News
Hari Jum’at: Titik Temu Langit, Bumi, dan Kesadaran Manusia
Hari Jum’at hadir bukan sekadar sebagai penanda waktu, tetapi sebagai ruang perjumpaan antara langit dan bumi, antara kesadaran spiritual dan kebutuhan manusiawi.
Dalam tradisi Islam, Jum’at disebut sebagai sayyidul ayyam, penghulu segala hari. Ia dimuliakan bukan tanpa sebab. Pada hari inilah manusia pertama, Nabi Adam AS, diciptakan, diturunkan ke bumi, hingga kelak pada hari yang sama kehidupan akan ditutup dengan datangnya kiamat.
Jum’at, dengan demikian, adalah hari yang mengingatkan manusia pada asal-usul, perjalanan, dan tujuan akhir hidupnya.
Secara religius, Jum’at menjadi momentum ketika manusia diminta berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia. Seruan azan Salat Jum’at bukan hanya panggilan ibadah, melainkan teguran lembut agar manusia menata ulang prioritas hidupnya.
Allah secara tegas memerintahkan untuk meninggalkan transaksi dan urusan dunia saat panggilan itu datang. Pesannya jelas: ekonomi penting, pekerjaan perlu, tetapi kesadaran spiritual adalah fondasi utama kehidupan.
Di masjid, manusia berdiri sejajar tanpa sekat status sosial, sebuah simbol bahwa pada hakikatnya semua sama di hadapan Tuhan.
Keistimewaan Jum’at juga terletak pada adanya waktu mustajab doa. Di hari ini, harapan manusia seolah diberi jalur khusus untuk naik lebih cepat ke langit.
Ketidakpastian tentang kapan tepatnya waktu mustajab itu justru mengajarkan satu hal penting: berdoalah sepanjang hari, bukan hanya saat terdesak. Jum’at melatih manusia untuk terus berharap, berserah, dan rendah hati.
Menariknya, keutamaan Jum’at tidak berhenti pada wilayah keimanan semata. Dari sudut pandang ilmiah dan psikologis, Jum’at berperan sebagai titik keseimbangan mental.
Setelah lima hari manusia bekerja dan menumpuk tekanan, Jum’at menjadi fase transisi menuju jeda. Aktivitas ibadah berjamaah, mendengarkan khutbah, dan berinteraksi sosial di masjid terbukti mampu menurunkan tingkat stres, meningkatkan rasa kebersamaan, serta memperkuat kesehatan mental.
Ini sejalan dengan konsep psikologi modern tentang pentingnya mindfulness dan refleksi rutin.
Ritual-ritual Jum’at seperti mandi, berpakaian rapi, dan datang lebih awal ke masjid juga memiliki nilai ilmiah.
Kebersihan tubuh berdampak langsung pada kenyamanan fisik dan kepercayaan diri, sementara keteraturan ibadah membentuk disiplin dan stabilitas emosi.
Bahkan anjuran memperbanyak sedekah di hari Jum’at selaras dengan penelitian yang menunjukkan bahwa memberi kepada orang lain meningkatkan hormon kebahagiaan dan kepuasan hidup.
Dengan demikian, hari Jum’at adalah paket lengkap kehidupan. Ia menenangkan jiwa, menyehatkan pikiran, memperkuat ikatan sosial, dan mengingatkan manusia akan makna hidup yang lebih luas.
Jum’at bukan sekadar hari ibadah mingguan, melainkan mekanisme ilahiah untuk menjaga manusia tetap waras, seimbang, dan berorientasi pada nilai.
Di sanalah agama dan ilmu bertemu, saling menguatkan, tanpa perlu saling meniadakan.
News
PKS Jawa Barat Cetak Duta Tani Baru di Ciamis, Siapkan Penyuluh Pertanian Penggerak Ketahanan Pangan
Ciamis — Partai Keadilan Sejahtera melalui Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan (BPPN) DPW Jawa Barat terus memperkuat sektor pertanian dengan menggelar Training for Trainer (TFT) Duta Tani di Saung Sawah Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Ahad (17/5/2026).
Pelatihan tersebut menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Priangan Timur dan sekitarnya, mulai dari Kabupaten Kuningan, Garut, Pangandaran, Tasikmalaya, Kota Banjar hingga Kota Tasikmalaya.
Setiap DPD PKS mengirimkan lima calon penyuluh pertanian untuk mengikuti program pembinaan Duta Tani yang digagas BPPN DPW PKS Jawa Barat.
Ketua DPD PKS Kabupaten Ciamis yang juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Didi Sukardi, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian.
Menurutnya, sektor pertanian membutuhkan generasi baru yang mampu hadir langsung di tengah masyarakat dan memberi solusi nyata bagi petani.
“Pertanian tidak cukup hanya dipahami secara teori. Kami ingin melahirkan Duta Tani yang mampu menjadi penyuluh, pendamping, sekaligus penggerak masyarakat di daerah masing-masing,” ujar Didi Sukardi.
Ia juga menilai sektor pertanian memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Sementara itu, Ketua Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan DPD PKS Ciamis, Mamat M. Suharja, menyebut pelatihan ini menjadi momentum memperkuat jaringan pegiat pertanian di wilayah Priangan Timur.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta aktif mengikuti sesi pelatihan, diskusi, hingga praktik lapangan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan penyuluhan dan pendampingan masyarakat tani.
“Kami ingin mencetak kader pertanian yang siap bergerak di lapangan dan mampu mengembangkan potensi pertanian daerah. Setelah pelatihan ini selesai, peserta diharapkan langsung terjun mendampingi masyarakat tani,” kata Mamat.
Melalui program TFT Duta Tani tersebut, BPPN DPW PKS Jawa Barat menargetkan lahirnya penyuluh-penyuluh pertanian baru yang mampu menjadi motor penggerak pertanian berbasis masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan di Jawa Barat.
News
KDS Sambut Baik Kepemimpinan Baru PUI Ciamis
CIAMIS – Ketua DPC PDIP Kabupatrn Ciamis Nanang Permana, SH, MH resmi terpilih sebagai Ketua DPD Pemuda Umat Islam (PUI) Kabupaten Ciamis periode 2026-2031.
Terpilihnya Nanang diharapkan mampu membawa semangat baru bagi organisasi Persatuan Ummat Islam (PUI) di Kabupaten Ciamis dalam menghadapi tantangan zaman sekaligus memperkuat peran umat di tengah masyarakat.
Ucapan selamat dan dukungan pun datang dari berbagai pihak, salah satunya dari Ketua DPD PKS Ciamis sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Didi Sukardi, SE.
Dalam pernyataannya, ia menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru ini mampu menghadirkan kemajuan dan keberkahan bagi masyarakat luas.
“Selamat atas terpilihnya sebagai pemimpin. Semoga amanah, bijaksana, dan membawa kemajuan serta keberkahan bagi semua,” ujar H. Didi Sukardi.
Terpilihnya Nanang Permana dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta meningkatkan kontribusi nyata PUI dalam bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan di Kabupaten Ciamis.
Sebagai organisasi Islam yang memiliki sejarah panjang di Indonesia, terang Didi, PUI diharapkan terus hadir menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan umat.
“Kepemimpinan baru ini juga diharapkan mampu membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah daerah demi terciptanya pembangunan yang harmonis dan berorientasi pada kepentingan rakyat,”jelasnya.
Didi menilai bekal pengalaman dan latar belakang yang dimiliki Nanang mampu mengemban amanah organisasi dengan baik serta membawa DPD PUI Kabupaten Ciamis semakin aktif, progresif, dan dekat dengan masyarakat.
“Masyarakat pun menaruh harapan besar agar kepengurusan periode 2026-2031 ini dapat menghadirkan program-program yang berdampak positif, khususnya dalam pembinaan umat, penguatan nilai keislaman, dan pembangunan karakter generasi muda di Kabupaten Ciamis,”tutupnya.
News
Didi Sukardi Ajak Masyarakat Tingkatkan Budaya Literasi
Jomantara — Momentum Hari Buku Nasional yang diperingati setiap 17 Mei kembali menjadi pengingat pentingnya budaya membaca dan literasi di tengah perkembangan zaman digital.
Ketua DPD PKS Ciamis, H. Didi Sukardi, SE, turut menyampaikan ucapan dan harapannya agar masyarakat semakin mencintai buku sebagai sumber ilmu dan peradaban.
Dalam pesan yang disampaikan pada peringatan Hari Buku Nasional 2026, H. Didi Sukardi menilai bahwa buku bukan sekadar kumpulan tulisan, melainkan jendela pengetahuan yang mampu membentuk karakter bangsa.
Menurutnya, kemajuan suatu daerah sangat dipengaruhi oleh kualitas literasi masyarakatnya.
“Budaya membaca harus terus ditanamkan sejak dini. Buku adalah jalan untuk membuka wawasan, memperkuat pendidikan, dan menciptakan generasi yang cerdas serta berakhlak,” ujarnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak dengan tetap menjadikan membaca sebagai kebiasaan utama.
Di era informasi yang serba cepat, kemampuan memahami dan menyaring pengetahuan dinilai menjadi keterampilan penting.
Peringatan Hari Buku Nasional tahun ini menjadi momentum untuk meningkatkan semangat belajar, memperluas wawasan, dan membangun masyarakat yang lebih maju melalui literasi.
Dukungan terhadap dunia pendidikan dan budaya membaca diharapkan dapat terus tumbuh di berbagai kalangan.
Ucapan Hari Buku Nasional yang disampaikan H. Didi Sukardi, SE tersebut juga mendapat perhatian masyarakat dan kader PKS Ciamis sebagai bentuk dukungan terhadap pentingnya pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
“Tentunya dengan semangat Hari Buku Nasional ini, kita semakin menyadari bahwa membaca buku merupakan investasi pengetahuan yang akan membawa manfaat besar bagi masa depan bangsa,”pungkasnya.
-
News3 minggu agoDPD PKS Ciamis Ajukan PAW Anggota DPRD, Ibnu Abdillah Fauzi Diusulkan Gantikan Almarhum Dede Herli
-
News4 bulan agoKomisi I DPRD Jabar Dorong Profesionalisme ASN dan Reformasi Kepegawaian
-
News1 bulan agoTriple S Tundukkan KILLA dengan Skor Telak
-
News2 bulan agoLeuwi Keris Hari Ini, Potensi Besar yang Masih Menunggu ‘Sentuhan’
-
News2 bulan agoPeletakan Batu Pertama Masjid Sekolah di Cipaku, Didi Sukardi Tegaskan Peran sebagai Fasilitator
-
News2 bulan agoDidi Sukardi Resmikan Peletakan Batu Pertama Mushola Azzahra, Warga Cimaragas Antusias
-
News1 bulan agoMuscab PKB Tasik, Jazilul Fawaid Tekankan Mental Pemenang
-
News1 bulan agoPKS Ciamis Apresiasi Perjuangan Nelayan
