi baik, tetapi harus menjadi contoh kebaikan.
Dari keluarga yang kuat lahir pribadi yang kuat. Dari pribadi yang kuat lahir masyarakat yang sehat. Dari masyarakat yang sehat akan lahir pemimpin yang memiliki integritas.
Karena itu gerakannya tidak perlu menunggu menjadi orang besar.
Mulailah memperbaiki diri. Kemudian kuatkan keluarga. Setelah itu jadilah inisiator kebaikan di keluarga besar, tetangga dan lingkungan.
Saling mengingatkan dalam kebaikan, membantu yang kesulitan, menghidupkan majelis ilmu, membangun kepedulian sosial, mendidik generasi muda, mendorong masyarakat produktif, dan menjaga lingkungan—semuanya adalah bagian dari membangun peradaban.
Jangan menunggu negara menjadi baik untuk kita berbuat baik. Justru masyarakat yang baiklah yang secara bertahap akan melahirkan negara yang baik.
Sejarah Indonesia juga menunjukkan bahwa perubahan besar tidak selalu bermula dari kekuasaan.
Banyak gerakan kebangkitan bangsa tumbuh dari pendidikan, keluarga, pesantren, komunitas dan kesadaran masyarakat.
Maka, di tengah berbagai kegelisahan hari ini, jangan kehilangan harapan.
Nyalakan cahaya dari rumah kita masing-masing.
Satu keluarga yang kokoh mungkin terlihat kecil. Tetapi jika menjadi gerakan ribuan, jutaan keluarga, ia akan menjadi kekuatan sosial yang besar.
Dari sana, insyaallah harga diri umat akan kembali tumbuh, masyarakat menjadi lebih kuat, pemimpin yang adil lebih mungkin lahir, dan negeri ini semakin dekat kepada keberkahan.
Bukan sekadar bertahan menghadapi zaman, tetapi bersama-sama memperbaiki zaman.
H Ade Amran, S.Pd.I, M.H.,
Politisi PKS, pelaku pendidikan & pemerhati sosial
News
Didi Sukardi Bakar Semangat Kader PKS Ciamis
CIAMIS — Ketua DPD PKS Kabupaten Ciamis, H. Didi Sukardi, membakar semangat kader untuk menghadapi kontestasi politik 2029.
Ia menegaskan, PKS tidak hanya membidik penambahan kursi legislatif, tetapi juga menargetkan kadernya memimpin Kabupaten Ciamis sebagai bupati.
Pernyataan itu disampaikan Didi saat memberikan arahan dalam Training Orientasi Partai Bidang Relawan dan Saksi Nasional yang digelar DPD PKS Kabupaten Ciamis, Senin, (31/08).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas dan kesiapan kader menghadapi agenda politik mendatang.
Didi menyebut target tersebut memang tidaklah ringan. Namun, ia meyakini target sembilan kursi DPRD Kabupaten Ciamis hingga memenangkan kader PKS sebagai bupati pada 2029 dapat dicapai jika seluruh kader bergerak bersama.
“Bagaimana caranya menambah kursi dari lima menjadi sembilan? Kader PKS harus menjadi bupati Ciamis 2029. Ini berat, tetapi akan menjadi ringan kalau kita pahami bahwa terlibat di PKS kita niatkan sebagai ibadah,” tegas Didi.
Menurutnya, PKS tidak bisa mengandalkan kekuatan finansial dalam menghadapi pertarungan politik.
Justru keterbatasan tersebut harus mendorong kader memperkuat soliditas, pelayanan kepada masyarakat, kerja kolektif, dan militansi.
“Karena kita tidak punya cukup uang, itu justru menjadi ciri PKS. Kita punya kader, kita punya kebersamaan, dan kita punya semangat untuk melayani,” ujarnya.
Didi juga menekankan pentingnya membangun kesadaran bahwa aktivitas politik kader bukan semata-mata mengejar jabatan.
Setiap kerja politik harus berangkat dari niat pengabdian dan ibadah.
“Kalau niat kita ibadah, insyaallah kita tidak mudah lelah. Kita tidak menghitung apa yang kita dapat, tetapi apa yang bisa kita berikan kepada masyarakat,” katanya.
Perkuat Relawan dan Saksi
Training tersebut juga menjadi momentum memperkuat barisan relawan dan saksi sebagai bagian penting dalam strategi pemenangan pemilu.
Didi mendorong kader memahami tugas, menjaga integritas, sekaligus memastikan suara masyarakat terlindungi dalam setiap tahapan pemilu.
Target sembilan kursi sendiri sejalan dengan agenda penguatan struktur dan kaderisasi PKS Ciamis. Didi sebelumnya juga menekankan bahwa kemenangan politik harus dibangun melalui kaderisasi, pelayanan publik, serta kerja nyata di tengah masyarakat.
Dalam struktur kepengurusan periode 2025–2030, Didi Sukardi tercatat sebagai Ketua DPD PKS Kabupaten Ciamis.
Didi juga menegaskan identitas ideologis partainya.
“PKS satu-satunya partai yang berasas Islam,” ujarnya, seraya mengajak kader menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam menjalankan aktivitas politik dan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan target lima menjadi sembilan kursi dan cita-cita mengantarkan kader PKS menjadi Bupati Ciamis 2029, Didi meminta seluruh kader tidak melihat beratnya target sebagai alasan untuk mundur.
“Kalau kita bergerak bersama dan kita niatkan sebagai ibadah, yang berat akan menjadi ringan,” pungkasnya.
News
Abu Bakar Sidik Apresiasi Kemenag Dorong PTKI Unggul
CIAMIS — Anggota DPRD Kabupaten Ciamis Fraksi PKS, Abu Bakar Sidik, mengapresiasi Kementerian Agama (Kemenag) yang terus mendorong peningkatan mutu pendidikan Islam melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Abu Bakar dalam kegiatan Peningkatan Mutu Pendidikan Islam 2026 di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Maarif, Ciamis, Senin, (31/08).
Kegiatan tersebut mengangkat sosialisasi kebijakan pengembangan dosen, tenaga kependidikan, dan Tri Dharma Perguruan Tinggi menuju Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang unggul di Ciamis.
Menurut Abu Bakar, kegiatan seperti Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) memiliki peran penting.
Selain menjadi ruang edukasi untuk meningkatkan wawasan keislaman masyarakat, program tersebut juga menjadi sarana Kemenag menyampaikan berbagai kebijakan pendidikan Islam secara langsung.
“Sebagai wakil masyarakat Ciamis, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kemenag yang telah melakukan edukasi peningkatan wawasan agama Islam bagi masyarakat melalui program NGOPI,” ujarnya.
Ia menilai kebijakan pengembangan dosen, penguatan tenaga kependidikan, serta peningkatan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi fondasi penting untuk mewujudkan PTKI yang unggul.
Ia menegaskan, kelengkapan sarana dan prasarana saja tidak cukup untuk membangun perguruan tinggi berkualitas.
Perguruan tinggi membutuhkan dosen yang terus berkembang kompetensinya, tenaga kependidikan yang kuat, serta pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara optimal.
“Sebagai wakil rakyat sekaligus bagian dari masyarakat, saya sangat mendorong kebijakan ini. Walaupun sarana dan prasarana lengkap, tanpa pengembangan kompetensi dosen, penguatan tenaga kependidikan, dan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mustahil tercipta PTKI yang unggul,” katanya.
Ia berharap kebijakan tersebut semakin memperkuat kualitas PTKI sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, kompeten, dan memiliki daya saing tinggi.
“Pendidikan Islam harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai akhlak dan karakter,” pungkasnya.
News
Ibnu: Desil Jangan Hanya Andalkan Data Administratif
CIAMIS — Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Ibnu Abdillah Hamam Fauzi, mendorong pemerintah memastikan penerapan data desil berjalan secara akurat dan rasional.
Ia menyampaikan hal itu saat menggelar reses di Saung Sawah Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Jumat (28/8/2026).
Menurut Ibnu, pemerintah perlu merasionalisasi kembali penggunaan data desil agar benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat yang sebenarnya
Data yang akurat akan membuat proses penentuan penerima bantuan berlangsung lebih objektif.
“Desil ini harus lebih dirasionalisasi. Datanya harus akurat supaya penentuan penerima bantuan lebih objektif. Jangan sampai penerapannya seperti uji coba, kemudian dampaknya justru kurang pas di masyarakat,” katanya.
Ia berharap pemerintah tidak hanya mengandalkan data administratif, tetapi juga memastikan kondisi faktual masyarakat masuk dalam proses pendataan dan pemutakhiran.
Ibnu menilai ketepatan data menjadi kunci agar program bantuan sosial mencapai warga yang benar-benar membutuhkan.
“Harapannya, dengan adanya desil ini bantuan pemerintah semakin tepat sasaran. Jangan sampai karena data yang kurang akurat, masyarakat yang seharusnya mendapatkan bantuan justru tidak mendapatkannya,” ujarnya.
Selain persoalan data desil, masyarakat dalam reses tersebut juga menyampaikan aspirasi terkait perbaikan selokan dan kali.
Infrastruktur drainase tersebut dinilai membutuhkan perhatian agar fungsi saluran air tetap optimal dan tidak menimbulkan persoalan bagi lingkungan warga.
Ibnu mengatakan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi catatan untuk diperjuangkan melalui lembaga DPRD dan komunikasi dengan pemerintah daerah.
“Pasti ini menjadi kajian penting yang akan serius kita perhatikan. Seluruh aspirasi yang hari ini disampaikan akan kami bahas bersama eksekutif,”pungkasnya.
-
News4 bulan agoDPD PKS Ciamis Ajukan PAW Anggota DPRD, Ibnu Abdillah Fauzi Diusulkan Gantikan Almarhum Dede Herli
-
News8 bulan agoKomisi I DPRD Jabar Dorong Profesionalisme ASN dan Reformasi Kepegawaian
-
News5 bulan agoTriple S Tundukkan KILLA dengan Skor Telak
-
News4 bulan agoDidi Sukardi Dorong Musola Dusun Sukadana Jadi Pusat Pendidikan dan Persatuan
-
News8 bulan agoKDM Rangkul PDIP, Ada Apa?
-
News5 bulan agoLeuwi Keris Hari Ini, Potensi Besar yang Masih Menunggu ‘Sentuhan’
-
News4 bulan agoMilad PKS ke-24, KDS Borong Jajanan Pedagang Keliling
-
News5 bulan agoPKS Ciamis Apresiasi Perjuangan Nelayan
