Cadangan Air Sumur Meningkat, 1.000 Pelanggan Pilih Hentikan Layanan Perumdam Tirta Galuh
Pihak perusahaan menjelaskan bahwa permohonan pemutusan sambungan yang cukup besar ini didorong oleh kebutuhan pelanggan yang kembali terpenuhi melalui sumur pribadi mereka.

Masuknya musim hujan sepanjang tahun 2025 membawa perubahan signifikan pada pola penggunaan air bersih masyarakat.
Fenomena meningkatnya cadangan air tanah di berbagai wilayah membuat sebanyak 1.000 pelanggan Perumdam Tirta Galuh mengajukan penghentian layanan air bersih mereka.
Informasi tersebut disampaikan oleh Direktur Perumdam Tirta Galuh, Amsi Yudi P., S.T., M.T., melalui Kepala Bagian Layanan Pelanggan, Dadan Firdaus Hielmy.
Ia menjelaskan bahwa permohonan pemutusan sambungan yang cukup besar ini didorong oleh kebutuhan pelanggan yang kembali terpenuhi melalui sumur pribadi mereka.
“Banyak pelanggan menghentikan amonemen atau berlangganan. Alasannya karena musim hujan ini cadangan air di sumur mereka sudah kembali tersedia,” ujar Dadan.
Perusahaan Tindaklanjuti Permohonan Pemutusan
Menanggapi ribuan permohonan tersebut, Perumdam Tirta Galuh memastikan bahwa setiap pengajuan penghentian layanan langsung ditindaklanjuti sesuai prosedur.
“Karena permohonan pemutusan tersebut datang dari pelanggan sendiri, kami memutuskan sambungannya seperti yang diminta,” jelas Dadan.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepatuhan perusahaan terhadap permintaan pelanggan, sekaligus memastikan layanan tetap berjalan secara tertib dan transparan.
Sebagian Pelanggan Kembali Ajukan Penyambungan
Meski jumlah penghentian cukup tinggi, dinamika kebutuhan air bersih ternyata bergerak cepat.
Dari total 1.000 pelanggan yang sempat menghentikan layanan, sekitar 30 persen kini justru kembali mengajukan permohonan penyambungan.
“Dari seribu pelanggan tersebut, sekitar 30 persennya datang kembali untuk mengajukan penyambungan layanan air,” kata Dadan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa ketergantungan masyarakat terhadap penyediaan air PDAM tetap tinggi, terutama saat kebutuhan air meningkat atau pasokan sumur kembali menurun.
Perumdam Tirta Galuh Layani 120 Ribu Jiwa
Memasuki tahun 2025, Perumdam Tirta Galuh tercatat memiliki 35.000 pelanggan aktif, dengan jumlah pengguna air bersih yang diperkirakan mencapai 120.000 jiwa.
Angka ini menegaskan peran penting perusahaan daerah tersebut dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
“Dari 35 ribu pelanggan itu, terdapat 120 ribu jiwa yang mengonsumsi air PDAM,” tuturnya.
Komitmen Pelayanan dan Kualitas Air
Dadan menegaskan bahwa Perumdam Tirta Galuh tetap berkomitmen menyediakan layanan air minum yang berkualitas.
Menurutnya, perusahaan terus melakukan optimalisasi suplai demi mendukung kesehatan dan produktivitas masyarakat.
“Kami selalu berupaya mengoptimalkan penyediaan air yang berkualitas untuk membantu peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Dengan suplai air yang lebih baik, lanjut Dadan, masyarakat dapat menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari dengan lebih produktif dan nyaman.
Permintaan Suplai Air untuk Program MBG
Selain melayani pelanggan rumah tangga, Perumdam Tirta Galuh juga menerima permintaan dari sejumlah SPPG terkait penyediaan air minum untuk mendukung Program MBG.
Menurut Dadan, koordinasi terus dilakukan agar pelayanan tambahan tersebut dapat berjalan optimal.
“Ada beberapa SPPG juga yang meminta kami untuk memberikan pelayanan air minum,” ungkapnya.



