Connect with us

News

Bupati Tasikmalaya Dorong KWT Agri Tasik Jadi Garda Terdepan Kemandirian Pangan Keluarga

Published

on

Bupati Tasikmalaya Dorong KWT Agri Tasik Jadi Garda Terdepan Kemandirian Pangan Keluarga

TASIKMALAYA – Sektor pertanian di Kabupaten Tasikmalaya kini memasuki babak baru dengan menempatkan kaum perempuan sebagai aktor intelektual di garis depan. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menggelar Temu Strategis bersama Forum Kelompok Wanita Tani (KWT) Agri Tasik guna memperkuat peran perempuan dalam menjaga kedaulatan pangan daerah, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi panggung konsolidasi bagi ratusan pelaku pertanian perempuan dari berbagai pelosok Bumi Sukapura. Temu strategis ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan upaya sistematis pemerintah daerah dalam menyelaraskan visi pemberdayaan ekonomi berbasis keluarga.

Dalam kegiatan tersebut, identitas KWT Kabupaten Tasikmalaya dipertegas melalui moto yang sarat makna: “Buruan Hejo Pangan Ngalayah”. Moto ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah instruksi bagi setiap rumah tangga di Tasikmalaya untuk menghijaukan pekarangan rumah (buruan) dengan tanaman produktif sehingga ketersediaan pangan melimpah (ngalayah).

Semangat ini menjadi penyokong utama program “Tasik Hejo” yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya di bawah kepemimpinan Bupati Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP. Bupati memandang bahwa ketahanan pangan nasional harus dimulai dari ketahanan pangan di meja makan setiap keluarga. Jika pekarangan rumah tangga sudah produktif, maka kerentanan terhadap gejolak harga pangan di pasar dapat diminimalisir secara signifikan.

Strategi Ketahanan Pangan Berbasis Keluarga

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi yang membedah strategi penguatan ketahanan pangan. KWT dinilai memiliki peran strategis karena perempuan adalah pengelola utama konsumsi rumah tangga. Dengan memberikan pembekalan teknik pertanian modern yang ramah lingkungan pada lahan sempit, KWT mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga tanpa harus memiliki lahan pertanian yang luas.

“Perempuan tani adalah pahlawan pangan yang sesungguhnya. Melalui pemanfaatan lahan pekarangan yang optimal, ibu-ibu KWT tidak hanya menyediakan makanan sehat bagi anak-anaknya, tetapi juga membantu menekan inflasi daerah dari komoditas pangan harian seperti cabai, sayuran, dan bumbu dapur,” ungkap poin utama dalam diskusi strategis tersebut.

Selain aspek teknis, temu strategis ini juga menyoroti pentingnya manajemen kelompok yang solid. Tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim hingga alih fungsi lahan, menuntut KWT untuk lebih inovatif dalam mencari solusi pertanian berkelanjutan.

Mewujudkan Kemandirian Pangan Berkelanjutan

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berharap melalui ajang konsolidasi ini, seluruh anggota KWT Agri Tasik dapat menyamakan langkah ke depan. KWT diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap penanaman, tetapi mulai merambah ke sektor hilirisasi produk pertanian agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Melalui dukungan penuh dari pemerintah daerah, KWT Agri Tasik diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi desa. Dengan semangat kemandirian, kaum perempuan di Tasikmalaya kini membuktikan bahwa dari tangan mereka, kedaulatan pangan bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang tumbuh subur di setiap pekarangan rumah warga.i teknis, dan visi masa depan.

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

News

Didi Sukardi Serukan Pers Profesional dan Berintegritas

Published

on

By

Ciamis — Didi Sukardi menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga kebebasan pers yang bertanggung jawab dalam momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia yang diperingati setiap 3 Mei.

Didi mengajak insan pers untuk tetap profesional, independen, dan berpihak pada kebenaran di tengah derasnya arus informasi digital.

Dalam pernyataannya, Didi Sukardi menegaskan bahwa pers memiliki peran penting sebagai penjaga demokrasi dan penyambung suara masyarakat.

Menurutnya, kebebasan pers bukan hanya soal kebebasan menyampaikan informasi, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral dan etika jurnalistik.

“Pers yang bebas adalah cahaya bagi kebenaran, penjaga demokrasi, dan suara bagi yang tak terdengar,” demikian kutipan pesan yang disampaikan dalam peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026.

Tokoh muda asal Ciamis itu juga berharap insan pers di Indonesia semakin profesional dan berintegritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Ia menilai media memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan mampu mencerdaskan masyarakat.

Di era digital saat ini, menurut Didi, tantangan dunia pers semakin kompleks. Penyebaran informasi yang cepat sering kali diiringi munculnya hoaks, disinformasi, hingga konten yang memecah belah masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kebebasan pers dengan tanggung jawab dan etika.

Selain menyoroti pentingnya profesionalisme, Didi Sukardi juga menekankan bahwa pers yang independen menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat demokrasi di Indonesia.

Pers yang sehat diyakini mampu menciptakan ruang publik yang kritis, edukatif, dan bermartabat.

Pesan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 yang disampaikan Didi Sukardi mendapat perhatian dari berbagai kalangan masyarakat dan pegiat media di Kabupaten Ciamis.

Ucapan tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa pers memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi sekaligus membangun bangsa yang lebih maju.

Dengan mengusung semangat “Pers Bebas, Demokrasi Kuat, Bangsa Bermartabat”, peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia tahun ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara media, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa dalam menjaga ruang informasi yang sehat dan terpercaya.

Continue Reading

News

Strategi Bupati Tasikmalaya Sulap Infrastruktur Jadi Magnet Wisata

Published

on

By

Strategi Bupati Tasikmalaya Sulap Infrastruktur Jadi Magnet Wisata

TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tengah melakukan langkah berani dalam membenahi wajah infrastrukturnya. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 32 ruas jalan strategis kini menjadi target prioritas peningkatan kualitas. Langkah ini merupakan strategi besar pemerintah daerah untuk menjadikan sektor pariwisata dan pertanian sebagai motor utama penggerak ekonomi warga.

Guna merealisasikan ambisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menjalin kerja sama strategis melalui skema pinjaman daerah senilai Rp230 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). Dana segar ini dialokasikan khusus untuk mempercepat pembenahan jalur-jalur “urat nadi” yang selama ini kondisinya menghambat mobilitas warga dan wisatawan.

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur bukan sekadar urusan teknis pengaspalan, melainkan tentang membangun fondasi kesejahteraan. Ia memprioritaskan jalur-jalur yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi ekonomi, terutama di wilayah yang memiliki potensi alam melimpah.

“Kami tidak hanya memperbaiki jalan yang rusak, tapi kami membidik ruas yang mampu menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru. Wilayah wisata harus lebih hidup, dan pemerintah wajib menunjangnya dengan akses jalan yang layak. Jika aksesnya sulit, potensi seindah apa pun akan tetap tersembunyi,” ujar Cecep di Pendopo Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (30/4/2026).

Data teknis menunjukkan bahwa 32 ruas tersebut tersebar di wilayah krusial, mulai dari jalur Papayan–Cikalong, Ciawi–Singaparna, Manonjaya–Salopa, hingga Cineam–Rajadatu. Pengerjaan ini diharapkan mampu memangkas waktu distribusi hasil bumi dari desa ke pusat kota, sekaligus memberikan kenyamanan bagi pelancong yang ingin mengeksplorasi keindahan alam Tasikmalaya.

Menjual Pesona Tasikmalaya Lewat Rute Tematik

Salah satu terobosan menarik dalam kebijakan ini adalah perancangan jalur wisata khusus yang menyasar komunitas otomotif berskala nasional. Cecep telah menjalin komunikasi intensif dengan berbagai komunitas, termasuk Mercedes Jip Indonesia (MJI), untuk menjadikan Tasikmalaya sebagai rute touring utama di Jawa Barat.

Konsepnya bukan sekadar melintas, melainkan sebuah perjalanan naratif. Rute dirancang mulai dari gerbang masuk Kampung Naga di Salawu yang ikonik dengan kearifan lokalnya, berlanjut ke sentra manggis di Puspahiang untuk agrowisata, melintasi hamparan hijau kebun teh di desa wisata Taraju, hingga menembus kawasan asri Bojonggambir. Perjalanan ini diproyeksikan berakhir di eksotisme pantai selatan Cipatujah.

“Pemilihan rute ini bertujuan agar seluruh kawasan wisata yang dilalui mendapatkan dampak ekonomi langsung. Wisatawan bisa berhenti di Puspahiang untuk mencicipi manggis, atau menyeruput teh di Taraju. Inilah cara kita menghidupkan ekonomi rakyat melalui infrastruktur,” tegas Cecep.

Komitmen Transparansi dan Kualitas

Menyadari bahwa proyek ini menggunakan dana pinjaman, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memberikan jaminan ketat terkait transparansi dan kualitas pengerjaan. Proyek ini tidak hanya dikejar kecepatannya, tetapi juga daya tahannya agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya dalam jangka panjang tanpa perlu perbaikan berulang setiap tahun.

Melalui infrastruktur yang mantap, Kabupaten Tasikmalaya optimistis mampu meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional. Harapannya, akses jalan yang mulus akan mengundang investor, menciptakan lapangan kerja baru di sektor jasa pariwisata, dan pada akhirnya, meningkatkan taraf hidup masyarakat Kabupaten Tasikmalaya secara menyeluruh.

Continue Reading

News

Gebrakan Pemkab Tasikmalaya Bangun Dua RS Baru Tanpa Kuras APBD

Published

on

By

Gebrakan Pemkab Tasikmalaya Bangun Dua RS Baru Tanpa Kuras APBD

TASIKMALAYA – Sebuah sejarah baru dalam peta layanan kesehatan Kabupaten Tasikmalaya tercipta. Melalui diplomasi kebijakan yang intens di bawah kepemimpinan Bupati Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., dan Wakil Bupati H. Asep Sopari Al-Ayubi, S.P., rencana pembangunan dua rumah sakit baru di wilayah Utara dan Selatan kini resmi mendapatkan “lampu hijau”.

Kepastian ini menyusul disetujuinya pengajuan lahan pembangunan rumah sakit tersebut oleh DPRD Kabupaten Tasikmalaya dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD, Rabu (29/4/2026). Persetujuan ini menjadi titik balik bagi pemerataan layanan kesehatan di Bumi Sukapura yang selama ini terkendala oleh luasnya jangkauan geografis.

Salah satu poin paling mencolok dari kebijakan ini adalah model kerja samanya. Menyadari keterbatasan APBD, Pemkab Tasikmalaya menggandeng institusi pendidikan dan organisasi kemasyarakatan besar, yakni Universitas Padjadjaran (UNPAD) dan Persatuan Islam (Persis).

Lahan seluas 10.075 m² yang berlokasi di Desa Tobongjaya, Kecamatan Cipatujah, akan diserahkan pengelolaannya kepada UNPAD. Sementara itu, untuk wilayah utara, lahan seluas 10.000 m² di Desa Pamoyanan, Kecamatan Kadipaten, akan diserahkan kepada PP Persatuan Islam.

Strategi ini dinilai sangat brilian oleh banyak kalangan. Dengan model hibah lahan untuk pembangunan fasilitas publik, Pemkab Tasikmalaya berhasil menghadirkan rumah sakit berkualitas tanpa harus menanggung beban biaya konstruksi dan operasional yang membengkak di anggaran daerah. Ini adalah bukti nyata kepemimpinan yang adaptif dan solutif.

Selama puluhan tahun, warga di wilayah Cipatujah (Selatan) dan Kadipaten (Utara) seringkali harus menempuh perjalanan panjang berjam-jam untuk mencapai RSUD pusat di Singaparna saat menghadapi kondisi darurat. Jarak tempuh ini bukan sekadar angka, melainkan taruhan nyawa bagi pasien gawat darurat.

“Persetujuan DPRD ini adalah kemenangan bagi rakyat. Kita ingin memutus rantai jarak pelayanan medis. Dengan adanya rumah sakit di Tobongjaya dan Pamoyanan, warga di utara dan selatan kini memiliki ‘benteng medis’ yang dekat dengan rumah mereka,” tegas visi besar yang diusung oleh duet Cecep-Asep.

Keberadaan rumah sakit ini nantinya tidak hanya melayani pengobatan, tetapi juga diharapkan menjadi pusat edukasi kesehatan dan penggerak ekonomi baru bagi masyarakat sekitar lokasi pembangunan.

Komitmen Mewujudkan RPJMD

Langkah strategis ini merupakan ejawantah dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tasikmalaya. Kepemimpinan Bupati Cecep dan Wabup Asep tetap konsisten pada tiga pilar utama: percepatan infrastruktur jalan, peningkatan kualitas pendidikan secara fisik maupun non-fisik, serta penguatan layanan dan infrastruktur kesehatan.

Disetujuinya hibah lahan ini membuktikan bahwa RPJMD bukan sekadar dokumen di atas kertas, melainkan panduan kerja nyata yang dieksekusi dengan langkah-langkah progresif. Dengan hadirnya dua rumah sakit baru ini, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya optimis indeks kesehatan masyarakat akan meningkat secara signifikan, sejalan dengan visi mewujudkan masyarakat Tasikmalaya yang religius, maju, dan sejahtera.

Continue Reading

Trending