Connect with us

News

Komisi I DPRD Jabar Dorong Percepatan Infrastruktur Desa

Published

on

Purwakarta – Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat mengambil langkah strategis dengan mendatangi Dinas Pemerintahan Desa Kabupaten Purwakarta guna memperkuat koordinasi program provinsi yang masuk ke desa.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memastikan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat desa, khususnya di sektor infrastruktur jalan.

Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat Didi Sukardi menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi awal pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan desa, meskipun anggaran yang tersedia masih terbatas.

Fokus awal akan diarahkan pada 19 desa yang telah ditetapkan sebagai lokasi prioritas.

“Kami datang untuk memastikan sinkronisasi program provinsi dengan kebutuhan riil di desa. Tahun ini, pembangunan jalan desa mulai berjalan, walaupun skalanya masih terbatas dan baru menyasar 19 desa,” ujarnya.

Menurutnya, penetapan 19 desa tersebut bukan tanpa alasan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat ingin menjadikan program ini sebagai model atau prototipe pembangunan desa yang terukur dan berkelanjutan.

Dengan pendekatan ini, pemerintah dapat mengevaluasi efektivitas program sebelum diperluas ke wilayah yang lebih luas.

“Kami ingin program ini tidak sekadar berjalan, tetapi juga berhasil. Karena itu, 19 desa ini menjadi prototipe. Dari sini kita lihat dampaknya, mulai dari konektivitas, peningkatan ekonomi warga, hingga akses layanan dasar,” tambahnya.

Komisi I juga mendorong agar pemerintah provinsi dapat meningkatkan alokasi anggaran pada tahun mendatang.

Harapannya, program pembangunan infrastruktur desa tidak berhenti pada skala terbatas, melainkan bisa menjangkau seluruh desa di Jawa Barat.

“Harapan kami, tahun depan anggaran bisa ditingkatkan. Tidak hanya 19 titik, tetapi seluruh desa di Jawa Barat bisa merasakan manfaat pembangunan infrastruktur yang merata,” tegasnya.

Langkah koordinasi ini mendapat respons positif dari Dinas Pemerintahan Desa Kabupaten Purwakarta.

Sinergi antara legislatif dan pemerintah daerah dinilai menjadi kunci keberhasilan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Dengan dimulainya program ini, masyarakat desa diharapkan segera merasakan dampak nyata, terutama dalam hal aksesibilitas dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Pemerintah pun diharapkan konsisten dalam memperluas cakupan pembangunan demi mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera di seluruh Jawa Barat.

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

News

Didi Sukardi Ajak Perempuan Jabar Perkuat Peran di Era Digital

Published

on

By

Bandung — Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April kembali menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran perempuan dalam pembangunan bangsa, khususnya di Jawa Barat.

Semangat emansipasi yang diwariskan Raden Ajeng Kartini dinilai tetap relevan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, Didi Sukardi, menegaskan bahwa perempuan saat ini memiliki ruang yang semakin luas untuk berkontribusi di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga politik.

Menurutnya, semangat Kartini harus diterjemahkan dalam konteks kekinian, terutama dalam menghadapi era digital.

“Perempuan hari ini bukan hanya pelengkap, tetapi menjadi aktor utama dalam pembangunan. Semangat Kartini harus kita hidupkan dengan meningkatkan kapasitas diri, termasuk dalam penguasaan teknologi dan literasi digital,” ujar Didi Sukardi saat dimintai tanggapan, Senin (21/4/2026).

Ia menambahkan, transformasi digital membuka peluang besar bagi perempuan untuk mandiri secara ekonomi.

Banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang digerakkan oleh perempuan, dan kini mampu berkembang melalui pemanfaatan platform digital.

Namun demikian, Didi juga mengingatkan adanya tantangan yang harus dihadapi, seperti kesenjangan akses teknologi, perlindungan terhadap perempuan di ruang digital, serta masih adanya stereotip gender di sebagian masyarakat.

Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat program pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan.

“Pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang berpihak, mulai dari pelatihan keterampilan digital hingga perlindungan hukum. Ini penting agar perempuan bisa tumbuh dan berdaya secara optimal,” tambahnya.

Momentum Hari Kartini juga diharapkan menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus menghargai perjuangan perempuan terdahulu. Dengan semangat kesetaraan dan keadilan, perempuan Indonesia diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan menuju masa depan yang lebih inklusif dan berdaya saing.

Continue Reading

News

IPM Jabar Meningkat, Didi Sukardi: Jangan Hanya Tinggi di Angka, Lemah di Pemerataan

Published

on

By

KOTA BANDUNG – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat pada 2025 mencatat kenaikan signifikan menjadi 75,9 poin, meningkat dari 74,92 pada tahun sebelumnya.

Capaian ini melampaui target 74,39 poin, sekaligus menunjukkan tren positif pembangunan kualitas sumber daya manusia di provinsi tersebut.

Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, Didi Sukardi, menilai peningkatan IPM tidak lepas dari kerja kolektif pemerintah daerah dalam memperbaiki sektor kesehatan, pendidikan, dan standar hidup masyarakat.

“Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi cerminan dari membaiknya kualitas hidup masyarakat Jawa Barat. Namun, tantangan ke depan adalah memastikan pemerataan, bukan hanya peningkatan,” ujar Didi.

Dari sisi kesehatan, perbaikan terlihat pada meningkatnya usia harapan hidup menjadi 75,53 tahun serta menurunnya angka kematian balita.

Menurut Didi, capaian ini harus dijaga dengan memperkuat layanan kesehatan primer hingga ke tingkat desa.

“Fasilitas kesehatan jangan hanya terkonsentrasi di perkotaan. Kita perlu dorong distribusi tenaga medis dan layanan kesehatan yang merata hingga pelosok,” tegasnya.

Pada sektor pendidikan, peningkatan harapan lama sekolah menjadi 13,02 tahun dan rata-rata lama sekolah mencapai 9,46 tahun menjadi indikator penting.

Program bantuan seperti BOPD, BPMU, serta beasiswa bagi siswa kurang mampu dinilai efektif dalam menjaga akses pendidikan.

Namun, Didi mengingatkan bahwa pembangunan fisik seperti ruang kelas dan unit sekolah baru harus diiringi dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik.

“Jangan hanya bangun gedung, tapi pastikan kualitas guru meningkat. Pelatihan berbasis kompetensi dan adaptasi digital harus dipercepat,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya digitalisasi pendidikan sebagai solusi mengatasi kesenjangan kualitas antara wilayah kota dan kabupaten.

Menurutnya, platform pembelajaran digital harus dirancang inklusif agar bisa diakses oleh seluruh siswa, termasuk di daerah dengan keterbatasan infrastruktur.

Selain itu, Didi memberikan sejumlah masukan strategis untuk peningkatan IPM ke depan.

Pertama, pemerintah perlu fokus pada penguatan ekonomi keluarga melalui program pemberdayaan berbasis komunitas agar daya beli masyarakat meningkat secara berkelanjutan.

Kedua, intervensi pendidikan harus menyasar pencegahan putus sekolah di tingkat menengah, terutama di daerah dengan tingkat kerentanan sosial tinggi.

Ketiga, integrasi data antar sektor perlu diperkuat agar kebijakan lebih tepat sasaran.

“IPM tinggi harus berdampak langsung pada kesejahteraan. Kita ingin masyarakat tidak hanya lebih sehat dan terdidik, tetapi juga memiliki daya saing ekonomi yang kuat,” tutupnya.

Dengan sinergi kebijakan yang tepat, DPRD Jawa Barat optimistis peningkatan IPM ke depan tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga merata di seluruh wilayah.

Continue Reading

News

Didi Sukardi Tekankan Penguatan Karakter di Akademi Murabbi Belia 2026

Published

on

By

CIAMIS — Akademi Murabbi Belia 2026 menjadi momentum penting dalam membangun generasi muda yang tangguh, berilmu, dan berakhlak mulia.

Kegiatan ini menghadirkan anggota DPRD Jabar Didi Sukardi sebagai narasumber utama yang menyampaikan gagasan strategis tentang peran pemuda di era modern.

Mengusung tema “Upgrade Diri, Siap Menjadi Generasi Tangguh dan Berakhlak Mulia,” kegiatan ini berlangsung dinamis dan interaktif.

Didi Sukardi menegaskan bahwa generasi muda harus berani keluar dari zona nyaman dan terus meningkatkan kualitas diri.

“Pemuda tidak cukup hanya cerdas secara akademik. Mereka harus punya karakter kuat, integritas, dan kepekaan sosial. Itu yang akan menentukan masa depan bangsa,” tegasnya di hadapan peserta.

Ia juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai moral.

Menurutnya, tantangan zaman semakin kompleks, sehingga generasi muda perlu memiliki pondasi akhlak yang kokoh agar tidak mudah terpengaruh arus negatif.

Akademi Murabbi Belia 2026 tidak hanya menghadirkan ceramah, tetapi juga membuka ruang dialog.

Peserta aktif berdiskusi, menyampaikan pandangan, serta merumuskan langkah konkret dalam pengembangan diri.

Suasana ini memperkuat semangat kolaborasi dan kepemimpinan di kalangan pemuda.

Didi Sukardi mendorong peserta untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Ia menilai, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten.

“Mulai dari diri sendiri, lalu lingkungan sekitar. Jika itu dilakukan bersama, dampaknya akan luas,” ujarnya.

Panitia menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk mencetak generasi unggul.

Mereka berharap Akademi Murabbi Beta mampu melahirkan pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Banyak yang mengaku termotivasi untuk lebih serius dalam mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik maupun sosial.

Dengan menghadirkan narasumber yang relevan dan materi yang aplikatif, Akademi Murabbi Belia 2026 semakin mengukuhkan perannya sebagai wadah pembinaan generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman dengan karakter kuat dan visi yang jelas.

Continue Reading

Trending