News
Komisi I DPRD Jabar Desak Sertifikasi Aset Daerah Dipercepat
BANDUNG – Komisi I DPRD Jawa Barat mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempercepat penyelesaian sertifikasi aset daerah yang hingga kini masih belum seluruhnya tuntas.
Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Didi Sukardi, menegaskan persoalan aset daerah tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, kepastian administrasi dan legalitas aset menjadi bagian penting dalam menjaga serta mengamankan kekayaan milik pemerintah daerah.
“Ini harus terus kita dorong agar proses sertifikasi aset berjalan dan ada hasil yang bisa diukur. Jangan sampai persoalan administrasi aset dibiarkan tanpa penyelesaian,” ujar Didi Sukardi, Jumat (7/8/2026).
Didi mengatakan, Komisi I DPRD Jabar akan menjalankan fungsi pengawasan secara berkelanjutan dengan meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyampaikan perkembangan terbaru terkait proses sertifikasi aset.
Pengawasan tersebut, kata dia, tidak hanya dilakukan melalui rapat bersama organisasi perangkat daerah maupun pihak terkait. Komisi I juga turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sejumlah aset yang masih menghadapi persoalan.
“Kita tidak hanya membahasnya di ruang rapat. Ada juga kunjungan lapangan untuk melihat langsung kondisi aset yang bermasalah, termasuk tanah yang belum dimanfaatkan maupun aset yang status administrasinya perlu ditertibkan,” katanya.
Didi menuturkan, penataan aset membutuhkan koordinasi lintas pihak. Karena itu, Komisi I DPRD Jawa Barat akan terus berkomunikasi dengan instansi maupun pihak yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan dan pengamanan aset daerah.
Ia menilai pemerintah daerah perlu memiliki progres report yang jelas sehingga perkembangan sertifikasi aset dapat diketahui secara berkala.
“Yang kami minta sederhana, ada progres yang jelas. Mana aset yang sudah selesai, mana yang masih berproses, dan apa kendalanya. Dengan begitu, persoalannya bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Menurut Didi, keberadaan aset yang belum memiliki kepastian administrasi maupun legalitas berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari. Karena itu, proses sertifikasi harus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Komisi I DPRD Jabar sebelumnya telah melakukan peninjauan terhadap sejumlah aset milik pemerintah daerah. Beberapa di antaranya berupa tanah idle, aset yang masih menghadapi persoalan, hingga aset yang berkaitan dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Didi menilai peninjauan langsung diperlukan untuk mengetahui kondisi faktual di lapangan sekaligus mencari solusi atas hambatan yang membuat proses penataan aset berjalan lambat.
“Kita ingin aset-aset milik daerah ini jelas statusnya dan tertib secara administrasi. Jangan sampai aset yang seharusnya menjadi kekayaan daerah justru menimbulkan masalah karena belum tersertifikasi atau belum tertata dengan baik,” tutur Didi.
Ia menambahkan, Komisi I DPRD Jawa Barat akan terus mendorong gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian lebih besar terhadap persoalan tersebut.
Upaya percepatan sertifikasi aset diharapkan tidak berhenti pada pembahasan dalam rapat, tetapi menghasilkan langkah konkret dan terukur. Dengan demikian, seluruh aset daerah dapat terlindungi secara hukum, tertib secara administrasi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Barat.
Jika ingin, saya juga bisa buatkan versi lebih tajam ala portal berita online, lengkap dengan judul SEO, meta description, slug, dan 5 alternatif headline.
News
Didi Sukardi Bakar Semangat Kader PKS Ciamis
CIAMIS — Ketua DPD PKS Kabupaten Ciamis, H. Didi Sukardi, membakar semangat kader untuk menghadapi kontestasi politik 2029.
Ia menegaskan, PKS tidak hanya membidik penambahan kursi legislatif, tetapi juga menargetkan kadernya memimpin Kabupaten Ciamis sebagai bupati.
Pernyataan itu disampaikan Didi saat memberikan arahan dalam Training Orientasi Partai Bidang Relawan dan Saksi Nasional yang digelar DPD PKS Kabupaten Ciamis, Senin, (31/08).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas dan kesiapan kader menghadapi agenda politik mendatang.
Didi menyebut target tersebut memang tidaklah ringan. Namun, ia meyakini target sembilan kursi DPRD Kabupaten Ciamis hingga memenangkan kader PKS sebagai bupati pada 2029 dapat dicapai jika seluruh kader bergerak bersama.
“Bagaimana caranya menambah kursi dari lima menjadi sembilan? Kader PKS harus menjadi bupati Ciamis 2029. Ini berat, tetapi akan menjadi ringan kalau kita pahami bahwa terlibat di PKS kita niatkan sebagai ibadah,” tegas Didi.
Menurutnya, PKS tidak bisa mengandalkan kekuatan finansial dalam menghadapi pertarungan politik.
Justru keterbatasan tersebut harus mendorong kader memperkuat soliditas, pelayanan kepada masyarakat, kerja kolektif, dan militansi.
“Karena kita tidak punya cukup uang, itu justru menjadi ciri PKS. Kita punya kader, kita punya kebersamaan, dan kita punya semangat untuk melayani,” ujarnya.
Didi juga menekankan pentingnya membangun kesadaran bahwa aktivitas politik kader bukan semata-mata mengejar jabatan.
Setiap kerja politik harus berangkat dari niat pengabdian dan ibadah.
“Kalau niat kita ibadah, insyaallah kita tidak mudah lelah. Kita tidak menghitung apa yang kita dapat, tetapi apa yang bisa kita berikan kepada masyarakat,” katanya.
Perkuat Relawan dan Saksi
Training tersebut juga menjadi momentum memperkuat barisan relawan dan saksi sebagai bagian penting dalam strategi pemenangan pemilu.
Didi mendorong kader memahami tugas, menjaga integritas, sekaligus memastikan suara masyarakat terlindungi dalam setiap tahapan pemilu.
Target sembilan kursi sendiri sejalan dengan agenda penguatan struktur dan kaderisasi PKS Ciamis. Didi sebelumnya juga menekankan bahwa kemenangan politik harus dibangun melalui kaderisasi, pelayanan publik, serta kerja nyata di tengah masyarakat.
Dalam struktur kepengurusan periode 2025–2030, Didi Sukardi tercatat sebagai Ketua DPD PKS Kabupaten Ciamis.
Didi juga menegaskan identitas ideologis partainya.
“PKS satu-satunya partai yang berasas Islam,” ujarnya, seraya mengajak kader menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam menjalankan aktivitas politik dan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan target lima menjadi sembilan kursi dan cita-cita mengantarkan kader PKS menjadi Bupati Ciamis 2029, Didi meminta seluruh kader tidak melihat beratnya target sebagai alasan untuk mundur.
“Kalau kita bergerak bersama dan kita niatkan sebagai ibadah, yang berat akan menjadi ringan,” pungkasnya.
News
Abu Bakar Sidik Apresiasi Kemenag Dorong PTKI Unggul
CIAMIS — Anggota DPRD Kabupaten Ciamis Fraksi PKS, Abu Bakar Sidik, mengapresiasi Kementerian Agama (Kemenag) yang terus mendorong peningkatan mutu pendidikan Islam melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Abu Bakar dalam kegiatan Peningkatan Mutu Pendidikan Islam 2026 di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Maarif, Ciamis, Senin, (31/08).
Kegiatan tersebut mengangkat sosialisasi kebijakan pengembangan dosen, tenaga kependidikan, dan Tri Dharma Perguruan Tinggi menuju Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang unggul di Ciamis.
Menurut Abu Bakar, kegiatan seperti Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) memiliki peran penting.
Selain menjadi ruang edukasi untuk meningkatkan wawasan keislaman masyarakat, program tersebut juga menjadi sarana Kemenag menyampaikan berbagai kebijakan pendidikan Islam secara langsung.
“Sebagai wakil masyarakat Ciamis, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kemenag yang telah melakukan edukasi peningkatan wawasan agama Islam bagi masyarakat melalui program NGOPI,” ujarnya.
Ia menilai kebijakan pengembangan dosen, penguatan tenaga kependidikan, serta peningkatan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi fondasi penting untuk mewujudkan PTKI yang unggul.
Ia menegaskan, kelengkapan sarana dan prasarana saja tidak cukup untuk membangun perguruan tinggi berkualitas.
Perguruan tinggi membutuhkan dosen yang terus berkembang kompetensinya, tenaga kependidikan yang kuat, serta pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara optimal.
“Sebagai wakil rakyat sekaligus bagian dari masyarakat, saya sangat mendorong kebijakan ini. Walaupun sarana dan prasarana lengkap, tanpa pengembangan kompetensi dosen, penguatan tenaga kependidikan, dan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mustahil tercipta PTKI yang unggul,” katanya.
Ia berharap kebijakan tersebut semakin memperkuat kualitas PTKI sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, kompeten, dan memiliki daya saing tinggi.
“Pendidikan Islam harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai akhlak dan karakter,” pungkasnya.
News
Ibnu: Desil Jangan Hanya Andalkan Data Administratif
CIAMIS — Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Ibnu Abdillah Hamam Fauzi, mendorong pemerintah memastikan penerapan data desil berjalan secara akurat dan rasional.
Ia menyampaikan hal itu saat menggelar reses di Saung Sawah Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Jumat (28/8/2026).
Menurut Ibnu, pemerintah perlu merasionalisasi kembali penggunaan data desil agar benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat yang sebenarnya
Data yang akurat akan membuat proses penentuan penerima bantuan berlangsung lebih objektif.
“Desil ini harus lebih dirasionalisasi. Datanya harus akurat supaya penentuan penerima bantuan lebih objektif. Jangan sampai penerapannya seperti uji coba, kemudian dampaknya justru kurang pas di masyarakat,” katanya.
Ia berharap pemerintah tidak hanya mengandalkan data administratif, tetapi juga memastikan kondisi faktual masyarakat masuk dalam proses pendataan dan pemutakhiran.
Ibnu menilai ketepatan data menjadi kunci agar program bantuan sosial mencapai warga yang benar-benar membutuhkan.
“Harapannya, dengan adanya desil ini bantuan pemerintah semakin tepat sasaran. Jangan sampai karena data yang kurang akurat, masyarakat yang seharusnya mendapatkan bantuan justru tidak mendapatkannya,” ujarnya.
Selain persoalan data desil, masyarakat dalam reses tersebut juga menyampaikan aspirasi terkait perbaikan selokan dan kali.
Infrastruktur drainase tersebut dinilai membutuhkan perhatian agar fungsi saluran air tetap optimal dan tidak menimbulkan persoalan bagi lingkungan warga.
Ibnu mengatakan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi catatan untuk diperjuangkan melalui lembaga DPRD dan komunikasi dengan pemerintah daerah.
“Pasti ini menjadi kajian penting yang akan serius kita perhatikan. Seluruh aspirasi yang hari ini disampaikan akan kami bahas bersama eksekutif,”pungkasnya.
-
News4 bulan agoDPD PKS Ciamis Ajukan PAW Anggota DPRD, Ibnu Abdillah Fauzi Diusulkan Gantikan Almarhum Dede Herli
-
News8 bulan agoKomisi I DPRD Jabar Dorong Profesionalisme ASN dan Reformasi Kepegawaian
-
News5 bulan agoTriple S Tundukkan KILLA dengan Skor Telak
-
News4 bulan agoDidi Sukardi Dorong Musola Dusun Sukadana Jadi Pusat Pendidikan dan Persatuan
-
News8 bulan agoKDM Rangkul PDIP, Ada Apa?
-
News5 bulan agoLeuwi Keris Hari Ini, Potensi Besar yang Masih Menunggu ‘Sentuhan’
-
News4 bulan agoMilad PKS ke-24, KDS Borong Jajanan Pedagang Keliling
-
News5 bulan agoPKS Ciamis Apresiasi Perjuangan Nelayan
