News
Alih Fungsi Lahan Kebun Teh PTPN di Pangalengan Disorot, Ancaman Longsor Mengintai
Jomantara.com — Praktik penguasaan lahan kebun teh milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) secara ilegal di kawasan Pangalengan kembali menjadi sorotan.
Alih fungsi lahan menjadi area pertanian sayuran, terutama kentang, dinilai meningkatkan risiko bencana longsor yang mengancam keselamatan warga.
Kekhawatiran ini menguat setelah bencana longsor terjadi di Kampung Pasir Kuning, RW 10 dan 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Peristiwa tersebut menelan korban jiwa dan menjadi peringatan serius mengenai dampak alih fungsi lahan di kawasan pegunungan.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa perubahan fungsi lahan menjadi salah satu faktor utama pemicu longsor di wilayah tersebut.
Pernyataan itu memperkuat urgensi pengawasan ketat terhadap penggunaan lahan perkebunan negara.
Menurut informasi yang diterima redaksi, kawasan Pangalengan, sebagian lahan PTPN dilaporkan beralih fungsi menjadi kebun kentang yang dikelola petani binaan Sabani Farm.
Aktivitas ini diduga telah memicu munculnya retakan tanah dan tanda-tanda pergerakan lereng yang berpotensi memicu longsor besar.
Sejumlah faktor dinilai memperparah kondisi tersebut, antara lain penggundulan vegetasi yang menghilangkan fungsi akar pohon sebagai penahan air dan tanah.
Pola tanam sayuran yang tidak sesuai kontur lereng, sehingga mempercepat erosi. Karakter tanah labil di kawasan pegunungan Pangalengan.
Curah hujan tinggi yang mempercepat jenuh air pada tanah. Kombinasi faktor ini menciptakan kondisi “bom waktu” bencana yang dapat mengancam permukiman di sekitar lereng perkebunan.
Fenomena penguasaan lahan secara ilegal menunjukkan lemahnya pengawasan dan tata kelola kawasan perkebunan negara.
Padahal, kebun teh di wilayah selatan Bandung selama ini berfungsi sebagai kawasan resapan air dan penyangga ekosistem pegunungan.
Alih fungsi lahan tanpa kajian lingkungan yang memadai bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian besar, baik korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur.
Langkah pencegahan harus segera dilakukan secara terpadu.
Pemerintah perlu menertibkan penggunaan lahan, memastikan praktik pertanian ramah lingkungan, serta mewajibkan penanaman pohon keras di zona rawan longsor.
Di sisi lain, petani diharapkan menerapkan teknik konservasi tanah seperti terasering, vegetasi penahan lereng, dan rotasi tanaman.
Masyarakat juga diminta lebih waspada terhadap tanda awal longsor seperti retakan tanah, mata air baru, atau pergeseran lereng.
Tanpa tindakan cepat dan tegas, alih fungsi lahan di kawasan perkebunan Pangalengan berpotensi memicu bencana serupa di masa mendatang.
Isu ini menjadi pengingat bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pemanfaatan ruang.
News
Didi Sukardi Dorong Musola Dusun Sukadana Jadi Pusat Pendidikan dan Persatuan
CIAMIS – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pembangunan sarana ibadah kembali terlihat di Dusun Sukadana RT 006/RW 007 Desa Sukawening Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis.
Kegiatan peletakan batu pertama pembangunan musola berlangsung khidmat dan penuh antusiasme masyarakat setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut tokoh masyarakat, para pemuda, aparatur desa, serta anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Didi Sukardi yang turut memberikan dukungan moril terhadap pembangunan musola tersebut.
Didi Sukardi menyampaikan bahwa pembangunan musola bukan hanya sekadar mendirikan bangunan fisik, tetapi juga membangun pusat kebersamaan, pendidikan akhlak, dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“Musola ini nantinya bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga tempat mempererat silaturahmi, pembinaan generasi muda, serta pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Saya sangat mengapresiasi kekompakan warga Dusun Sukadana yang masih menjaga budaya gotong royong,” ujar Didi.
Ia juga berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar dan mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat sehingga musola dapat segera dimanfaatkan oleh warga.
Suasana penuh kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan tersebut.
Warga bersama-sama mengikuti prosesi peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan rumah ibadah yang telah lama diharapkan masyarakat.
Tokoh masyarakat setempat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta dukungan semua pihak yang telah membantu terlaksananya pembangunan musola di wilayah mereka.
Dengan dimulainya pembangunan ini, masyarakat berharap keberadaan musola nantinya dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan yang membawa keberkahan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjadi sarana pendidikan spiritual bagi generasi muda di Dusun Sukadana Desa Sukawening Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis.
News
Didi Sukardi Ingatkan Pentingnya Memilih Hewan Kurban yang Sehat
TASIKMALAYA — Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Anggota DPRD Jawa Barat Didi Sukardi membeli satu ekor sapi kurban dari peternak di Tasikmalaya.
Dalam kesempatan tersebut, politisi PKS itu mengajak masyarakat lebih cermat memilih hewan kurban yang sehat dan memenuhi syariat.
Menurut Didi, kualitas hewan kurban menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ibadah Iduladha.
Karena itu, masyarakat tidak sebaiknya hanya mempertimbangkan ukuran hewan, tetapi juga kondisi kesehatannya.
“Alhamdulillah hari ini saya membeli sapi kurban di Tasikmalaya. Saya mengajak masyarakat memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, cukup umur, dan layak untuk dikurbankan,” kata Didi belum lama ini.
Ia menjelaskan, hewan kurban yang baik biasanya memiliki fisik aktif, nafsu makan normal, mata cerah, serta tidak mengalami cacat ataupun penyakit.
Selain itu, pembelian dari peternak terpercaya juga dinilai penting agar kualitas hewan tetap terjaga hingga hari penyembelihan.
Didi menilai momentum Iduladha tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama para peternak lokal di daerah.
“Ketika masyarakat membeli hewan kurban dari peternak lokal, maka ekonomi warga ikut bergerak. Ini menjadi bagian dari semangat berbagi dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Legislator asal daerah pemilihan Jabar XIII meliputi Kabupaten Ciamis, Kuningan, Kota Banjar, dan Pangandaran itu berharap pelaksanaan kurban tahun ini berlangsung lancar serta memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas dan kesehatan hewan kurban agar daging yang dibagikan kepada masyarakat aman dan layak konsumsi.
Momentum Iduladha, lanjut Didi Sukardi, harus menjadi penguat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat.
News
Kamis Berdzikir, Didi Sukardi Ajak Kader Perkuat Spirit Keislaman
CIAMIS — DPD PKS Kabupaten Ciamis kembali menggelar kegiatan rutin “Kamis Berdzikir” sebagai upaya menjaga semangat ibadah dan memperkuat kebersamaan kader pasca-Ramadhan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula DPD PKS Kabupaten Ciamis, Kamis (21/5/2026).
Acara ini mengundang kader, simpatisan, pengurus DPC PKS Ciamis, DPRa, anggota pelopor se-Kecamatan Ciamis, hingga masyarakat sekitar kantor DPD PKS Ciamis.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 16.15 WIB dengan pembelajaran tahsin Al-Qur’an bersama Ustaz Syamil M Haq Al Hafidz.
Setelah itu, peserta mengikuti tausiyah yang disampaikan Dr. H. Irfan Soleh, S.Th.I., MBA, pimpinan Pesantren Raudhatul Irfan Ciamis.
Ketua DPD PKS Ciamis Didi Sukardi menilai kegiatan keagamaan seperti “Kamis Berdzikir” memiliki peran penting dalam menjaga kualitas spiritual kader sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Menurut Didi, aktivitas politik harus berjalan seiring dengan pembinaan moral dan nilai keislaman agar melahirkan kepemimpinan yang berintegritas.
“PKS tidak hanya fokus pada kerja politik, tetapi juga membangun karakter dan ruhiyah kader. Kegiatan seperti Kamis Berdzikir menjadi ruang untuk memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah, dan menjaga semangat pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk terus istiqomah menghadiri majelis ilmu dan kegiatan pembinaan rutin.
Menurutnya, konsistensi dalam menjaga kedekatan kepada Allah SWT menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan sosial maupun politik.
“Kader yang kuat bukan hanya aktif di lapangan, tetapi juga memiliki pondasi spiritual yang kokoh. Dari kegiatan seperti ini lahir energi positif untuk terus melayani masyarakat,” katanya.
Melalui kegiatan rutin tersebut, DPD PKS Ciamis berharap semangat kebersamaan dan nilai-nilai dakwah tetap tumbuh di tengah masyarakat serta menjadi sarana memperkuat silaturahmi antar kader dan warga sekitar.
-
News1 bulan agoDPD PKS Ciamis Ajukan PAW Anggota DPRD, Ibnu Abdillah Fauzi Diusulkan Gantikan Almarhum Dede Herli
-
News4 bulan agoKomisi I DPRD Jabar Dorong Profesionalisme ASN dan Reformasi Kepegawaian
-
News2 bulan agoTriple S Tundukkan KILLA dengan Skor Telak
-
News2 bulan agoLeuwi Keris Hari Ini, Potensi Besar yang Masih Menunggu ‘Sentuhan’
-
News2 bulan agoPeletakan Batu Pertama Masjid Sekolah di Cipaku, Didi Sukardi Tegaskan Peran sebagai Fasilitator
-
News2 bulan agoDidi Sukardi Resmikan Peletakan Batu Pertama Mushola Azzahra, Warga Cimaragas Antusias
-
News2 bulan agoMuscab PKB Tasik, Jazilul Fawaid Tekankan Mental Pemenang
-
News2 bulan agoPKS Ciamis Apresiasi Perjuangan Nelayan
