Connect with us

News

Didi Sukardi Minta Gubernur Jabar Ambil Alih Penyelesaian Konflik Agraria

Published

on

Bandung – Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Didi Sukardi, mendesak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk segera turun tangan secara langsung dalam menyelesaikan berbagai konflik agraria yang terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Barat.

Ia menilai persoalan pertanahan yang berlarut-larut berpotensi memicu konflik sosial dan mengganggu stabilitas keamanan masyarakat.

Menurut Didi, konflik agraria bukan sekadar persoalan sengketa lahan, tetapi menyangkut keadilan, ketertiban umum, dan kepercayaan masyarakat terhadap negara.

Jika tidak ditangani secara cepat dan menyeluruh, konflik ini dapat berkembang menjadi konflik horizontal yang sulit dikendalikan.

“Pemerintah provinsi tidak boleh membiarkan konflik agraria menjadi bola panas yang terus bergulir di lapangan. Gubernur harus hadir sebagai pemimpin yang mengambil alih komando penyelesaian,” ujar Didi Sukardi, Selasa (20/1/2026).

Didi menjelaskan, Komisi I DPRD Jawa Barat menerima banyak aduan masyarakat terkait tumpang tindih kepemilikan lahan, sengketa Hak Guna Usaha (HGU), hingga klaim sepihak atas tanah yang telah lama dikelola warga.

Kondisi ini menunjukkan lemahnya koordinasi antarlembaga serta belum optimalnya pengawasan terhadap kebijakan pertanahan.

Ia menekankan bahwa konflik agraria tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan sepihak atau represif.

Pemerintah daerah, kata dia, harus mengedepankan dialog, transparansi data, serta kepastian hukum yang adil bagi semua pihak.

“Negara harus berdiri di tengah, bukan berpihak pada kepentingan tertentu. Masyarakat perlu dilibatkan agar solusi yang diambil tidak menimbulkan konflik baru,” tegasnya.

Selain dampak sosial, Didi juga menyoroti efek lanjutan konflik agraria terhadap lingkungan. Sengketa lahan sering kali memicu alih fungsi lahan secara tidak terkendali, yang pada akhirnya merusak ekosistem dan menurunkan kualitas lingkungan hidup di Jawa Barat.

Komisi I DPRD Jabar, lanjut Didi, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membentuk mekanisme penyelesaian konflik agraria yang terstruktur dan berkelanjutan.

Langkah ini mencakup pemetaan ulang lahan bermasalah, evaluasi perizinan, serta penguatan peran pemerintah daerah dan aparat terkait.

“Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan konflik yang sudah meledak. Pemerintah harus punya sistem deteksi dini agar persoalan agraria tidak selalu berujung pada gejolak sosial,” katanya.

Didi Sukardi berharap di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, Jawa Barat mampu menghadirkan kebijakan agraria yang berpihak pada keadilan, kepastian hukum, dan kesejahteraan masyarakat.

“Konflik agraria harus diselesaikan dengan kepala dingin dan keberpihakan pada rakyat,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

News

PKS Jawa Barat Cetak Duta Tani Baru di Ciamis, Siapkan Penyuluh Pertanian Penggerak Ketahanan Pangan

Published

on

By

Ciamis — Partai Keadilan Sejahtera melalui Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan (BPPN) DPW Jawa Barat terus memperkuat sektor pertanian dengan menggelar Training for Trainer (TFT) Duta Tani di Saung Sawah Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Ahad (17/5/2026).

Pelatihan tersebut menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Priangan Timur dan sekitarnya, mulai dari Kabupaten Kuningan, Garut, Pangandaran, Tasikmalaya, Kota Banjar hingga Kota Tasikmalaya.

Setiap DPD PKS mengirimkan lima calon penyuluh pertanian untuk mengikuti program pembinaan Duta Tani yang digagas BPPN DPW PKS Jawa Barat.

Ketua DPD PKS Kabupaten Ciamis yang juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Didi Sukardi, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian.

Menurutnya, sektor pertanian membutuhkan generasi baru yang mampu hadir langsung di tengah masyarakat dan memberi solusi nyata bagi petani.

“Pertanian tidak cukup hanya dipahami secara teori. Kami ingin melahirkan Duta Tani yang mampu menjadi penyuluh, pendamping, sekaligus penggerak masyarakat di daerah masing-masing,” ujar Didi Sukardi.

Ia juga menilai sektor pertanian memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Sementara itu, Ketua Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan DPD PKS Ciamis, Mamat M. Suharja, menyebut pelatihan ini menjadi momentum memperkuat jaringan pegiat pertanian di wilayah Priangan Timur.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta aktif mengikuti sesi pelatihan, diskusi, hingga praktik lapangan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan penyuluhan dan pendampingan masyarakat tani.

“Kami ingin mencetak kader pertanian yang siap bergerak di lapangan dan mampu mengembangkan potensi pertanian daerah. Setelah pelatihan ini selesai, peserta diharapkan langsung terjun mendampingi masyarakat tani,” kata Mamat.

Melalui program TFT Duta Tani tersebut, BPPN DPW PKS Jawa Barat menargetkan lahirnya penyuluh-penyuluh pertanian baru yang mampu menjadi motor penggerak pertanian berbasis masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan di Jawa Barat.

Continue Reading

News

KDS Sambut Baik Kepemimpinan Baru PUI Ciamis

Published

on

By

CIAMIS – Ketua DPC PDIP Kabupatrn Ciamis Nanang Permana, SH, MH resmi terpilih sebagai Ketua DPD Pemuda Umat Islam (PUI) Kabupaten Ciamis periode 2026-2031.

Terpilihnya Nanang diharapkan mampu membawa semangat baru bagi organisasi Persatuan Ummat Islam (PUI) di Kabupaten Ciamis dalam menghadapi tantangan zaman sekaligus memperkuat peran umat di tengah masyarakat.

Ucapan selamat dan dukungan pun datang dari berbagai pihak, salah satunya dari Ketua DPD PKS Ciamis sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Didi Sukardi, SE.

Dalam pernyataannya, ia menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru ini mampu menghadirkan kemajuan dan keberkahan bagi masyarakat luas.

“Selamat atas terpilihnya sebagai pemimpin. Semoga amanah, bijaksana, dan membawa kemajuan serta keberkahan bagi semua,” ujar H. Didi Sukardi.

Terpilihnya Nanang Permana dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta meningkatkan kontribusi nyata PUI dalam bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan di Kabupaten Ciamis.

Sebagai organisasi Islam yang memiliki sejarah panjang di Indonesia, terang Didi, PUI diharapkan terus hadir menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan umat.

“Kepemimpinan baru ini juga diharapkan mampu membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah daerah demi terciptanya pembangunan yang harmonis dan berorientasi pada kepentingan rakyat,”jelasnya.

Didi menilai bekal pengalaman dan latar belakang yang dimiliki Nanang mampu mengemban amanah organisasi dengan baik serta membawa DPD PUI Kabupaten Ciamis semakin aktif, progresif, dan dekat dengan masyarakat.

“Masyarakat pun menaruh harapan besar agar kepengurusan periode 2026-2031 ini dapat menghadirkan program-program yang berdampak positif, khususnya dalam pembinaan umat, penguatan nilai keislaman, dan pembangunan karakter generasi muda di Kabupaten Ciamis,”tutupnya.

Continue Reading

News

Didi Sukardi Ajak Masyarakat Tingkatkan Budaya Literasi

Published

on

By

Jomantara — Momentum Hari Buku Nasional yang diperingati setiap 17 Mei kembali menjadi pengingat pentingnya budaya membaca dan literasi di tengah perkembangan zaman digital.

Ketua DPD PKS Ciamis, H. Didi Sukardi, SE, turut menyampaikan ucapan dan harapannya agar masyarakat semakin mencintai buku sebagai sumber ilmu dan peradaban.

Dalam pesan yang disampaikan pada peringatan Hari Buku Nasional 2026, H. Didi Sukardi menilai bahwa buku bukan sekadar kumpulan tulisan, melainkan jendela pengetahuan yang mampu membentuk karakter bangsa.

Menurutnya, kemajuan suatu daerah sangat dipengaruhi oleh kualitas literasi masyarakatnya.

“Budaya membaca harus terus ditanamkan sejak dini. Buku adalah jalan untuk membuka wawasan, memperkuat pendidikan, dan menciptakan generasi yang cerdas serta berakhlak,” ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak dengan tetap menjadikan membaca sebagai kebiasaan utama.

Di era informasi yang serba cepat, kemampuan memahami dan menyaring pengetahuan dinilai menjadi keterampilan penting.

Peringatan Hari Buku Nasional tahun ini menjadi momentum untuk meningkatkan semangat belajar, memperluas wawasan, dan membangun masyarakat yang lebih maju melalui literasi.

Dukungan terhadap dunia pendidikan dan budaya membaca diharapkan dapat terus tumbuh di berbagai kalangan.

Ucapan Hari Buku Nasional yang disampaikan H. Didi Sukardi, SE tersebut juga mendapat perhatian masyarakat dan kader PKS Ciamis sebagai bentuk dukungan terhadap pentingnya pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

“Tentunya dengan semangat Hari Buku Nasional ini, kita semakin menyadari bahwa membaca buku merupakan investasi pengetahuan yang akan membawa manfaat besar bagi masa depan bangsa,”pungkasnya.

Continue Reading

Trending