News
Halalbihalal Muhammadiyah, Bupati Cecep Ajak Perkuat Sinergi demi SDM Tasikmalaya yang Unggul
TASIKMALAYA – Keberhasilan Kabupaten Tasikmalaya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya mendapatkan pengakuan resmi di hadapan keluarga besar Muhammadiyah. Dalam acara silaturahmi dan Halalbihalal Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya di Pesantren Al-Furqon, Selasa (21/04/2026), Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, secara khusus menyoroti lonjakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini menyentuh angka 70,76.
Momentum ini bukan sekadar seremoni pasca-Lebaran, melainkan bentuk pengakuan pemerintah terhadap kontribusi nyata organisasi Islam dalam membangun fondasi peradaban di Bumi Sukapura, khususnya melalui pilar pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
Bupati Cecep memaparkan bahwa capaian IPM sebesar 70,76 merupakan tonggak sejarah penting bagi Kabupaten Tasikmalaya. Angka ini mencerminkan peningkatan signifikan pada tiga indikator utama: kualitas pendidikan (rata-rata lama sekolah), derajat kesehatan (umur harapan hidup), serta standar hidup layak (daya beli masyarakat).
“Capaian IPM kita yang kini berada di angka 70,76 adalah buah dari kerja keras kita semua. Namun, saya harus jujur dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya bahwa pencapaian ini tidak mungkin terjadi tanpa peran aktif Muhammadiyah. Melalui jaringan sekolah, pesantren, dan amal usaha sosialnya, Muhammadiyah telah membantu pemerintah mencerdaskan bangsa dan menyehatkan warga sebelum program pemerintah sampai ke titik tersebut,” ujar Bupati Cecep di hadapan pengurus PWM Jawa Barat dan PD Muhammadiyah setempat.
Sinergi Membangun SDM Unggul
Bupati menekankan bahwa Muhammadiyah adalah mitra strategis yang memiliki visi selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tasikmalaya. Kehadiran sekolah-sekolah Muhammadiyah di berbagai pelosok kecamatan diakui Bupati sebagai motor penggerak literasi dan kualitas fisik maupun non-fisik pendidikan.
“Pemerintah Daerah tidak bisa berjalan sendiri dalam mengurus urusan umat yang sedemikian kompleks. Kolaborasi dengan Muhammadiyah adalah keniscayaan. Kita ingin memastikan bahwa peningkatan angka IPM ini juga diiringi dengan penguatan karakter religius, sehingga sumber daya manusia kita tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kokoh secara moral,” tambahnya.
Beliau berharap, melalui momentum Halalbihalal ini, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi otonom seperti Aisyiyah serta jajaran pemuda Muhammadiyah dapat terus diperkuat guna mendorong keberlanjutan pembangunan daerah yang inklusif.
Kehadiran Tokoh dan Harapan Masa Depan
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri pula oleh unsur Forkopimda, Ketua BAZNAS, jajaran perbankan syariah, serta pimpinan pusat dan wilayah Muhammadiyah. Kehadiran tokoh-tokoh strategis ini menandakan besarnya dukungan lintas sektoral terhadap visi pembangunan yang diusung duet Bupati Cecep dan Wakil Bupati Asep Sopari.
Bupati menutup sambutannya dengan harapan agar Muhammadiyah terus menjadi “obor” penerang dalam pemberdayaan umat. Dengan angka IPM yang kini telah masuk kategori “Tinggi”, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya optimis dapat melompat lebih jauh menuju daerah yang maju dan sejahtera, asalkan sinergi dengan ormas Islam yang memiliki akar kuat seperti Muhammadiyah tetap terjaga dengan harmonis.
News
Didi Sukardi Serukan Pers Profesional dan Berintegritas
Ciamis — Didi Sukardi menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga kebebasan pers yang bertanggung jawab dalam momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia yang diperingati setiap 3 Mei.
Didi mengajak insan pers untuk tetap profesional, independen, dan berpihak pada kebenaran di tengah derasnya arus informasi digital.
Dalam pernyataannya, Didi Sukardi menegaskan bahwa pers memiliki peran penting sebagai penjaga demokrasi dan penyambung suara masyarakat.
Menurutnya, kebebasan pers bukan hanya soal kebebasan menyampaikan informasi, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral dan etika jurnalistik.
“Pers yang bebas adalah cahaya bagi kebenaran, penjaga demokrasi, dan suara bagi yang tak terdengar,” demikian kutipan pesan yang disampaikan dalam peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026.
Tokoh muda asal Ciamis itu juga berharap insan pers di Indonesia semakin profesional dan berintegritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Ia menilai media memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan mampu mencerdaskan masyarakat.
Di era digital saat ini, menurut Didi, tantangan dunia pers semakin kompleks. Penyebaran informasi yang cepat sering kali diiringi munculnya hoaks, disinformasi, hingga konten yang memecah belah masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kebebasan pers dengan tanggung jawab dan etika.
Selain menyoroti pentingnya profesionalisme, Didi Sukardi juga menekankan bahwa pers yang independen menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat demokrasi di Indonesia.
Pers yang sehat diyakini mampu menciptakan ruang publik yang kritis, edukatif, dan bermartabat.
Pesan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 yang disampaikan Didi Sukardi mendapat perhatian dari berbagai kalangan masyarakat dan pegiat media di Kabupaten Ciamis.
Ucapan tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa pers memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi sekaligus membangun bangsa yang lebih maju.
Dengan mengusung semangat “Pers Bebas, Demokrasi Kuat, Bangsa Bermartabat”, peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia tahun ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara media, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa dalam menjaga ruang informasi yang sehat dan terpercaya.
News
Strategi Bupati Tasikmalaya Sulap Infrastruktur Jadi Magnet Wisata
TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tengah melakukan langkah berani dalam membenahi wajah infrastrukturnya. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 32 ruas jalan strategis kini menjadi target prioritas peningkatan kualitas. Langkah ini merupakan strategi besar pemerintah daerah untuk menjadikan sektor pariwisata dan pertanian sebagai motor utama penggerak ekonomi warga.
Guna merealisasikan ambisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menjalin kerja sama strategis melalui skema pinjaman daerah senilai Rp230 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). Dana segar ini dialokasikan khusus untuk mempercepat pembenahan jalur-jalur “urat nadi” yang selama ini kondisinya menghambat mobilitas warga dan wisatawan.
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur bukan sekadar urusan teknis pengaspalan, melainkan tentang membangun fondasi kesejahteraan. Ia memprioritaskan jalur-jalur yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi ekonomi, terutama di wilayah yang memiliki potensi alam melimpah.
“Kami tidak hanya memperbaiki jalan yang rusak, tapi kami membidik ruas yang mampu menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru. Wilayah wisata harus lebih hidup, dan pemerintah wajib menunjangnya dengan akses jalan yang layak. Jika aksesnya sulit, potensi seindah apa pun akan tetap tersembunyi,” ujar Cecep di Pendopo Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (30/4/2026).
Data teknis menunjukkan bahwa 32 ruas tersebut tersebar di wilayah krusial, mulai dari jalur Papayan–Cikalong, Ciawi–Singaparna, Manonjaya–Salopa, hingga Cineam–Rajadatu. Pengerjaan ini diharapkan mampu memangkas waktu distribusi hasil bumi dari desa ke pusat kota, sekaligus memberikan kenyamanan bagi pelancong yang ingin mengeksplorasi keindahan alam Tasikmalaya.
Menjual Pesona Tasikmalaya Lewat Rute Tematik
Salah satu terobosan menarik dalam kebijakan ini adalah perancangan jalur wisata khusus yang menyasar komunitas otomotif berskala nasional. Cecep telah menjalin komunikasi intensif dengan berbagai komunitas, termasuk Mercedes Jip Indonesia (MJI), untuk menjadikan Tasikmalaya sebagai rute touring utama di Jawa Barat.
Konsepnya bukan sekadar melintas, melainkan sebuah perjalanan naratif. Rute dirancang mulai dari gerbang masuk Kampung Naga di Salawu yang ikonik dengan kearifan lokalnya, berlanjut ke sentra manggis di Puspahiang untuk agrowisata, melintasi hamparan hijau kebun teh di desa wisata Taraju, hingga menembus kawasan asri Bojonggambir. Perjalanan ini diproyeksikan berakhir di eksotisme pantai selatan Cipatujah.
“Pemilihan rute ini bertujuan agar seluruh kawasan wisata yang dilalui mendapatkan dampak ekonomi langsung. Wisatawan bisa berhenti di Puspahiang untuk mencicipi manggis, atau menyeruput teh di Taraju. Inilah cara kita menghidupkan ekonomi rakyat melalui infrastruktur,” tegas Cecep.
Komitmen Transparansi dan Kualitas
Menyadari bahwa proyek ini menggunakan dana pinjaman, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memberikan jaminan ketat terkait transparansi dan kualitas pengerjaan. Proyek ini tidak hanya dikejar kecepatannya, tetapi juga daya tahannya agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya dalam jangka panjang tanpa perlu perbaikan berulang setiap tahun.
Melalui infrastruktur yang mantap, Kabupaten Tasikmalaya optimistis mampu meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional. Harapannya, akses jalan yang mulus akan mengundang investor, menciptakan lapangan kerja baru di sektor jasa pariwisata, dan pada akhirnya, meningkatkan taraf hidup masyarakat Kabupaten Tasikmalaya secara menyeluruh.
News
Bupati Tasikmalaya Dorong KWT Agri Tasik Jadi Garda Terdepan Kemandirian Pangan Keluarga
TASIKMALAYA – Sektor pertanian di Kabupaten Tasikmalaya kini memasuki babak baru dengan menempatkan kaum perempuan sebagai aktor intelektual di garis depan. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menggelar Temu Strategis bersama Forum Kelompok Wanita Tani (KWT) Agri Tasik guna memperkuat peran perempuan dalam menjaga kedaulatan pangan daerah, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi panggung konsolidasi bagi ratusan pelaku pertanian perempuan dari berbagai pelosok Bumi Sukapura. Temu strategis ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan upaya sistematis pemerintah daerah dalam menyelaraskan visi pemberdayaan ekonomi berbasis keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, identitas KWT Kabupaten Tasikmalaya dipertegas melalui moto yang sarat makna: “Buruan Hejo Pangan Ngalayah”. Moto ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah instruksi bagi setiap rumah tangga di Tasikmalaya untuk menghijaukan pekarangan rumah (buruan) dengan tanaman produktif sehingga ketersediaan pangan melimpah (ngalayah).
Semangat ini menjadi penyokong utama program “Tasik Hejo” yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya di bawah kepemimpinan Bupati Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP. Bupati memandang bahwa ketahanan pangan nasional harus dimulai dari ketahanan pangan di meja makan setiap keluarga. Jika pekarangan rumah tangga sudah produktif, maka kerentanan terhadap gejolak harga pangan di pasar dapat diminimalisir secara signifikan.
Strategi Ketahanan Pangan Berbasis Keluarga
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi yang membedah strategi penguatan ketahanan pangan. KWT dinilai memiliki peran strategis karena perempuan adalah pengelola utama konsumsi rumah tangga. Dengan memberikan pembekalan teknik pertanian modern yang ramah lingkungan pada lahan sempit, KWT mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga tanpa harus memiliki lahan pertanian yang luas.
“Perempuan tani adalah pahlawan pangan yang sesungguhnya. Melalui pemanfaatan lahan pekarangan yang optimal, ibu-ibu KWT tidak hanya menyediakan makanan sehat bagi anak-anaknya, tetapi juga membantu menekan inflasi daerah dari komoditas pangan harian seperti cabai, sayuran, dan bumbu dapur,” ungkap poin utama dalam diskusi strategis tersebut.
Selain aspek teknis, temu strategis ini juga menyoroti pentingnya manajemen kelompok yang solid. Tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim hingga alih fungsi lahan, menuntut KWT untuk lebih inovatif dalam mencari solusi pertanian berkelanjutan.
Mewujudkan Kemandirian Pangan Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berharap melalui ajang konsolidasi ini, seluruh anggota KWT Agri Tasik dapat menyamakan langkah ke depan. KWT diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap penanaman, tetapi mulai merambah ke sektor hilirisasi produk pertanian agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Melalui dukungan penuh dari pemerintah daerah, KWT Agri Tasik diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi desa. Dengan semangat kemandirian, kaum perempuan di Tasikmalaya kini membuktikan bahwa dari tangan mereka, kedaulatan pangan bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang tumbuh subur di setiap pekarangan rumah warga.i teknis, dan visi masa depan.
-
News3 bulan agoKomisi I DPRD Jabar Dorong Profesionalisme ASN dan Reformasi Kepegawaian
-
News4 minggu agoTriple S Tundukkan KILLA dengan Skor Telak
-
News1 bulan agoLeuwi Keris Hari Ini, Potensi Besar yang Masih Menunggu ‘Sentuhan’
-
News1 bulan agoPeletakan Batu Pertama Masjid Sekolah di Cipaku, Didi Sukardi Tegaskan Peran sebagai Fasilitator
-
News4 minggu agoMuscab PKB Tasik, Jazilul Fawaid Tekankan Mental Pemenang
-
News1 bulan agoDidi Sukardi Resmikan Peletakan Batu Pertama Mushola Azzahra, Warga Cimaragas Antusias
-
News5 hari agoDPD PKS Ciamis Ajukan PAW Anggota DPRD, Ibnu Abdillah Fauzi Diusulkan Gantikan Almarhum Dede Herli
-
News4 minggu agoPKS Ciamis Apresiasi Perjuangan Nelayan
