News
PKS Ciamis Bedah KUA-PPAS Perubahan 2026, Dorong Anggaran Lebih Berpihak pada Rakyat
CIAMIS — DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Ciamis menggelar Diskusi Panel Kajian Kritis terhadap KUA-PPAS Perubahan 2026 Kabupaten Ciamis.
Forum ini menjadi ruang untuk menguji arah kebijakan anggaran daerah sekaligus memastikan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kegiatan berlangsung di Aula DPTD PKS Ciamis, Minggu, 16 Agustus 2026. Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Ciamis, Nana Sutisna, S.Ag., tampil sebagai keynote speaker.
Sementara Ketua DPD PKS Ciamis H. Didi Sukardi, SE. dan pengamat kebijakan publik, sosial-politik Endin Lidinillah, S.Ag., M.Ag., menjadi pembicara.
Diskusi tersebut dimoderatori Kabid Bapilu PKS Ciamis, Dadan Hudanul Hak, SE. Peserta berasal dari ketua dan sekretaris bidang DPD PKS Ciamis serta perwakilan Unit Pembinaan Anggota (UPA) dan pelopor PKS Ciamis.
Menguji Arah Perubahan Anggaran
Kajian terhadap KUA-PPAS Perubahan 2026 tidak sekadar melihat angka pendapatan dan belanja daerah. PKS Ciamis menempatkan pembahasan tersebut sebagai bagian penting dari proses mengawal kebijakan publik agar memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
KUA-PPAS menjadi salah satu instrumen penting dalam menentukan arah pengelolaan keuangan daerah. Karena itu, perubahan terhadap dokumen tersebut perlu mendapatkan perhatian serius, terutama ketika pemerintah daerah melakukan penyesuaian terhadap target pendapatan, belanja, maupun program prioritas.
Melalui forum kajian kritis, PKS Ciamis membuka ruang untuk melihat apakah perubahan anggaran benar-benar menjawab persoalan masyarakat atau justru lebih banyak terserap untuk kebutuhan administratif dan rutinitas pemerintahan.
Pendekatan kritis menjadi penting karena setiap perubahan anggaran pada akhirnya berkaitan langsung dengan kemampuan pemerintah daerah menyediakan layanan publik, memperkuat pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Anggaran Harus Punya Dampak
Pembahasan KUA-PPAS Perubahan 2026 juga relevan dengan tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah. Ketika ruang fiskal terbatas, pemerintah harus semakin cermat menentukan skala prioritas.
Anggaran tidak cukup hanya tersusun secara administratif. Setiap program perlu memiliki tujuan yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Dalam konteks Kabupaten Ciamis, perhatian terhadap sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat menjadi bagian penting dalam membaca arah kebijakan anggaran.
Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, pertanian, pemberdayaan ekonomi masyarakat hingga penguatan pembangunan sosial perlu ditempatkan dalam kerangka prioritas yang proporsional.
Karena itu, kajian terhadap perubahan KUA-PPAS juga dapat menjadi momentum untuk melihat kembali apakah komposisi belanja daerah sudah memberikan ruang yang cukup bagi kebutuhan dasar dan penguatan ekonomi masyarakat.
Fraksi PKS Perlu Perkuat Fungsi Pengawasan
Forum kajian ini sekaligus memperkuat perspektif internal PKS dalam menjalankan fungsi politik dan kelembagaan di Kabupaten Ciamis.
Bagi anggota Fraksi PKS DPRD Ciamis, pemahaman terhadap dokumen anggaran menjadi modal penting dalam menjalankan tiga fungsi DPRD, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Khusus dalam fungsi penganggaran, anggota DPRD tidak hanya dituntut memahami besaran anggaran.
Mereka juga perlu membaca hubungan antara kebijakan, program, target pembangunan, serta dampaknya terhadap masyarakat.
Dengan demikian, pembahasan KUA-PPAS Perubahan 2026 tidak berhenti pada persoalan angka.
DPRD perlu memastikan setiap kebijakan anggaran memiliki dasar kebutuhan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Dorong Tradisi Kajian Kebijakan
Kehadiran pengamat kebijakan publik, sosial-politik dalam diskusi tersebut turut memperluas sudut pandang.
Kebijakan anggaran dapat dibaca bukan hanya dari sisi teknis pemerintahan, tetapi juga dari perspektif kepentingan publik dan dinamika sosial masyarakat.
Tradisi kajian seperti ini penting bagi partai politik yang ingin membangun kebijakan berbasis data, argumentasi, dan kebutuhan masyarakat.
PKS Ciamis dapat menggunakan hasil kajian sebagai bahan memperkuat sikap politik dalam mengawal pembahasan anggaran daerah.
Kritik terhadap kebijakan tidak harus berhenti pada penolakan, tetapi dapat diarahkan menjadi rekomendasi dan alternatif kebijakan yang lebih konstruktif.
KUA-PPAS dan Masa Depan Ciamis
Perubahan APBD pada dasarnya merupakan kesempatan untuk melakukan koreksi terhadap perjalanan anggaran yang telah berjalan.
Pemerintah daerah dapat mengevaluasi program, menyesuaikan target, sekaligus mengalokasikan kembali sumber daya untuk kebutuhan yang lebih mendesak.
Karena itu, pembahasan KUA-PPAS Perubahan 2026 perlu menjaga keseimbangan antara kebutuhan birokrasi, keberlanjutan pembangunan dan kepentingan masyarakat.
Kajian kritis yang digelar PKS Ciamis menunjukkan bahwa pembahasan anggaran daerah tidak semestinya menjadi urusan terbatas antara pemerintah dan lembaga legislatif.
Partai politik, akademisi, masyarakat sipil, serta kelompok masyarakat lainnya juga memiliki ruang untuk memberikan perspektif dan mengawasi arah kebijakan.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan perubahan anggaran bukan semata-mata terserapnya anggaran.
Ukuran yang lebih penting ialah sejauh mana kebijakan tersebut mampu memperbaiki pelayanan publik, membuka peluang ekonomi, menyelesaikan persoalan masyarakat, dan menghadirkan pembangunan yang lebih adil bagi warga Ciamis. (Rilis)
News
Didi Sukardi Bakar Semangat Kader PKS Ciamis
CIAMIS — Ketua DPD PKS Kabupaten Ciamis, H. Didi Sukardi, membakar semangat kader untuk menghadapi kontestasi politik 2029.
Ia menegaskan, PKS tidak hanya membidik penambahan kursi legislatif, tetapi juga menargetkan kadernya memimpin Kabupaten Ciamis sebagai bupati.
Pernyataan itu disampaikan Didi saat memberikan arahan dalam Training Orientasi Partai Bidang Relawan dan Saksi Nasional yang digelar DPD PKS Kabupaten Ciamis, Senin, (31/08).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas dan kesiapan kader menghadapi agenda politik mendatang.
Didi menyebut target tersebut memang tidaklah ringan. Namun, ia meyakini target sembilan kursi DPRD Kabupaten Ciamis hingga memenangkan kader PKS sebagai bupati pada 2029 dapat dicapai jika seluruh kader bergerak bersama.
“Bagaimana caranya menambah kursi dari lima menjadi sembilan? Kader PKS harus menjadi bupati Ciamis 2029. Ini berat, tetapi akan menjadi ringan kalau kita pahami bahwa terlibat di PKS kita niatkan sebagai ibadah,” tegas Didi.
Menurutnya, PKS tidak bisa mengandalkan kekuatan finansial dalam menghadapi pertarungan politik.
Justru keterbatasan tersebut harus mendorong kader memperkuat soliditas, pelayanan kepada masyarakat, kerja kolektif, dan militansi.
“Karena kita tidak punya cukup uang, itu justru menjadi ciri PKS. Kita punya kader, kita punya kebersamaan, dan kita punya semangat untuk melayani,” ujarnya.
Didi juga menekankan pentingnya membangun kesadaran bahwa aktivitas politik kader bukan semata-mata mengejar jabatan.
Setiap kerja politik harus berangkat dari niat pengabdian dan ibadah.
“Kalau niat kita ibadah, insyaallah kita tidak mudah lelah. Kita tidak menghitung apa yang kita dapat, tetapi apa yang bisa kita berikan kepada masyarakat,” katanya.
Perkuat Relawan dan Saksi
Training tersebut juga menjadi momentum memperkuat barisan relawan dan saksi sebagai bagian penting dalam strategi pemenangan pemilu.
Didi mendorong kader memahami tugas, menjaga integritas, sekaligus memastikan suara masyarakat terlindungi dalam setiap tahapan pemilu.
Target sembilan kursi sendiri sejalan dengan agenda penguatan struktur dan kaderisasi PKS Ciamis. Didi sebelumnya juga menekankan bahwa kemenangan politik harus dibangun melalui kaderisasi, pelayanan publik, serta kerja nyata di tengah masyarakat.
Dalam struktur kepengurusan periode 2025–2030, Didi Sukardi tercatat sebagai Ketua DPD PKS Kabupaten Ciamis.
Didi juga menegaskan identitas ideologis partainya.
“PKS satu-satunya partai yang berasas Islam,” ujarnya, seraya mengajak kader menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam menjalankan aktivitas politik dan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan target lima menjadi sembilan kursi dan cita-cita mengantarkan kader PKS menjadi Bupati Ciamis 2029, Didi meminta seluruh kader tidak melihat beratnya target sebagai alasan untuk mundur.
“Kalau kita bergerak bersama dan kita niatkan sebagai ibadah, yang berat akan menjadi ringan,” pungkasnya.
News
Abu Bakar Sidik Apresiasi Kemenag Dorong PTKI Unggul
CIAMIS — Anggota DPRD Kabupaten Ciamis Fraksi PKS, Abu Bakar Sidik, mengapresiasi Kementerian Agama (Kemenag) yang terus mendorong peningkatan mutu pendidikan Islam melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Abu Bakar dalam kegiatan Peningkatan Mutu Pendidikan Islam 2026 di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Maarif, Ciamis, Senin, (31/08).
Kegiatan tersebut mengangkat sosialisasi kebijakan pengembangan dosen, tenaga kependidikan, dan Tri Dharma Perguruan Tinggi menuju Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang unggul di Ciamis.
Menurut Abu Bakar, kegiatan seperti Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) memiliki peran penting.
Selain menjadi ruang edukasi untuk meningkatkan wawasan keislaman masyarakat, program tersebut juga menjadi sarana Kemenag menyampaikan berbagai kebijakan pendidikan Islam secara langsung.
“Sebagai wakil masyarakat Ciamis, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kemenag yang telah melakukan edukasi peningkatan wawasan agama Islam bagi masyarakat melalui program NGOPI,” ujarnya.
Ia menilai kebijakan pengembangan dosen, penguatan tenaga kependidikan, serta peningkatan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi fondasi penting untuk mewujudkan PTKI yang unggul.
Ia menegaskan, kelengkapan sarana dan prasarana saja tidak cukup untuk membangun perguruan tinggi berkualitas.
Perguruan tinggi membutuhkan dosen yang terus berkembang kompetensinya, tenaga kependidikan yang kuat, serta pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara optimal.
“Sebagai wakil rakyat sekaligus bagian dari masyarakat, saya sangat mendorong kebijakan ini. Walaupun sarana dan prasarana lengkap, tanpa pengembangan kompetensi dosen, penguatan tenaga kependidikan, dan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mustahil tercipta PTKI yang unggul,” katanya.
Ia berharap kebijakan tersebut semakin memperkuat kualitas PTKI sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, kompeten, dan memiliki daya saing tinggi.
“Pendidikan Islam harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai akhlak dan karakter,” pungkasnya.
News
Ibnu: Desil Jangan Hanya Andalkan Data Administratif
CIAMIS — Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Ibnu Abdillah Hamam Fauzi, mendorong pemerintah memastikan penerapan data desil berjalan secara akurat dan rasional.
Ia menyampaikan hal itu saat menggelar reses di Saung Sawah Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Jumat (28/8/2026).
Menurut Ibnu, pemerintah perlu merasionalisasi kembali penggunaan data desil agar benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat yang sebenarnya
Data yang akurat akan membuat proses penentuan penerima bantuan berlangsung lebih objektif.
“Desil ini harus lebih dirasionalisasi. Datanya harus akurat supaya penentuan penerima bantuan lebih objektif. Jangan sampai penerapannya seperti uji coba, kemudian dampaknya justru kurang pas di masyarakat,” katanya.
Ia berharap pemerintah tidak hanya mengandalkan data administratif, tetapi juga memastikan kondisi faktual masyarakat masuk dalam proses pendataan dan pemutakhiran.
Ibnu menilai ketepatan data menjadi kunci agar program bantuan sosial mencapai warga yang benar-benar membutuhkan.
“Harapannya, dengan adanya desil ini bantuan pemerintah semakin tepat sasaran. Jangan sampai karena data yang kurang akurat, masyarakat yang seharusnya mendapatkan bantuan justru tidak mendapatkannya,” ujarnya.
Selain persoalan data desil, masyarakat dalam reses tersebut juga menyampaikan aspirasi terkait perbaikan selokan dan kali.
Infrastruktur drainase tersebut dinilai membutuhkan perhatian agar fungsi saluran air tetap optimal dan tidak menimbulkan persoalan bagi lingkungan warga.
Ibnu mengatakan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi catatan untuk diperjuangkan melalui lembaga DPRD dan komunikasi dengan pemerintah daerah.
“Pasti ini menjadi kajian penting yang akan serius kita perhatikan. Seluruh aspirasi yang hari ini disampaikan akan kami bahas bersama eksekutif,”pungkasnya.
-
News4 bulan agoDPD PKS Ciamis Ajukan PAW Anggota DPRD, Ibnu Abdillah Fauzi Diusulkan Gantikan Almarhum Dede Herli
-
News8 bulan agoKomisi I DPRD Jabar Dorong Profesionalisme ASN dan Reformasi Kepegawaian
-
News5 bulan agoTriple S Tundukkan KILLA dengan Skor Telak
-
News4 bulan agoDidi Sukardi Dorong Musola Dusun Sukadana Jadi Pusat Pendidikan dan Persatuan
-
News8 bulan agoKDM Rangkul PDIP, Ada Apa?
-
News5 bulan agoLeuwi Keris Hari Ini, Potensi Besar yang Masih Menunggu ‘Sentuhan’
-
News4 bulan agoMilad PKS ke-24, KDS Borong Jajanan Pedagang Keliling
-
News5 bulan agoPKS Ciamis Apresiasi Perjuangan Nelayan
