News
Didi Sukardi Tekankan Penguatan Karakter di Akademi Murabbi Belia 2026
CIAMIS — Akademi Murabbi Belia 2026 menjadi momentum penting dalam membangun generasi muda yang tangguh, berilmu, dan berakhlak mulia.
Kegiatan ini menghadirkan anggota DPRD Jabar Didi Sukardi sebagai narasumber utama yang menyampaikan gagasan strategis tentang peran pemuda di era modern.
Mengusung tema “Upgrade Diri, Siap Menjadi Generasi Tangguh dan Berakhlak Mulia,” kegiatan ini berlangsung dinamis dan interaktif.
Didi Sukardi menegaskan bahwa generasi muda harus berani keluar dari zona nyaman dan terus meningkatkan kualitas diri.
“Pemuda tidak cukup hanya cerdas secara akademik. Mereka harus punya karakter kuat, integritas, dan kepekaan sosial. Itu yang akan menentukan masa depan bangsa,” tegasnya di hadapan peserta.
Ia juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai moral.
Menurutnya, tantangan zaman semakin kompleks, sehingga generasi muda perlu memiliki pondasi akhlak yang kokoh agar tidak mudah terpengaruh arus negatif.
Akademi Murabbi Belia 2026 tidak hanya menghadirkan ceramah, tetapi juga membuka ruang dialog.
Peserta aktif berdiskusi, menyampaikan pandangan, serta merumuskan langkah konkret dalam pengembangan diri.
Suasana ini memperkuat semangat kolaborasi dan kepemimpinan di kalangan pemuda.
Didi Sukardi mendorong peserta untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Ia menilai, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten.
“Mulai dari diri sendiri, lalu lingkungan sekitar. Jika itu dilakukan bersama, dampaknya akan luas,” ujarnya.
Panitia menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk mencetak generasi unggul.
Mereka berharap Akademi Murabbi Beta mampu melahirkan pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Banyak yang mengaku termotivasi untuk lebih serius dalam mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik maupun sosial.
Dengan menghadirkan narasumber yang relevan dan materi yang aplikatif, Akademi Murabbi Belia 2026 semakin mengukuhkan perannya sebagai wadah pembinaan generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman dengan karakter kuat dan visi yang jelas.
News
Maknai Sumpah Pemuda, Didi Sukardi Dorong Gen Z Rajut Persatuan di Ruang Digital
Peristiwa bersejarah Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tahun 1928 silam merupakan tonggak utama kebangkitan kesadaran nasional yang menyatukan berbagai perbedaan.
Namun, seiring berjalannya waktu dan pesatnya pergantian zaman, tantangan yang dihadapi oleh generasi muda masa kini tentu tidak lagi sama dengan para pemuda di era pergerakan kemerdekaan.
Realitas transformasi zaman inilah yang menjadi fokus refleksi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Didi Sukardi, dalam memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Bagi Ketua DPD PKS Kabupaten Ciamis tersebut, ikrar tentang satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa tidak boleh hanya berhenti sebagai romansa sejarah yang sekadar dirayakan setiap akhir bulan Oktober.
Ia mengajak seluruh lapisan pemuda, khususnya Generasi Milenial dan Gen Z, untuk meredefinisi makna perjuangan tersebut ke dalam konteks kekinian yang serba digital.
Ia memandang bahwa jika pemuda zaman dahulu berjuang menyatukan visi untuk mengusir penjajah secara fisik, maka pemuda hari ini memikul tanggung jawab besar untuk merawat persatuan di tengah gempuran disrupsi informasi dan polarisasi sosial di dunia maya.
Tokoh masyarakat yang akrab disapa KDS ini secara khusus menyoroti fenomena ruang digital yang belakangan ini kerap berubah menjadi arena perpecahan akibat masifnya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan budaya saling menjatuhkan.
Oleh karena itu, ia menekankan bahwa perwujudan sejati dari semangat Sumpah Pemuda saat ini harus direpresentasikan melalui kedewasaan berliterasi digital.
Pemuda dituntut untuk hadir sebagai agen perdamaian yang secara aktif memproduksi narasi-narasi positif, mengedepankan kolaborasi, serta membangun karya nyata yang menghadirkan solusi bagi permasalahan masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Teruntuk para pemuda di wilayah Tatar Galuh Ciamis dan Jawa Barat pada umumnya, Didi Sukardi menaruh harapan besar agar mereka tidak hanya pasrah menjadi konsumen atau penonton di tengah arus globalisasi.
Ia mendorong generasi muda daerah untuk bangkit menjadi kreator tangguh yang mampu mengangkat potensi dan inovasi lokal ke kancah nasional maupun global.
Dalam proses tersebut, ia berpesan agar kearifan budaya lokal, seperti filosofi silih asah, silih asih, silih asuh, senantiasa dijadikan pedoman etika dalam setiap interaksi sosial maupun karya yang diciptakan.
Sebagai representasi suara masyarakat di parlemen tingkat provinsi, KDS turut menegaskan komitmen kuatnya untuk terus mengawal arah kebijakan pembangunan yang berpihak pada peningkatan kapasitas pemuda.
Ia sangat menyadari bahwa dorongan moral belaka tidak akan maksimal tanpa dibarengi dengan intervensi kebijakan struktural yang nyata dari pemerintah.
Oleh sebab itu, pihaknya terus memperjuangkan pemerataan akses pendidikan vokasi yang relevan dengan industri, penyediaan fasilitas ruang kreatif (creative hub) di berbagai daerah, hingga kemudahan akses permodalan bagi para wirausahawan muda pemula demi terciptanya kemandirian ekonomi.
Menutup pesan kebangsaannya, legislator asal Ciamis ini mengingatkan bahwa kunci keberhasilan bangsa Indonesia dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045 sepenuhnya berada di pundak pemuda hari ini.
Ia meyakini sepenuhnya, melalui perpaduan harmonis antara kecerdasan intelektual, ketangguhan mental, dan kecintaan yang tulus terhadap tanah air, para pemuda akan mampu menakhodai bangsa ini melewati berbagai badai tantangan global di masa depan.
News
Tinjau Pilkades Digital di Desa Citimun, Didi Sukardi Apresiasi Transisi Demokrasi Desa Berbasis E-Voting di Sumedang
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, H. Didi Sukardi, S.E., bersama jajaran anggota Komisi I DPRD Jawa Barat melaksanakan agenda kunjungan kerja ke Desa Citimun, Kabupaten Sumedang.
Kunjungan strategis ini bertujuan untuk meninjau secara langsung pelaksanaan tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang kini telah mengadopsi sistem digital penuh berbasis electronic voting (e-voting).
Bagi pria yang akrab disapa KDS ini, momentum Pilkades yang digelar serentak pada 28 Oktober 2026 tersebut merupakan lompatan monumental bagi proses demokrasi di tingkat akar rumput.
Kunjungan langsung ke Desa Citimun ini memberikan gambaran komprehensif kepada para legislator Komisi I DPRD Jawa Barat mengenai kesiapan infrastruktur teknologi serta kemampuan adaptasi masyarakat pedesaan dalam menyerap inovasi pemilihan yang lebih modern.
Dalam tinjauannya, Didi Sukardi menyoroti betapa efisien dan praktisnya alur pemilihan yang dijalankan oleh masyarakat setempat. Ia memberikan apresiasi atas keberanian Kabupaten Sumedang yang telah menerapkan sistem e-voting ini secara masif di 424 Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Pemilih kini dihadapkan pada tahapan yang sangat ringkas: mereka cukup datang membawa undangan dan kartu identitas, memindai barcode di bilik suara, dan menentukan pilihan dengan cara menyentuh foto kandidat di layar.
“Sistem ini sangat transparan dan akuntabel. Setelah warga menekan layar dan mengonfirmasi pilihannya, mesin e-voting akan langsung mencetak resi kertas sebagai bukti fisik pemungutan suara yang sah, yang kemudian tetap dimasukkan ke dalam kotak suara. Ini adalah kombinasi luar biasa antara kecepatan teknologi digital dan keamanan verifikasi fisik yang mampu menekan potensi kecurangan,” ungkap Didi Sukardi di sela-sela kunjungannya.
Lebih lanjut, tokoh politik kebanggaan PKS ini menilai bahwa sistem digitalisasi Pilkades membawa banyak keuntungan ganda.
Inovasi ini tidak hanya menekan potensi kesalahan teknis yang berujung pada surat suara tidak sah, tetapi juga secara signifikan mempercepat proses rekapitulasi penghitungan suara.
Di sisi lain, pengurangan penggunaan logistik kertas dalam skala besar dinilai sangat relevan dengan semangat efisiensi anggaran dan keberlanjutan lingkungan.
Didi Sukardi menegaskan bahwa terobosan sukses dari Kabupaten Sumedang ini harus dijadikan cetak biru dan tolok ukur bagi kabupaten-kabupaten lain di Jawa Barat.
Menurutnya, transisi menuju sistem demokrasi cerdas (smart democracy) tidak boleh eksklusif hanya menjadi milik masyarakat perkotaan, melainkan harus dibangun dan diperkuat fondasinya dari pemerintahan desa.
Sebagai representasi Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat yang membidangi pemerintahan, KDS menyatakan komitmen lembaganya untuk terus mematangkan kelancaran agenda Pilkades digital serentak pada masa mendatang.
Pihaknya akan menjadikan temuan di Desa Citimun ini sebagai bahan evaluasi komprehensif agar payung hukum dan dukungan stimulus anggaran dari provinsi dapat semakin dioptimalkan untuk memperluas cakupan teknologi e-voting.
Mengakhiri agenda kunjungannya, Didi Sukardi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran panitia penyelenggara, aparat keamanan, serta antusiasme warga Desa Citimun.
Ia berharap, pemimpin yang terlahir dari rahim demokrasi yang transparan, modern, dan adil ini dapat memberikan pengabdian terbaiknya untuk kemajuan kesejahteraan masyarakat desa setempat.
News
Tanamkan Pendidikan Demokrasi Sejak Dini, H. Abu Bakar Sidik Sambut Siswa MI Nurul Amal
CIAMIS – Pengenalan dunia demokrasi dan lembaga pemerintahan perlu dimulai sejak usia dini.
Langkah ini penting untuk membangun pemahaman generasi muda tentang peran wakil rakyat dan fungsi lembaga legislatif dalam kehidupan bermasyarakat.
Anggota DPRD, H. Abu Bakar Sidik, menerima kunjungan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Amal di Aula Wiradikusumah DPRD, Senin (27/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat lingkungan kerja DPRD serta memahami tugas dan fungsi anggota dewan.
“Melalui kegiatan ini, para siswa dapat melihat secara langsung tempat para wakil rakyat menjalankan tugasnya,”katanya.
Mereka juga berkesempatan mengenal DPRD sebagai lembaga yang memiliki peran penting dalam penyusunan peraturan daerah, pembahasan anggaran, serta pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.
Pengenalan tersebut menjadi bagian dari pendidikan kewarganegaraan yang lebih dekat dengan kehidupan nyata.
“Jadi siswa tidak hanya mempelajari konsep pemerintahan melalui buku pelajaran, tetapi juga mengenal lembaga negara dan daerah melalui pengalaman langsung,”ungkapnya.
Kunjungan edukatif seperti ini juga dapat menumbuhkan rasa ingin tahu anak terhadap proses pengambilan keputusan publik.
Dengan pemahaman yang baik sejak dini, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi warga negara yang kritis, peduli, dan bertanggung jawab.
Selain memperluas wawasan, kegiatan tersebut membuka ruang bagi siswa untuk mengenal peran wakil rakyat dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Pemahaman ini penting agar anak-anak menyadari bahwa demokrasi bukan sekadar perayaan pemilu, melainkan juga proses partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
-
News6 bulan agoDPD PKS Ciamis Ajukan PAW Anggota DPRD, Ibnu Abdillah Fauzi Diusulkan Gantikan Almarhum Dede Herli
-
News10 bulan agoKomisi I DPRD Jabar Dorong Profesionalisme ASN dan Reformasi Kepegawaian
-
News7 bulan agoTriple S Tundukkan KILLA dengan Skor Telak
-
News5 bulan agoDidi Sukardi Dorong Musola Dusun Sukadana Jadi Pusat Pendidikan dan Persatuan
-
News7 bulan agoLeuwi Keris Hari Ini, Potensi Besar yang Masih Menunggu ‘Sentuhan’
-
News11 bulan agoRute Bandung–Semarang Resmi Mengudara, KDM Bidik Lonjakan Perdagangan dan Wisata
-
News10 bulan agoKDM Rangkul PDIP, Ada Apa?
-
News6 bulan agoMilad PKS ke-24, KDS Borong Jajanan Pedagang Keliling
