News
Didi Sukardi Tegaskan Arah Kembara 2026: Perkuat Pancasila, Taat Konstitusi & Pengabdian
Ciamis – Wujud nyata komitmen dalam memperkuat wawasan kebangsaan kembali ditunjukkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). DPD PKS Ciamis, Banjar, dan Pangandaran secara resmi menggelar Kemah Bela Negara (Kembara) 2026 yang dipusatkan di Bumi Perkemahan (Buper) Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Kegiatan yang diikuti oleh ratusan kader tersebut dirancang sebagai bagian penting dari agenda strategis pendidikan politik PKS. Kembara tidak sekadar menjadi kegiatan perkemahan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter, penguatan wawasan kebangsaan, serta penanaman nilai-nilai bela negara dan Pancasila kepada para kader.
Ketua DPD PKS Ciamis, H. Didi Sukardi (KDS), menjadi salah satu ketua DPD yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Kembara bertujuan menginternalisasi nilai-nilai luhur Pancasila sekaligus merealisasikan amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 mengenai hak dan kewajiban setiap warga negara dalam upaya bela negara.
“Kembara ini didesain sebagai perangkat pendidikan politik khusus untuk menghasilkan kader-kader yang tangguh, patuh pada hukum, tidak mudah mengeluh, dan selalu siap mengabdi saat negara serta masyarakat membutuhkan,” tegas KDS.
Menurutnya, semangat bela negara tidak semata-mata diwujudkan dalam bentuk pertahanan secara fisik, tetapi juga melalui sikap dan perilaku setiap warga negara dalam menjalankan tanggung jawab sosial serta menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Dalam pelaksanaannya, Kembara 2026 menekankan empat pilar kaderisasi yang berlandaskan nilai dasar bela negara dan Pancasila.
Pertama, spiritualitas keagamaan. Pilar ini diarahkan untuk memperkuat mental dan spiritual kader sebagai wujud implementasi Sila Pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa. Nilai-nilai keagamaan diharapkan menjadi landasan moral dalam setiap aktivitas dan pengabdian kader.
Kedua, pembangunan karakter dan disiplin. Para peserta dibekali dengan penanaman jiwa patriotik, kepatuhan terhadap hukum, ketangguhan mental, serta kedisiplinan dalam menjalankan aturan dan menjaga ketertiban sosial. Pilar ini diharapkan membentuk kader yang memiliki integritas dan mampu menghadapi berbagai tantangan.
Ketiga, persatuan dan kebersamaan. Semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam berbagai aktivitas selama perkemahan. Melalui kebersamaan dan simulasi kerja kelompok, para kader didorong untuk meleburkan ego pribadi, membangun solidaritas, serta memperkuat persaudaraan sebagai manifestasi Sila Ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia.
Keempat, pengabdian kepada masyarakat dan negara. Kader diarahkan untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial serta kesiapan untuk mengambil peran ketika masyarakat dan negara membutuhkan. Nilai pengabdian ini menjadi bagian penting dalam membentuk kader yang tidak hanya memiliki kemampuan politik, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial.
Melalui pelaksanaan Kembara 2026, PKS Ciamis, Banjar, dan Pangandaran berharap ratusan kader yang kembali ke daerah masing-masing mampu mengemban mandat sebagai pelopor dalam menegakkan nilai-nilai Pancasila.
Para kader juga diharapkan mampu berkontribusi dalam merawat kedaulatan bangsa, memperkuat persatuan, serta aktif mengawal jalannya demokrasi, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Dengan demikian, Kembara 2026 tidak hanya menjadi agenda kaderisasi internal, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar PKS dalam menyiapkan kader yang memiliki karakter kuat, wawasan kebangsaan, kepatuhan terhadap hukum, serta kesiapan untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
News
Didi Sukardi Bakar Semangat Kader PKS Ciamis
CIAMIS — Ketua DPD PKS Kabupaten Ciamis, H. Didi Sukardi, membakar semangat kader untuk menghadapi kontestasi politik 2029.
Ia menegaskan, PKS tidak hanya membidik penambahan kursi legislatif, tetapi juga menargetkan kadernya memimpin Kabupaten Ciamis sebagai bupati.
Pernyataan itu disampaikan Didi saat memberikan arahan dalam Training Orientasi Partai Bidang Relawan dan Saksi Nasional yang digelar DPD PKS Kabupaten Ciamis, Senin, (31/08).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas dan kesiapan kader menghadapi agenda politik mendatang.
Didi menyebut target tersebut memang tidaklah ringan. Namun, ia meyakini target sembilan kursi DPRD Kabupaten Ciamis hingga memenangkan kader PKS sebagai bupati pada 2029 dapat dicapai jika seluruh kader bergerak bersama.
“Bagaimana caranya menambah kursi dari lima menjadi sembilan? Kader PKS harus menjadi bupati Ciamis 2029. Ini berat, tetapi akan menjadi ringan kalau kita pahami bahwa terlibat di PKS kita niatkan sebagai ibadah,” tegas Didi.
Menurutnya, PKS tidak bisa mengandalkan kekuatan finansial dalam menghadapi pertarungan politik.
Justru keterbatasan tersebut harus mendorong kader memperkuat soliditas, pelayanan kepada masyarakat, kerja kolektif, dan militansi.
“Karena kita tidak punya cukup uang, itu justru menjadi ciri PKS. Kita punya kader, kita punya kebersamaan, dan kita punya semangat untuk melayani,” ujarnya.
Didi juga menekankan pentingnya membangun kesadaran bahwa aktivitas politik kader bukan semata-mata mengejar jabatan.
Setiap kerja politik harus berangkat dari niat pengabdian dan ibadah.
“Kalau niat kita ibadah, insyaallah kita tidak mudah lelah. Kita tidak menghitung apa yang kita dapat, tetapi apa yang bisa kita berikan kepada masyarakat,” katanya.
Perkuat Relawan dan Saksi
Training tersebut juga menjadi momentum memperkuat barisan relawan dan saksi sebagai bagian penting dalam strategi pemenangan pemilu.
Didi mendorong kader memahami tugas, menjaga integritas, sekaligus memastikan suara masyarakat terlindungi dalam setiap tahapan pemilu.
Target sembilan kursi sendiri sejalan dengan agenda penguatan struktur dan kaderisasi PKS Ciamis. Didi sebelumnya juga menekankan bahwa kemenangan politik harus dibangun melalui kaderisasi, pelayanan publik, serta kerja nyata di tengah masyarakat.
Dalam struktur kepengurusan periode 2025–2030, Didi Sukardi tercatat sebagai Ketua DPD PKS Kabupaten Ciamis.
Didi juga menegaskan identitas ideologis partainya.
“PKS satu-satunya partai yang berasas Islam,” ujarnya, seraya mengajak kader menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam menjalankan aktivitas politik dan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan target lima menjadi sembilan kursi dan cita-cita mengantarkan kader PKS menjadi Bupati Ciamis 2029, Didi meminta seluruh kader tidak melihat beratnya target sebagai alasan untuk mundur.
“Kalau kita bergerak bersama dan kita niatkan sebagai ibadah, yang berat akan menjadi ringan,” pungkasnya.
News
Abu Bakar Sidik Apresiasi Kemenag Dorong PTKI Unggul
CIAMIS — Anggota DPRD Kabupaten Ciamis Fraksi PKS, Abu Bakar Sidik, mengapresiasi Kementerian Agama (Kemenag) yang terus mendorong peningkatan mutu pendidikan Islam melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Abu Bakar dalam kegiatan Peningkatan Mutu Pendidikan Islam 2026 di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Maarif, Ciamis, Senin, (31/08).
Kegiatan tersebut mengangkat sosialisasi kebijakan pengembangan dosen, tenaga kependidikan, dan Tri Dharma Perguruan Tinggi menuju Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang unggul di Ciamis.
Menurut Abu Bakar, kegiatan seperti Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) memiliki peran penting.
Selain menjadi ruang edukasi untuk meningkatkan wawasan keislaman masyarakat, program tersebut juga menjadi sarana Kemenag menyampaikan berbagai kebijakan pendidikan Islam secara langsung.
“Sebagai wakil masyarakat Ciamis, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kemenag yang telah melakukan edukasi peningkatan wawasan agama Islam bagi masyarakat melalui program NGOPI,” ujarnya.
Ia menilai kebijakan pengembangan dosen, penguatan tenaga kependidikan, serta peningkatan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi fondasi penting untuk mewujudkan PTKI yang unggul.
Ia menegaskan, kelengkapan sarana dan prasarana saja tidak cukup untuk membangun perguruan tinggi berkualitas.
Perguruan tinggi membutuhkan dosen yang terus berkembang kompetensinya, tenaga kependidikan yang kuat, serta pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara optimal.
“Sebagai wakil rakyat sekaligus bagian dari masyarakat, saya sangat mendorong kebijakan ini. Walaupun sarana dan prasarana lengkap, tanpa pengembangan kompetensi dosen, penguatan tenaga kependidikan, dan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mustahil tercipta PTKI yang unggul,” katanya.
Ia berharap kebijakan tersebut semakin memperkuat kualitas PTKI sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, kompeten, dan memiliki daya saing tinggi.
“Pendidikan Islam harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai akhlak dan karakter,” pungkasnya.
News
Ibnu: Desil Jangan Hanya Andalkan Data Administratif
CIAMIS — Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Ibnu Abdillah Hamam Fauzi, mendorong pemerintah memastikan penerapan data desil berjalan secara akurat dan rasional.
Ia menyampaikan hal itu saat menggelar reses di Saung Sawah Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Jumat (28/8/2026).
Menurut Ibnu, pemerintah perlu merasionalisasi kembali penggunaan data desil agar benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat yang sebenarnya
Data yang akurat akan membuat proses penentuan penerima bantuan berlangsung lebih objektif.
“Desil ini harus lebih dirasionalisasi. Datanya harus akurat supaya penentuan penerima bantuan lebih objektif. Jangan sampai penerapannya seperti uji coba, kemudian dampaknya justru kurang pas di masyarakat,” katanya.
Ia berharap pemerintah tidak hanya mengandalkan data administratif, tetapi juga memastikan kondisi faktual masyarakat masuk dalam proses pendataan dan pemutakhiran.
Ibnu menilai ketepatan data menjadi kunci agar program bantuan sosial mencapai warga yang benar-benar membutuhkan.
“Harapannya, dengan adanya desil ini bantuan pemerintah semakin tepat sasaran. Jangan sampai karena data yang kurang akurat, masyarakat yang seharusnya mendapatkan bantuan justru tidak mendapatkannya,” ujarnya.
Selain persoalan data desil, masyarakat dalam reses tersebut juga menyampaikan aspirasi terkait perbaikan selokan dan kali.
Infrastruktur drainase tersebut dinilai membutuhkan perhatian agar fungsi saluran air tetap optimal dan tidak menimbulkan persoalan bagi lingkungan warga.
Ibnu mengatakan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi catatan untuk diperjuangkan melalui lembaga DPRD dan komunikasi dengan pemerintah daerah.
“Pasti ini menjadi kajian penting yang akan serius kita perhatikan. Seluruh aspirasi yang hari ini disampaikan akan kami bahas bersama eksekutif,”pungkasnya.
-
News4 bulan agoDPD PKS Ciamis Ajukan PAW Anggota DPRD, Ibnu Abdillah Fauzi Diusulkan Gantikan Almarhum Dede Herli
-
News8 bulan agoKomisi I DPRD Jabar Dorong Profesionalisme ASN dan Reformasi Kepegawaian
-
News5 bulan agoTriple S Tundukkan KILLA dengan Skor Telak
-
News4 bulan agoDidi Sukardi Dorong Musola Dusun Sukadana Jadi Pusat Pendidikan dan Persatuan
-
News8 bulan agoKDM Rangkul PDIP, Ada Apa?
-
News5 bulan agoLeuwi Keris Hari Ini, Potensi Besar yang Masih Menunggu ‘Sentuhan’
-
News4 bulan agoMilad PKS ke-24, KDS Borong Jajanan Pedagang Keliling
-
News5 bulan agoPKS Ciamis Apresiasi Perjuangan Nelayan
