Leuwi Keris Hari Ini, Potensi Besar yang Masih Menunggu ‘Sentuhan’

Ciamis – Kunjungan Didi Sukardi ke kawasan Bendungan Leuwi Keris belum lama ini menyoroti kondisi terkini bendungan yang dinilai memprihatinkan.
Infrastruktur strategis yang seharusnya menjadi penopang irigasi dan destinasi wisata ini justru menghadapi persoalan lingkungan dan penataan kawasan.
Dalam pantauannya, Didi menemukan permukaan air bendungan dipenuhi eceng gondok dan rumput liar yang kian meluas.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu fungsi utama bendungan, terutama dalam menjaga kapasitas tampung air dan kelancaran aliran.
“Ini tidak bisa dianggap sepele. Kalau dibiarkan, eceng gondok bisa mempercepat pendangkalan dan menurunkan fungsi bendungan,” ujar Didi saat meninjau lokasi.
Selain persoalan lingkungan, ia juga menyoroti kondisi pedagang di sekitar kawasan bendungan yang belum memiliki tempat usaha permanen.
Banyak pedagang masih berjualan secara seadanya tanpa fasilitas yang memadai, meskipun kawasan tersebut mulai menarik kunjungan masyarakat.
Menurut Didi, hal ini menunjukkan belum adanya penataan kawasan yang terintegrasi antara fungsi bendungan sebagai infrastruktur publik dan sebagai ruang ekonomi rakyat.
Ia menilai, pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah konkret agar potensi ekonomi tidak tumbuh secara liar tanpa arah.
“Kita tidak boleh hanya membangun fisik bendungannya saja, tapi juga harus memikirkan dampak sosial-ekonominya. Pedagang perlu ditata dan difasilitasi,” tegasnya.
Ia juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menangani persoalan tersebut, termasuk normalisasi area bendungan dari tanaman liar serta penyediaan zona khusus bagi pelaku UMKM.
Kunjungan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur besar tidak berhenti pada tahap peresmian.
Tanpa pengelolaan yang serius dan berkelanjutan, Bendungan Leuwi Keris berisiko kehilangan fungsi optimalnya.
Didi berharap, temuan di lapangan ini dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait agar bendungan tidak hanya menjadi simbol pembangunan, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.



