News
Fraksi PKS Soroti Kemandirian Fiskal dalam Raperda APBD Ciamis 2027
CIAMIS – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Ciamis menyampaikan pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ciamis Tahun Anggaran 2027, Jumat (25/9/2026).
Dalam pandangannya, Fraksi PKS yang disampaikan anggota Fraksi PKS H. Ibnu Abdillah Hamam Fauzi memberikan apresiasi kepada Bupati Ciamis atas penyampaian Raperda APBD 2027.
Fraksi PKS menilai APBD tidak hanya menjadi kumpulan angka pendapatan dan belanja, tetapi juga instrumen kebijakan untuk memastikan pelayanan publik berjalan baik, pembangunan tetap produktif, ekonomi masyarakat tumbuh, serta kemampuan fiskal daerah semakin kuat.
Salah satu perhatian utama Fraksi PKS berkaitan dengan pendapatan daerah. Dalam Raperda APBD 2027, pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp1,668 triliun. Angka tersebut turun sekitar Rp662,3 miliar atau 28,42 persen dibandingkan APBD murni 2026.
Di sisi lain, Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan meningkat sekitar Rp20,2 miliar atau 5,37 persen.
Fraksi PKS memahami kondisi tersebut terutama dipengaruhi berkurangnya transfer pemerintah pusat dan pendapatan bagi hasil pajak provinsi.
Fraksi PKS mendorong kondisi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kemandirian fiskal Kabupaten Ciamis.
Peningkatan PAD dinilai perlu dilakukan melalui optimalisasi potensi yang sudah tersedia, peningkatan kepatuhan, digitalisasi pemungutan, optimalisasi aset daerah, peningkatan kinerja BUMD, serta pengembangan aktivitas ekonomi masyarakat.
Fraksi PKS juga meminta pemerintah daerah memberikan penjelasan mengenai sumber utama peningkatan PAD 2027, potensi PAD yang masih dapat dioptimalkan, serta strategi konkret meningkatkan PAD tanpa memberikan beban yang tidak proporsional kepada masyarakat dan dunia usaha.
Belanja Daerah Harus Memberikan Manfaat Nyata
Fraksi PKS turut menyoroti rencana belanja daerah dalam Raperda APBD 2027 yang mencapai Rp1,833 triliun.
Dengan rencana pendapatan sebesar Rp1,668 triliun, terdapat defisit sekitar Rp165 miliar yang akan ditutup melalui pembiayaan netto sebesar Rp165 miliar.
Dalam kondisi fiskal tersebut, Fraksi PKS mendorong pemerintah daerah agar mengelola belanja secara lebih selektif dan berbasis prioritas.
Setiap program, menurut Fraksi PKS, perlu memiliki sasaran yang jelas, indikator kinerja, lokasi pelaksanaan, kelompok penerima manfaat, serta ukuran hasil yang dapat dievaluasi.
Karena itu, keberhasilan APBD tidak semata-mata diukur dari tingkat penyerapan anggaran.
Yang lebih penting adalah sejauh mana anggaran mampu menghasilkan peningkatan pelayanan publik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Fraksi PKS juga mendorong agar prioritas anggaran diarahkan pada kebutuhan dasar masyarakat, penguatan ekonomi lokal, pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik, lingkungan hidup, pendidikan, serta pembangunan manusia.
PKS Dorong Penguatan Program Magrib Mengaji
Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Ciamis, Nana Sutisna menambahkan selain aspek fiskal dan pembangunan, Fraksi PKS memberikan perhatian terhadap pembangunan sumber daya manusia, khususnya karakter dan moral generasi muda.
Fraksi PKS menyampaikan amanah dan aspirasi masyarakat mengenai penguatan program Magrib Mengaji sebagai salah satu upaya menghadapi tantangan kehidupan pelajar dan generasi muda saat ini.
Program tersebut dapat diarahkan sebagai gerakan masyarakat yang mendorong anak-anak dan pelajar memanfaatkan waktu selepas Magrib untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an, pembinaan akhlak, serta penguatan nilai keagamaan.
Fraksi PKS menilai program Magrib Mengaji dapat menjadi salah satu instrumen untuk mengurangi dan memberantas buta huruf Al-Qur’an sekaligus memperkuat ketahanan moral dan karakter generasi muda.
Pemerintah daerah didorong mengkaji bentuk dukungan yang tepat, terukur, dan sesuai dengan kewenangan daerah. Pelaksanaannya dapat melibatkan keluarga, sekolah, masjid, pesantren, majelis taklim, organisasi keagamaan, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Fraksi PKS menekankan agar program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Program Magrib Mengaji perlu memiliki sasaran, mekanisme pelaksanaan, indikator capaian, dan evaluasi yang jelas.
Minta Pembiayaan Defisit Dikaji Secara Hati-Hati
Fraksi PKS juga menyoroti rencana defisit APBD 2027 sebesar Rp165 miliar yang ditutup melalui pembiayaan netto.
Menurut Fraksi PKS, kebijakan pembiayaan perlu dibahas dengan prinsip kehati-hatian serta memperhatikan keberlanjutan fiskal daerah.
Pemerintah daerah diminta memberikan penjelasan mengenai sumber pembiayaan, dasar perhitungannya, penggunaan pembiayaan, serta konsekuensi fiskalnya terhadap APBD pada tahun-tahun berikutnya.
Fraksi PKS berpandangan bahwa pembiayaan tidak sekadar menjadi instrumen untuk menutup selisih antara pendapatan dan belanja. Pembiayaan juga harus mendukung program yang memiliki manfaat pembangunan secara jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kesinambungan fiskal, kata Fraksi PKS, harus tetap menjadi perhatian bersama dalam penyusunan APBD Kabupaten Ciamis.
PKS Terima Raperda APBD 2027 untuk Dibahas
Di bagian akhir pandangannya, Fraksi PKS memandang penyusunan APBD 2027 sebagai bagian penting dari upaya bersama menjaga kesinambungan pembangunan Kabupaten Ciamis di tengah keterbatasan ruang fiskal.
Setelah memperhatikan penjelasan Bupati Ciamis serta berbagai catatan dan masukan yang disampaikan, Fraksi PKS menyatakan dapat menerima Raperda tentang APBD Kabupaten Ciamis Tahun Anggaran 2027 untuk dibahas pada tahapan selanjutnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pandangan umum Fraksi PKS DPRD Kabupaten Ciamis pada Jumat, 25 September 2026. Pandangan tersebut ditandatangani Ketua Fraksi PKS Nana Sutisna, S.Ag., dan Sekretaris H. Ade Amran, MH.
News
PKS Ciamis: Petani Berdaulat, Pertanian Sejahtera
CIAMIS — Momentum Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September menjadi kesempatan untuk kembali menegaskan pentingnya peran petani dalam menjaga ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Ciamis turut menyampaikan pesan untuk para petani melalui Ketua DPD PKS Ciamis H. Didi Sukardi, SE dan Sekretaris DPD PKS Ciamis Eli Romli, S.H.I., S.Pd.
Mengusung semangat “Petani Berdaulat dan Sejahtera”, peringatan Hari Tani Nasional menjadi momentum untuk memberikan perhatian terhadap kehidupan petani sekaligus mendorong penguatan sektor pertanian di daerah.
Hari Tani Nasional berlangsung setiap 24 September. Pemerintah menetapkan tanggal tersebut melalui Keputusan Presiden Nomor 169 Tahun 1963.
Momentum ini juga berkaitan dengan lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960.
Didi Sukardi mengatakan bagi Kabupaten Ciamis, sektor pertanian memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.
“Perhatian terhadap petani tidak cukup hanya melalui peringatan tahunan, tetapi perlu berlanjut melalui penguatan kapasitas, akses usaha, teknologi, permodalan, hingga pemasaran hasil pertanian,”terangnya.
PKS sendiri, lanjut Didi, dalam sejumlah agenda pertaniannya menyoroti pentingnya pemberdayaan petani, pemanfaatan teknologi, akses permodalan, serta penguatan pemasaran agar hasil pertanian memberikan nilai tambah bagi petani.
Didi mengajak masyarakat menjadikan Hari Tani Nasional sebagai momentum untuk menghargai kerja keras petani yang menyediakan kebutuhan pangan masyarakat.
“Semangat petani berdaulat dan sejahtera juga dapat menjadi dorongan bagi generasi muda Ciamis untuk melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki peluang ekonomi dan masa depan,”jelasnya.
News
Didi Sukardi Silaturahmi ke TK An-Nur Sindangkasih, Dorong Perhatian untuk Fasilitas Pendidikan
CIAMIS – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat sekaligus Ketua DPD PKS Kabupaten Ciamis, H. Didi Sukardi, S.E., melakukan silaturahmi ke TK An-Nur, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis belum lama ini.
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk menyerap aspirasi sekaligus melihat secara langsung kondisi sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini.
Didi Sukardi menilai keberadaan pendidikan TK memiliki peran penting dalam membangun fondasi pendidikan anak.
Karena itu, kondisi fasilitas sekolah menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Didi menyampaikan bahwa sekolah TK yang belum memiliki fasilitas layak perlu mendapatkan perhatian, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih nyaman, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Pendidikan anak usia dini merupakan bagian penting dari proses pendidikan. Karena itu, sekolah-sekolah TK yang fasilitasnya belum memadai perlu kita perhatikan agar anak-anak mendapatkan lingkungan belajar yang layak,” ujar Didi.
Menurutnya, perhatian terhadap fasilitas pendidikan tidak hanya menyangkut bangunan fisik, tetapi juga berbagai sarana pendukung pembelajaran yang dibutuhkan guru dan peserta didik.
Ketersediaan fasilitas yang memadai diharapkan dapat membantu tenaga pendidik menjalankan proses pembelajaran secara optimal.
Silaturahmi ke TK An-Nur juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi langsung dengan masyarakat dan lembaga pendidikan.
Ia berharap perhatian terhadap pendidikan dasar dan anak usia dini dapat terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat, serta berbagai pihak terkait.
“Intinya aspirasi yang disampaikan pihak sekolah dapat menjadi bahan untuk melihat kebutuhan pendidikan di tingkat daerah,”pungkasnya.
News
DPRD Jabar Desak KPID Masuk Sekolah
BANDUNG – Derasnya arus informasi di media sosial mendorong DPRD Jawa Barat meminta Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jabar memperluas program literasi media hingga lingkungan sekolah. Jenjang SMP dan SMA dinilai menjadi ruang strategis untuk membangun kemampuan berpikir kritis sejak dini.
Dorongan tersebut mengemuka pada September 2026 seiring semakin mudahnya masyarakat mengakses dan menyebarkan informasi melalui telepon genggam. DPRD Jabar menilai kemudahan itu perlu diimbangi kemampuan memeriksa sumber dan memahami konteks informasi sebelum membagikannya.
Anggota Komisi I DPRD Jabar, Didi Sukardi, menilai literasi media perlu mendapat perhatian serius agar pelajar tidak sekadar menjadi konsumen informasi. Remaja juga perlu memiliki kemampuan memilah informasi, mengenali konten yang menyesatkan, serta melakukan verifikasi terhadap berita yang beredar di media sosial.
“Literasi media tidak cukup hanya mengajarkan cara menggunakan teknologi. Anak-anak juga harus memahami bagaimana mengecek informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya,” ujar Didi.
Menurutnya, sekolah dapat menjadi titik penting untuk membangun kebiasaan tersebut. Guru dan tenaga pendidik dapat mengarahkan siswa memahami sumber berita, membandingkan informasi, serta mengenali ciri-ciri hoaks.
Pendekatan sederhana seperti 5W+1H juga dapat digunakan untuk menguji sebuah informasi, mulai dari siapa yang menyampaikan, apa isinya, kapan dan di mana peristiwa terjadi, mengapa informasi muncul, hingga bagaimana fakta tersebut dapat diverifikasi. Pendekatan ini juga mendapat dorongan dari DPRD Jabar dalam agenda literasi media terbaru.
Data Jabar Saber Hoaks mencatat 722 informasi hoaks sepanjang 2026 hingga pembaruan 20 September 2026. Angka tersebut menunjukkan tantangan verifikasi informasi masih besar.
Karena itu, Didi mendorong KPID Jabar memperkuat kolaborasi dengan sekolah, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan pendidikan agar literasi media tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
“Remaja harus memiliki bekal berpikir kritis agar tidak mudah percaya pada informasi yang muncul begitu saja di media sosial,” katanya.
-
News5 bulan agoDPD PKS Ciamis Ajukan PAW Anggota DPRD, Ibnu Abdillah Fauzi Diusulkan Gantikan Almarhum Dede Herli
-
News8 bulan agoKomisi I DPRD Jabar Dorong Profesionalisme ASN dan Reformasi Kepegawaian
-
News6 bulan agoTriple S Tundukkan KILLA dengan Skor Telak
-
News4 bulan agoDidi Sukardi Dorong Musola Dusun Sukadana Jadi Pusat Pendidikan dan Persatuan
-
News6 bulan agoLeuwi Keris Hari Ini, Potensi Besar yang Masih Menunggu ‘Sentuhan’
-
News9 bulan agoKDM Rangkul PDIP, Ada Apa?
-
News6 bulan agoPKS Ciamis Apresiasi Perjuangan Nelayan
-
News4 bulan agoMilad PKS ke-24, KDS Borong Jajanan Pedagang Keliling
